Vitamin D Bisa Bantu Atasi Gangguan Penglihatan

Peneliti menemukan suplemen vitamin D berpotensi menjadi cara yang sederhana dan efektif untuk mengatasi penyakit mata karena penuaan seperti degenerasi makula. Degenerasi makula adalah suatu keadaan yang mana makula (pusat dari retina dan menjadi bagian retina yang paling penting) mengalami kemunduran sehingga terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.

Seiring pertambahan usia, para lansia akan mengalami penurunan ketajaman penglihatan. Untungnya, peneliti menemukan vitamin D dapat mengatasi gangguan pada lansia ini. Selain itu, vitamin D juga berguna meningkatkan kebugaran dan menghalau alzheimer. Studi ini menggunakan hewan percobaan tikus yang menunjukkan efek vitamin D ini sudah terlihat hanya dalam waktu enam minggu. Para ilmuwan meyakini banyak orang di negara maju kekurangan vitamin D yang diduga penting dalam menjaga suplai darah yang mengalir ke retina.

Peneliti menjelaskan pembuluh darah kecil yang memasok darah ke retina tersumbat oleh molekul-molekul kecil dari waktu ke waktu, sehingga menyebabkan peradangan. Pada manusia, hal ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah sel-sel penerima cahaya di dalam mata hingga 30 persen ketika berusia 70 tahun dan memicu berkurangnya penglihatan. Namun, ketika tikus berusia satu tahun diberi suplemen vitamin D dan disuntik dengan minyak safflower yang mengandung 0,9 mikrogram vitamin D setiap tiga hari, penumpukan molekul beracun yang disebut amiloid beta jadi berkurang. Tikus-tikus tersebut juga mengalami peningkatan kemampuan penglihatan.

Para peneliti menemukan ide ini setelah memeriksa temuan lain yang menunjukkan bahwa vitamin D dapat mengurangi penumpukan plak amiloid di otak. Penumpukan ini diketahui berkaitan dengan perkembangan penyakit Alzheimer. Tikus yang diberi suplemen juga mengalami pengurangan amiloid dalam pembuluh darah lainnya, seperti pembuluh aorta. Hal ini menunjukkan bahwa vitamin D juga dapat berguna membantu mencegah berbagai gangguan kesehatan karena pertambahan usia, dari berkurangnya penglihatan hingga penyakit jantung.

Meskipun vitamin D terkandung dalam beberapa makanan seperti ikan dan kuning telur, 90 persen vitamin D diproduksi oleh kulit dengan bantuan sinar matahari. Banyak orang tidak mendapat cukup sinar matahari untuk memproduksi vitamin D yang memadai.Namun peneliti perlu menjalankan uji klinis pada manusia sebelum mengatakan dengan yakin bahwa lansia sebaiknya mulai mengonsumsi suplemen vitamin D. Penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa ini barulah percobaan. Banyak orang berpikiran untuk mengonsumsi suplemen vitamin tanpa harus berkonsultasi dengan dokter. Meminum suplemen dosis tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan.