TNI Business Update by Jeff Wasden

Tahitian Noni International (TNI) Indonesia pekan lalu kedatangan Vice President Marketing TNI dari Provo, Utah-Amerika, Jeff Wasden, yang khusus datang ke Indonesia untuk melakukan Business Update di Surabaya (19 September) dan di Jakarta (20 September). Jeff menggantikan John Wadsworth selaku Presiden Tahitian Noni International yang berhalangan hadir.

Dalam kesempatan tersebut Jeff berbagi kepada hampir 200 IPC yang hadir tentang strategi marketing, branding, positioning dari Tahitian Noni untuk memenangkan pasar.

Dalam presentasinya selama dua jam lebih, Jeff berbagi informasi bahwa 70% obat-obatan yang diproduksi oleh perusahaan farmasi diambil dari alam. Perusahaan farmasi tersebut mengisolasi, memodifikasi dan mensintesis bioaktif tanaman obat untuk diperbanyak dan mendapatkan hak paten.

“Praktik ini lazim dilakukan oleh perusahaan farmasi di seluruh dunia,” ujar Jeff.

Jeff lebih jauh mengungkapkan, komponen bioaktif tersebut bisa membantu kita dalam menjaga kesehatan, namun tidak sedikit pula yang berakibat negative bagi tubuh.

“Komponen bioaktif yang dimodifikasi tersebut bisa bertolak belakang dengan reaksi kimia dalam tubuh. Intinya, pendekatan yang dilakukan oleh perusahaan farmasi memiliki efek samping yang tidak diharapkan,” jelas Jeff.

Jeff memaparkan, dalam 10 tahun terakhir, pendekatan yang dilakukan perusahaan farmasi di AS menyebabkan konsekuensi serius pada kesehatan, bahkan berujung pada kematian.

“Orang mengupayakan segala cara untuk menemukan obat atau solusi dari penyakit. Padahal, Tuhan sudah menyediakan solusinya di alam. Kita tinggal mengeksplorasinya,” ujar Jeff.

Data di AS menunjukkan bahwa 70% orang mengalami overweight (kelebihan berat badan) dan 30% obesitas (gemuk), yang terjadi akibat ketidakseimbangan fisik. Ketergantungan manusia terhadap obat-obatan kimia makin bertambah, tidak saja pada orangtua, namun juga anak-anak. Sekitar 25% anak-anak dan 90% orangtua setidaknya menggunakan 1 obat kimia.

Jeff mengungkapkan, pendekatan yang dilakukan TNI dengan bioaktif amat berbeda dengan yang dilakukan perusahaan farmasi. Sebelum diluncurkan ke pasaran, suatu produk TNI selalu melalui uji klinis yang dilakukan pada manusia, bukan pada binatang.

“Tidak ada satu pun studi yang dilakukan TNI yang ditarik. Bayangkan, lebih dari 400 studi tentang Morinda citrifolia (noni) yang dilakukan TNI tidak ada yang ditarik, demikian juga 4000 riset tentang iridoid. Mengonsumsi bioaktif alami akan meningkatkan kesehatan.

“Pada perusahaan farmasi, untuk mendapatkan manfaat yang baik, biasanya akan diikuti oleh efek samping. Namun di TNI tidaklah demikian,” ujar Jeff.

Lebih lanjut Jeff mengungkapkan, saat ini ada ribuan orang mengikuti program Fit Body Composition. Mereka ternyata memetik manfaat kesehatan dari program ini. “Kita membantu orang-orang untuk hidup dengan tubuh yang lebih sehat dan muda, tanpa efek samping,” kata Jeff.

Dalam kesempatan yang sama Jeff memaparkan pada Agustus lalu, TNI menggelar International Iridoid Research Symposium (IIRS) yang kedua. Pada acara tersebut, banyak peneliti menyampaikan penelitian mereka tentang iridoid.

Industri bioaktif, kata Jeff, berada di antara industri farmasi dan makanan (food). Kedua industri tersebut  mengambil manfaat bioaktif di alam kemudian disintesis untuk dipatenkan.

TNI juga baru saja menginvestasikan dana untuk membeli alat canggih senilai US$ 500.000, yaitu Sistem spektrometri massa-kromatografi cair, atau sebut saja LC-MS, untuk mendeteksi iridoid pada berbagai tanaman.

“Peralatan canggih ini, sebut saja Wonka-meter, akan memungkinkan kita untuk lebih cepat menemukan dan mengevaluasi bahan-bahan baru dan inovatif yang dapat dimasukkan dalam produk-produk TNI untuk bisa memenuhi misi kami dalam mengubah kehidupan orang ke arah yang lebih baik,” ujar Jeff.

LC-MS dibeli dan dipasang dengan tujuan untuk mengidentifikasi bioaktif. Ini akan membantu kita di TNI dalam memberikan produk baru yang lebih baik dengan beragam manfaat. Selain itu,  ini merupakan tujuan TNI memberikan Anda produk terbaik yang paling sehat, sehingga Anda bisa menjadi Bioaktivis yang paling efektif