Terlalu Gelisah Baik Bagi Kesehatan

Bersikap terlalu gelisah atau cemas sering dikaitkan dengan berbagai risiko masalah kesehatan. Namun penelitian terbaru mengungkapkan kalau ternyata gelisah juga baik untuk kesehatan. Terlalu gelisah ditandai dengan sering berubahnya perasaan, gugup, khawatir, dan dihubungkan dengan gejala depresi, kebiasaan minum alkohol serta merokok. Peneliti lantas menggarisbawahi sikap gelisah seseorang yang juga bisa diartikan sebagai kehati-hatian.

Sebelumnya, peneliti berasumsi kalau orang yang mudah gelisah memicu inflamasi dan penyakit kronis. Rupanya hal tersebut tidak terjadi. Orang yang terlalu gelisah, dalam hal ini sangat berhati-hati, cenderung mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan mereka. Jadi tingkat kegelisahan ditambah dengan kesadaran akhirnya mengubah perilaku mereka.

Peneliti melibatkan 1.000 orang dewasa dalam penelitian. Mereka kemudian menyebutkan ada sebuah protein sistem imun tertentu (Interleukin 6) yang dikaitkan dengan inflamasi dan memicu penyakit jantung, stroke, asma, radang sendi, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Peneliti lantas menemukan kalau 441 orang yang terlalu gelisah dan berhati-hati memiliki kadar protein Interleukin 6 yang rendah.

Sepertinya orang yang terlalu berhati-hati ini benar-benar memperhatikan gaya hidup mereka. Jadi mereka berusaha mencegah penyakit dan akan segera meminta bantuan saat merasa tidak sehat. Peneliti akhirnya menyimpulkan, sifat terlalu gelisah tanpa kehati-hatian memang berbahaya bagi kesehatan. Tetapi jika sikap gelisah tersebut disertai kesadaran untuk berhati-hati, maka perilaku itu justru mampu meningkatkan kualitas kesehatan.