Totok Subagyo | 44 Tahun

"Empat Tahun Sulit Berkemih"

URETHRAL STRICTURE

“Karena sudah merasakan manfaatnya, saya berjanji pada diri sendiri. Saya akan minum TNBB seumur hidup.”

Penderitaan Totok selama bertahun-tahun diawali oleh batu ginjal dan batu di saluran kemihnya pada tahun 2006. Untuk menghacurkan batu ini, Totok lalu menjalani laser treatment di sebuah rumah sakit. Setelah di laser, alat kelaminnya dipasangin kateter untuk buang air kecil.

Saat itu ia merasa teramat sakit.

Malang, keesokan harinya, saluran kencing Totok malah tertutup rapat. Ia tak bisa berkemih. Seminggu kemudian, Totok harus berbaring di meja operasi untuk membuka kembali saluran kencingnya.

Namun operasi ini ternyata bukan jawaban final, karena setelah operasi pun Totok harus “dibusi” setiap minggu. Ini berarti ia harus menjalani pelebaran saluran kencing dengan alat dari metal. “Dibusi itu sakit sekali,” kenang Totok. Karena tak tahan menahan sakit karena dibusi, Totok tak disiplin menjalaninya. Akibatnya, Ia pernah mengalami infeksi ginjal dan harus dioperasi pada tahun 2008.

Selanjutnya, ia tetap harus “dibusi” 2 kali sebulan dan kemudian menurun menjadi 20 hari sekali. Totok tergantung pada busi sekitar 4 tahun lamanya. Meskipun “dibusi” sangat menyiksa, tapi wajib dilakukan. Jika tidak, saluran kencing Totok akan rapat sendiri dan Ia tak akan bisa berkemih.

Pada 2 Juli 2010, Totok pertama kalinya meminum TNBB (Tahitian Noni Bioactive Beverage/Original). Temannya yang memperkenalkan TNBB padanya.

“Awalnya, saya menolak. Empat spesialis urologi telah mengatakan kalau penyakit ini tak ada obatnya. Hanya bisa dibantu dengan “dibusi”. Tapi teman saya tetap mendesak. Katanya, setidaknya TNBB bisa membantu mengeluarkan racun akibat antibiotik. Saya memang rutin minum antibiotik untuk menghindari infeksi akibat “dibusi”.”

Totok pun mengkonsumsi TNBB 3 kali sehari, masing-masing 50 ml. Pada 5 Juli, Ia seharusnya “dibusi” lagi. Anehnya, hari itu Totok merasa mudah dan lancar saat berkemih. Ia pun menunda “busi”nya. Keesokannya, buang air kecilnya semakin mudah. Saluran kencing yang tadinya hanya terbuka 30%, mungkin sudah terbuka sekitar 50%.

Setelah 24 hari menghabiskan 4 botol TNBB, Totok merasa sembuh total. Sejak itu, Ia bebas dari “busi”, kateter, dan antibiotik. Tak hanya saluran kencingnya yang terbuka, Ia juga merasa staminanya bertambah. Sekalipun bekerja sampai larut malam, Ia tak mudah lelah.

“Karena sudah merasakan manfaatnya, saya berjanji pada diri sendiri. Saya akan minum TNBB seumur hidup.”

Kisah Serupa:

Bambang Irianto
Tahitian Noni® Bioactive Beverage yang dikenal Bambang Irianto pada Desember 2008 mampu merubah kondisi kesehatan ia dan isterinya secara signifikan. Istrinya menjadi peminum pertama Tahitian Noni® Bioactive Beverage dalam memerangi syaraf kejepit yang diderita sejak september 2008. “Isteri Saya sampai tidak bisa berjalan. Alhamdulillaah setelah 3 hari mengonsumsi 4×15 cc, pinggangnya sudah terasa lebih baik. Seminggu kemudian kakinya sudah bisa digerakkan“, ungkap Bambang. Kini semua keluhan istri Bambang seperti kadar kolesterol yang tinggi serta gangguan pencernaan tak lagi ia keluhkan....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Bpk. Subagio Asihanto & Keluarga
Berawal di tahun 2006, saya memiliki masalah dengan kesehatan, yaitu batu ginjal dan batu kantung kemih. Bulan Februari 2006, saya masuk salah satu rumah sakit di Jakarta untuk pengambilan dan pemecahan batu ginjal atau batu kantung kemih. Setelah operasi selesai, dokter berharap batu yang sudah pecah bisa keluar bersamaan dengan urine. Tapi ternyata, setelah selang kateter dilepas, saya mengalami masalah baru karena menyempitnya saluran urine hingga 90%. Alhasil, dengan saluran urine hanya sebesar 10% saluran normal, saya tidak bisa membuang urine....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Sarpono (52 tahun)
Keluar Batu Sebesar Biji Pepaya “Sayangnya, mungkin batu dalam ginjal saya sudah terlalu besar, jadi TNBB perlu waktu agak lama untuk menghancurkannya.” Sekitar Januari 2009, Sarpono merasa sakit setiap buang air kecil. Ia pun berobat jalan ke dokter. Atas saran dari temannya, Sarpono mulai meminum TNBB (Tahitian Noni ® Bioactive Beverage-Original ™) pada bulan Maret. “Sayangnya, mungkin batu dalam ginjal saya sudah terlalu besar, jadi TNBB perlu waktu agak lama untuk menghancurkannya,” tutur Sarpono....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Bpk. Subagio Asihanto Dan Keluarga
Berawal di tahun 2006, saya memiliki masalah dengan kesehatan, yaitu batu ginjal dan batu kantung kemih. Bulan Februari 2006, saya masuk salah satu rumah sakit di Jakarta untuk pengambilan dan pemecahan batu ginjal atau batu kantung kemih. Setelah operasi selesai, dokter berharap batu yang sudah pecah bisa keluar bersamaan dengan urine. Tapi ternyata, setelah selang kateter dilepas, saya mengalami masalah baru karena menyempitnya saluran urine hingga 90%. Alhasil, dengan saluran urine hanya sebesar 10% saluran normal, saya tidak bisa membuang urine....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Kisah Lainnya:

Berbagi Cerita - Berbagi Pengalaman

Apa kata mereka yang sudah pernah meminum produk tn-bb.com

Selengkapnya Klik Di Sini!

tn-bb.com