Sperma Yang Sehat

Kualitas sperma yang dihasilkan pria dipengaruhi oleh kondisi kesehatannya selama proses pembentukan sperma. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas sperma adalah asupan nutrisi yang diperoleh dari makanan. Sperma merupakan salah satu aset yang paling berharga bagi kesuburan pria, karena sperma membawa sifat-sifat pemiliknya yang diteruskan kepada keturunannya melalui proses reproduksi.

Ibaratnya pupuk bagi tanaman maka zat gizi dalam makanan akan menjaga agar sperma tetap menjadi bibit unggul pria. Penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi lemak trans (trans fat) berkorelasi langsung dengan konsentrasi sperma. Semakin tinggi asupan lemak trans maka semakin rendah konsentrasi sperma seorang pria.

Lemak jenis ini banyak dijumpai pada makanan siap saji (fast food). Oleh karena itu untuk menjaga konsentrasi sperma tetap normal sebaiknya Anda menghindari makanan siap saji. Indikator kesuburan sperma lainnya adalah pergerakan (motility) sperma dalam membuahi sel telur. Kaitan pengaruh asupan makanan terhadap pergerakan sperma.

Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa prudent diet yaitu pola makan sehat yang kaya asupan ikan, buah-buahan segar, sayuran, kacang-kacangan, dan gandum utuh (whole grain) terbukti mampu meningkatkan pergerakan sperma. Sebaliknya western diet yang mengandung banyak daging merah, karbohidrat refinasi (refined carbs), manisan, dan minuman energi memiliki efek buruk terhadap pergerakan sperma.

Selain pergerakan dan konsentrasi sperma, indikator kesuburan sperma adalah bentuk (morfologi) sperma. Makanan yang kaya akan anti oksidan mampu mencegah kerusakan sperma akibat radikal bebas.