Vitamin D Mencegah Kerusakan Paru Akibat Rokok

Salah satu dampak buruk dari rokok diketahui bisa menurunkan fungsi paru-paru. Tapi sebuah studi mengungkapkan konsumsi vitamin D yang cukup bisa membantu mencegah penurunan fungsi paru-paru akibat rokok. Studi baru ini menunjukkan vitamin D kemungkinan memiliki efek perlindungan terhadap bahaya rokok bagi paru-paru. Ini karena orang yang kekurangan vitamin D memiliki risiko lebih tinggi mengalami kegagalan pernapasan.

Peneliti menganalisis 626 laki-laki selama kurun waktu 20 tahun dan mengukur fungsi parunya dengan menggunakan spirometer. Hasil studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menemukan laki-laki yang kurang atau tidak mengonsumsi vitamin D rata-rata memiliki forced expiratory volume in one second (FEV1) yang lebih rendah dibanding orang dengan asupan vitamin D yang cukup.

Forced Expiratory volume in one second (FEV1) adalah banyaknya jumlah udara yang bisa dikeluarkan dalam waktu 1 detik, dan biasanya bersama dengan pengukuran FVC (Forced vital capacity) menjadi indikator utama dari fungsi paru-paru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin D bisa memodifikasi efek merusak yang ditimbulkan oleh rokok terhadap fungsi paru-paru. Efek ini kemungkinan karena vitamin D memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Meski begitu, cara lain yang penting dilakukan oleh perokok untuk melindungi fungsi paru-parunya ialah dengan menghentikan kebiasaannya merokok. Hal ini tidak hanya melindungi dirinya sendiri tapi juga orang-orang disekitarnya.