Rose Ida P. Silitonga

"Pasca Operasi Jantung"

Hanya Mampu Berjalan Satu Meter

“Rasa sakitnya sulit digambarkan. Saya hanya bisa menangis jika sakit itu datang.”

KESEHATAN menjadi berkat Tuhan yang tak ternilai harganya, bagi Rose Ida P. Silitonga. Ibu dari 3 anak ini pernah merasakan sakit yang sangat memilukan. Tapi berkat TNBB yang ia minum sejak Februari 2008, penyempitan pembuluh darah yang ia derita berangsur pulih. Sudah dua kali, Ida menjalani operasi pembalonan agar aliran dari dan menuju jantung beredar secara normal. Pertama pada tahun 2000, operasi berjalan lancar dan tanpa efek samping. Memasuki tahun 2007, Ida merasakan ulu hatinya sakit luar biasa, “Saya tidak bisa menggambarkan rasa sakitnya, karena rasanya sangat sakit sekali,” jelas Ida.

Saat berkonsultasi dengan Dokter langganannya, Ida didiagnosa kembali mengalami penyempitan pembuluh darah di jantungnya. Dokter menyarankannya untuk menjalani operasi. Tapi Ida menangguhkannya, karena ia sedang merenovasi rumahnya. Setelah proyek renovasi selesai pada September 2007, Ida pun menjalani operasi balonisasi dan pemasangan ring pada jantungnya. Dua bulan kemudian, ia masih mengeluhkan sakit pada ulu hatinya, bahkan semakin parah. “Setiap jalan satu meter saya harus berhenti karena sakit.” Saat harus kembali ke rumah sakit dan divonis lagi untuk menjalani operasi, Ida menolak. Ida memilih pengobatan alternatif. Salah satunya terapi akupunktur, namun hal itu juga tak berbuah hasil. Saat kepasrahan mulai menghampiri dirinya, Ida teringat TNBB yang pernah diinformasikan tantenya. Bulan Februari 2008 Ida mulai meminum TNBB, dengan dosisnya 2 x 30 cc sehari.

Saat berkonsultasi, Ida disarankan untuk menaikkan dosisnya menjadi 2 x 6 cc sehari. Ketika detoksifikasi, sakitnya sungguh luar biasa. “Puji Tuhan detoksifikasi itu hanya memakan waktu tiga hari, selebihnya saya tidak lagi merasakan sakit.” Kini, Ida terlihat lebih segar dan memiliki berat badan yang proporsional ketimbang dahulu.

Kisah Serupa:

Siti Zaenab (Yogyakarta)
Mengidap gangguan jantung bocor bukan selalu menjadi masalah penyakit bawaan bagi anak-anak. Ibu Zaenab adalah salah satu contoh kasus yang jarang terjadi. Awalnya beliau merasakan mudah lelah, nafas pendek, sering batuk khususnya di malam hari, dada berdebar kencang, buang air kecil terlalu sering, merasa sakit di dada, sesak nafas, mudah pingsan, dan sering pusing. Sungguh sebuah anugerah Ibu Zaenab diperkenalkan produk Tahitian Noni Original dan beliau mengkonsumsi secara teratur. Selang 2 minggu, gangguan-gangguan diatas drastis berkurang dan setelah penggunaan selama kurang lebih 3 bulan hampir semua keluhan tidak pernah timbul....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Asnimar
Sembuh Dari Beberapa Penyakit dan Rezekipun Bertambah Saya seorang PNS yang bekerja di laboratorium Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan Pekanbaru. Pada tahun 2007, saya menemukan benjolan di ketiak kanan dan payudara. Benjolan ini sudah lama saya rasakan tapi saya takut untuk memeriksakan diri ke dokter. Benjolan di ketiak ini lama-kelamaan bertambah besar dan akhirnya saya beranikan diri untuk periksa di rumah sakit pada bulan Agustus 2007. Dari hasil biopsi diperoleh kesimpulan gambaran sitologi sesuai dengan CARCINOMA MAMMAE (MAMMAE ABERANTES) dan METASTASE CARCINOMA MAMMAE...
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Lodewijk Sianipar
Terbebas Dari Keluhan Jantung Koroner Karena Pertolongan Produk Morinda Bermula masalah saya terjadi pada tahun 2000 ketika saya menemani isteri di opname di RS. Medistra Jakarta. Untuk menghilangkan rasa jenuh secara tidak sengaja saya melakukan general checkup. Pada pemeriksaan tahapan awal semua berjalan lancar yang akhirnya pada tahapan treadmill saya mengalami masalah 2-3 menit setelah berjalan di atas fanbelt dada saya sakit dan bernapas sesak. Pendek cerita dokter menyarankan agar dilanjutkan pemeriksaan untuk tahapan berikutnya yaitu kateterisasi....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Muhammad Asbar Sabrie
Akibat pola hidup dan pola makan yang salah, ditambah kebiasaan merokok berlebihan dan tidak pernah ke dokter atau melakukan medical check up, ternyata tanpa sadar Saya adalah penderita hipertensi berat. Masalahnya, tidak seperti penderita hipertensi pada umumnya, Saya tidak pernah merasakan gejala hipertensi seperti sakit di kepala atau tengkuk, pusing atau sesak nafas. Sampai pada tahun 2003, saat Saya berumur 59 tahun, Saya hampir terkena stroke setelah Saya memakan durian dalam jumlah yang banyak....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Ny. Sri Suparmi
Ibu Sri, begitu beliau biasa dipanggil oleh anak asuhnya. Ibu Sri bekerja di Pemda DKI, tepatnya di Dinas Sosial DKI Jakarta dengan tugas sehari-harinya membina anak Tuna Rungu Wicara yang tidak mampu. Sejak tahun 2011, sesekali terasa sesak di dada kiri. Namun masalah tersebut tidak diperdulikan karena yang paling sering dirasakan justru sakit yang intens di bagian perut. Beberapa kali ke dokter umum hanya diberikan obat maag dari dosis yang ringan sampai dosis tinggi, namun sakit di bagian perut tersebut tidak kunjung hilang....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Herianto Chong
Pada bulan Desember 2009, sehabis pulang dari Pontianak, kaki Herianto menjadi lemas. Pengobatan dengan produk-produk tradisional Cina dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut. Namun karena terlalu banyak mengonsumsi obat cina, bukannya semakin membaik malah menimbulkan penyakit lain, yaitu darah tinggi yang menyebabkan Herianto tidak bisa tidur 4 hari 4 malam sehingga harus diopname di rumah sakit. Diagnosa dokter menyatakan bahwa Herianto mengidap penyakit darah tinggi dan pembengkakan jantung sebelah kiri yang menyebabkan sesak di dada setiap kali bangun dari tempat pembaringan dan kaki lemas....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Nadhifa Desi Wulansari
Setelah Bapak Fatah mengalami kesembuhan dari penyakit jantung bocor, gula tinggi, dan ginjal setelah minum TNBB selama 2 tahun dengan takaran 2 x 30CC, kini giliran sang buah hati, Nadhifa Desi Wulansari, yang merasakan manfaat kesehatan dari TNBB. Setahun lalu, Nadhifa yang berusia 6.5 tahun ini, mengalami demam tinggi hingga menggigil. Khawatir dengan keadaan yang tidak kunjung membaik setelah mengonsumsi obat bebas, Ibu Nuraini (sang Ibunda) membawa Nadhifa ke rumah sakit untuk cek darah....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

I Wayan Partama (49 tahun)
I Wayan Partama (49 tahun) Berawal dari stroke ringan dan gangguan saraf (HNP) dan juga riwayat penyakit terdahulu yaitu gangguan ginjal, jantung, dan paru-paru, I Wayan Partama memutuskan untuk mencoba berbagai macam vitamin dam suplemen. Semua produk yang dicoba tidak memberikan hasil yang diharapkan sehingga beliau memutuskan untuk berhenti mengonsumsi produk-produk tersebut. Dalam suatu waktu Pak I Wayan Partama memutuskan untuk membeli 1 case (4 botol) TNBB Original. Dengan dosis 3 sampai 4 x 30ml perhari, di satu minggu pertama gangguan tidur dan pegal-pegal berangsur menghilang....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Ernst Evert Manuputty (69 Tahun)
Hampir Diamputasi “Pelan-pelan ia melepas ketergantungannya pada obat” Riwayat sakit Ernst sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia bahkan sudah sakit sebelum putrinya –Yatrix Magdalena Manuputty– lahir, 27 tahun lalu. Namun kondisinya memburuk pada tahun 2007. Sebulan, ia keluar masuk rumah sakit sampai lima kali. Awalnya Ernst anfal di rumah. Dadanya sesak, sulit bernafas dan ia merasa seperti ditenggelamkan dalam air. Teriakannya mebuat keluarganya panik. Ia langsung di masukkan ke RS, ruang ICU kelas A....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Pak Wasito
Pantang makan di usia lebih dari 50 tahun rasanya sudah hal lumrah dalam menjaga kesehatan. Tapi tidak bagi Wasito, 62 Tahun yang Mei lalu mendapat serangan jantung dan harus menginap di Rumah Sakit Gatot Subroto selama lebih dari 40 hari. Layaknya penderita jantung, seharusnya Wasito harus memantang makanan yang mampu menyebabkan serangan itu kembali lagi. Termasuk menderita Hipertensi, karena tekanan darahnya mencapai angka 240⁄200. Tapi setelah Wasito rajin meminum Tahitian Noni Juice sekitar awal Juli, angka tekanan darahnya tidak bergeming dari 120⁄80....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Aminudin
Aminudin – Waspada Kesehatan Diusia Senja “Saya menjalani diet ketat untuk mengatasi masalah diabetes. Inilah puncak penderitaan saya.” Usia senja menjadi momok bagi kesehatan untuk sebagian orang. Begitu pula yang dialami oleh Aminudin. Menginjak usia senja Aminudin mulai khawatir akan kesehatan yang semakin menurun, “Bertambahnya usia bukan berarti bertambahnya pula nikmat yang diberikan Allah SWT,” tegasnya. Sejak usia 50 tahun, kesehatan Aminudin mulai menurun. Mulanya Aminudin menderita tekanan darah tinggi....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Keyla Diandra (28 Tahun)
Kanker Sumsum Tulang Belakang Punya Tulang Lagi MUNGKIN tak banyak orang yang mengalami apa yang di alami oleh Keyla. Pada tahun 2008 lalu, ia tiba-tiba pingsan setelah terantuk (semacam) polisi tidur. Keyla merasa kakinya merasa teramat ngilu, lalu tiba-tiba tak sadarkan diri. Ia koma seminggu penuh dan harus di rawat di rumah sakit sejak Oktober sampai Desember 2008. Selama terbaring, Keyla tak bisa mengangkat tangan dan kakinya. Sekujur badannya lemah tak berdaya....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Kristina (Yogyakarta)
Kembalinya Keceriaan Keluarga ALLAH SWT telah mengutus kebahagiaan menghampiri Kristina sejak Septeber 2006 lalu. Kini Kristina kembali bersemangat dalam menjalani hidupnya. Penderitaan yang ia alami sejak kecil sembuh dalam sekejap. Senyum manisnya kembali menyeruak di tengah keluarga tercintanya. Setelah mengonsumsi Tahitian Noni® Bioactive Beverage™ (TNBB), Kristina tak pernah lagi merasakan sakit kepala yang hebat akibat vertigo yang dialaminya sejak duduk di bangku SMP. “Saya bahagia bisa mengurus keluarga secara sempurna,” katanya....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Malli Lewa
Ditangisi Berkali-kali “Saya beruntung, Allah mempertemukan saya dengan TNBB” Malli Lewa mendapat serangan jantung pertama pada tahun 2006. Ia koma delapan hari karena serangan ini. Sejak detik itu, kondisinya semakin menurun. Dua tahun penuh, ia bolak-balik ke rumah sakit. Antara Februari sampai Juni 2010, ia berali-kali terkena serangan jantung. Dalam waktu sebulan, ia hanya menghabiskan seminggu sampai sepuluh hari di rumah. Selebihnya, ia terbaring di RS. “Setiap kali di RS, saya selalu koma....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Maria Angelina Win Astini
Derita Panjang Selama 40 Tahun “Di tengah keputusasaan, Tuhan mengirim seorang sahabat yang memberikan satu liter TNBB” SUNGUH TERSIKSA rasanya tidak dapat buang air besar (BAB), apalagi bila di derita selama lebih dari 40 tahun. Dalam seminggu hanya bisa ke belakang satu kali. Itupun rasanya sakit sekali. Beragam pengobatan medis dan alternatif di jalani, tapi hasilnya tak ada. Puncaknya saat 2004 silam, tubuh mendadak lumpuh sebagian (sebelah kanan), jantung lemah, kepala sering pusing (efek gegar otak ringan) serta tensi darah turun drastis....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Nariani
Lebih Pede Tanpa Tremor Usianya yang sudah menginjak kepala enam tidak menyurutkan kegiatannya dalam beribadah. Justru di usia matangnya inilah, Nariani menjadi getol beribadah. Tak tanggung-tanggung, Ia merupakan bagian dari paduan suara di sebuah gereja dekat tempat tinggalnya. Kegiatannya tersebut membutuhkan stamina prima dan kesehatan yang optimal, tapi sangat disayangkan penyakit parkinson yang menderanya sejak 2006 silam membuat Nariani minder untuk tampil lagi di gereja. “Awalnya suami saya yang melihat sekitar leher saya bergerak sendiri (tremor)....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Ristanto
Demi Sembuh, “Menyelundupkan” TNBB ke Rumah Sakit Dokter sebenarnya sudah memutuskan nasib Ristanto, pria itu harus menjalani operasi jantung segera. Peristiwa naas itu terjadi pada bulan Februari 2010 silam. Sepulang kerja, Ristanto merasa tidak enak badan. Dadanya sesak dan sulit bernafas. Pikirnya, ia masuk angin. Tapi ketika punggunya sedang dikerik, Ristanto tiba-tiba tak sadarkan diri. Ia baru sadar malam hari sewaktu sudah terbaring di rumah sakit. Ternyata, ia tak sekedar masuk angin, melainkan mendapat serangan jantung....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Ruthia Pasaribu
Imunitas Berhasil Dikembalikan “Lupus membuat imunitas tubuhnya melemah. Tapi TNBB membuat ia bisa merayakan Natal.” DARA manis bernama Ruthia Pasaribu, kini merasa plong dalam menjalani hidup ini. Bahkan jika harus beraktivitas selama 24 jam pun ia tidak akan keberatan, karena imunitas tubuhnya sudah kembali normal. Ia malah merasa lebih kuat dari sebelumnya. Juli 2006 menjadi awal penderitaan Ruth, terhadap penyakit Lupus yang dideritanya. Mulanya tubuh Ruth timbul lebam. Lama kelamaan lebam tersebut semakin banyak dan terasa sakit....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Sandra
Akhir Derita Selama Empat Tahun KECERIAAN menyeruak dari raut wajah seorang bocah yang selama hampir empat tahun hidup dengan kegetiran menghadapi penyakit yang mengerikan. Dia adalah Sandra, anak dari Ranie D. Garnadi. Demam berkepanjan-an menjadi awal dari penyakit yang diderita Sandra. Hasil laboratorium tidak mengindikasikan Sandra terkena Lupus, sedangkan untuk Leukimia, Ranie tidak sempat memeriksakannya. Setelah sepuluh bulan perawatan, kondisi Sandra membaik. Tapi pada 15 Mei 2006, Sandra jatuh sakit lagi....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Sriyati
Diabetes Komplikasi Ganggren VONIS AMPUTASI sudah sempat dilayangkan pihak medis kepada Ibunda kami, Sriyati, ujar M.S Yahya, Putra Sriyati yang menetap di Blitar, Jawa Timur. Sejak Saya duduk dibangku SMA, Ibu sudah menderita diabetes. Bulan puasa 2007 menjadi puncak penderitaan Ibu Kami. Gula darah dalam tubuhnya mencapai angka 474. Ibu sempat tidak bisa berjalan karena bengkak dan luka di kakinya, hal tersebut juga membuatnya mendapatkan vonis amputasi oleh tim dokter....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Asminar
Pentingnya Arti Sehat “Uang bukanlah segalanya dibandingkan dengan kesehatan. Lebih baik sedikit namun berkah dan bahagia.” JANTUNG merupakan organ tubuh yang sangat vital. Setiap detaknya mempengaruhi kondisi tubuh kita. Jika pergerakkan jantung melemah sedikit saja, badan kita menjadi tidak mampu untuk diajak beraktifitas, begitu pula jika geraknya semakin cepat. Hal itu bisa diakibatkan karena pola hidup yang tidak teratur. Walau penghasilan dan tunjangan dari kantornya sangat mencukupi. Namun pekerjaannya menuntut Asminar untuk berpikir keras....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Hanny Handayani (52 Tahun)
Meningkatkan Kualitas Hidup “Paru-parunya terendam air beracun dan ada flek juga. Ia koma lebih dari sehari dan jantungnya berhenti berdetak sejenak. TNBB memang membawa banyak perubahan” Desember 2005 adalah momen bersejarah bagi Hanny. Bulan itulah Ia divonis menderita gagal ginjal. Hanny seharusnya langsung cuci darah, namun Ia menolak dan lebih memilih terapi obat. Akibatnya pada tahun 2006, Ia “kolaps”. Paru-parunya terendam air beracun dan ada flek juga. Ia koma lebih dari sehari dan jantungnya berhenti berdetak sejenak....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Ir. Imron Sofyan
Terhindar dari Cuci Darah “Diabetes kronis, asam lambung tinggi, jantung membesar dan ginjal yang bocor, belum lagi gangguan fungsi pankreas.” Mendengarkan cerita mengenai vonis komplikasi yang nyaris merenggut jiwanya, Ir. Imron tak lantas diam, melainkan berusaha keras mengurangi diabetes kronis, asam lambung tinggi, jantung membesar dan ginjal yang bocor. Belum lagi gangguan fungsi pankreas. ”Semua itu bermula sejak Mei 2007 yang lalu”, cerita Ir. Imron. Pola hidup tidak sehat yang selama ini Ia jalani ternyata justru memperparah penyakit diabetes yang diidapnya sejak tahun 1990....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Kisah Lainnya:

Berbagi Cerita - Berbagi Pengalaman

Apa kata mereka yang sudah pernah meminum produk tn-bb.com

Selengkapnya Klik Di Sini!

tn-bb.com