Stres Sama Bahayanya dengan Lemak

Stress memang dapat menyebabkan kondisi kesehatan seseorang melemah dan sulit diatasi jika kita tidak benar-benar paham cara mengatasinya. Keinginan untuk lebih rajin berolahraga atau displin menjaga pola makan menjadi resolusi favorit kebanyakan orang. Padahal, menjauhkan diri dari stres seharusnya tak luput dari perhatian. Mengapa? Karena stres sama bahayanya seperti lemak. Stres yang berlebihan dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga tubuh rentan terhadap penyakit. Managemen stres yang baik sangat diperlukan agar gaya hidup kita sehat

Rasanya tidak ada orang yang bisa lepas dari stres. Padahal, stres kronik bisa menyebabkan gangguan fisik dan psikis. Bahkan secara tidak langsung juga membuat berat badan bertambah. Meningkatnya tuntutan dan kebutuhan hidup akan sesuatu yang lebih baik, menyebabkan individu berlomba untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkannya. Tapi pada kenyataannya sesuatu yang diinginkan tersebut kadangkala tidak dapat tercapai sehingga dapat menyebabkan individu tersebut bingung, melamun hingga stres.

Stres yang terjadi pada setiap individu berbeda-beda tergantung pada masalah yang dihadapi dan kemampuan menyelesaikan masalah tersebut. Jika masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik maka individu tersebut akan senang, sedangkan jika masalah tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik dapat menyebabkan individu tersebut marah-marah, frustasi hingga stres.

Stres kronik seperti menginjak pedal gas mobil di taman. Jika dilakukan terus menerus bisa membuat mesin rusak. Memang stres tidak selamanya buruk. Stres dalam porsi kecil justru bisa membuat kita lebih fokus, berhati-hati, dan lebih produktif. Tetapi dengan tuntutan pekerjaan yang makin tinggi, kemacetan, atau hubungan yang tak berjalan mulus bisa membuat kita terus didera kepenatan pikiran.

Berikut tips-tips mengatasi stres:

« Berilah perhatian pada emosi dan konflik yang membuat Anda selalu menghadapi pola stres yang sama. Mungkin Anda harus mengakui bahwa tak semua hal bisa Anda tangani. Berbagi peran dan tanggung jawab dengan pasangan dalam mengasuh anak atau mendelegasikan tugas pada rekan kerja mungkin bisa membantu.

« Masukkan dalam jadwal rutin Anda berbagai aktivitas yang bisa membuat Anda kembali “penuh”. Misalnya tidur cukup, kencan romantis dengan pasangan, membacakan dongeng untuk anak, atau menolong sesama.

« Redakan stres dengan cara-cara ringan dan sehat

Hindari mengalihkan stres dengan bermabuk-mabukan atau menghabiskan sebungkus biskuit cokelat. Cobalah redakan stres dengan cara yang lebih sehat, seperti mengobrol dengan teman, berolahraga, dan memilih beberapa latihan pernapasan, seperti yoga atau senam. Anda juga bisa juga memikirkan sesuatu yang lucu, berjalan kaki selama 10 menit, atau minum menyeruput minuman hangat yang menenangkan.

« Hindari target sempurna

Jangan coba menjadi sempurna dalam semua yang Anda lakukan. Anda akan membuat hidup jauh lebih ringan dan terhindar dari stres jika bisa menerima hal-hal dalam skala penilaian “cukup baik”, daripada berjuang mencapai angka sempurna 100 persen.

« Helakan napas agar lebih rileks

Salah satu hal pertama yang dilakukan saat stres dengan menahan napas atau bernapas dengan cara yang cepat dan dangkal. Hal ini menyebabkan organ-organ dalam tubuh tak mendapatkan oksigen segar untuk bahan bakar otak dan otot.

Redakan stres dengan membiarkan tubuh menghirup napas dalam-dalam sejauh yang Anda bisa. Lalu, buang napas untuk mengeluarkan karbondioksida. Lakukan inhalasi ini secara alami. Secara bertahap, perpanjang napas yang masuk dengan hidung. Lalu, pastikan nafas yang keluar lebih panjang dan dibantu mengeluarkannya dari mulut. Hal ini berguna untuk mengusir ketegangan.

« Cari penyebab Anda stres

Jika Anda merasa stres, maka ketahuilah apa penyebab hal itu terjadi. Lakukanlah pembenahan atas stressor tersebut agar berada dalam kontrol Anda. Jika memang tidak dapat dilakukan dibenahi secara keseluruhan, setidaknya pastikan Anda meminimalisir stressor tersebut dengan baik. Pertimbangkan bagaimana Anda bisa menghindari agar stressor tersebut tak terulang pada situasi di masa mendatang.

« Cukupi nutrisi

Pastikan Anda mendapatkan tingkat kecukupan vitamin B dan C. Pasalnya, stres kronis menghabiskan banyak vitamin B dan C yang ada dalam tubuh Anda. Demikian pula tingkat zat besi dan magnesium, stres akan memengaruhinya dan menyebabkan kekebalan tubuh menurun. Kendati demikian, waspadalah memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut dengan mengonsumsi beragam suplemen. Bagaimanapun, sumber alami merupakan yang terbaik.

Vitamin C bisa Anda raih dengan mengudap buah-buahan, seperti jambu, sirsak, pepaya, jeruk, mangga, stroberi, dan sayuran (cabai dan bayam). Konsumsi harian vitamin C yang disarankan ialah 750-1000 mg. Sumber alami vitamin B dari wortel, telur, ayam, ikan, pisang, brokoli, beras merah, hati, susu, dan ikan. Susu, kangkung, telur, kismis, apricot, dan buah bit juga merupakan sumber alami memeroleh zat besi. Sedangkan magnesium, dapat Anda peroleh dengan mengonsumsi kacang-kacang dan biji-bijian.

« Luangkan waktu lebih banyak dengan teman dan keluarga, serta kurangi waktu Anda dengan gadget. Sediakan telinga Anda untuk mendengar keluhan teman dekat dan berilah dukungan yang diperlukan. Hal itu akan membuat Anda merasa stres yang dirasakan berkurang.