Road to Pearl

Di bulan Juli 2011, TNI menggelar acara Road to Pearl yang sangat diminati oleh IPC yang datang dari erbagai wilayah dari Indonesia. Sebanyak 90 peserta begitu antusias mendengarkan pemaparan dari Pak Sartana selaku Country Manager TNI Indonesia dan Pak Job K.Devianof selaku Business Development Manager mengenai tips dan trik untuk mengatasi tantangan dalam mencapai Pearl.
Berikut kesan dari peserta Road to Pearl :

Mohamad Suhendra

Ketika saya mendapatkan email dari Rachma tentang acara Road To Pearl (RTP), saya merasa senang sekali dan sangat antusias untuk menghadiri acara ini. Jempol saya pun langsung bergerak dengan lincah. Sesaat kemudian ratusan bit sms meluncur deras dari ponsel saya, menghampiri seluruh Jade yang saya banggakan,
bahkan sampai ke pelosok Yogyakarta. Dan tanpa menunggu matahari terbit berkali-kali, nama saya pun sudah bertengger di urutan ke 5 sebagai peserta RTP. Saat acara, Alhamdulillah, 8 orang downline saya menghadiri acara ini dengan semangat.
Bagi saya, RTP adalah momentum untuk mencari tahu, mengevaluasi, dan mengatur kembali langkah-langkah apa yang harus saya lakukan bersama tim. Apalagi ini adalah RTP pertama sejak kehadiran Pak Job (Business Development Manager TNI) yang luar biasa dan penuh semangat.

Sebelumnya saya sempat bimbang, apakah konsistensi menjalankan bisnis TNI dengan cara-cara yang benar dan sehat menjadi penyebab dari lamanya saya menjadi Pearl. Di RTP akhirnya saya menyadari bahwa bukan itulah penyebabnya. Pak Sartana justru menguatkan hati kami melalui nasihatnya yang bijak, “Kalau Anda ingin
frontline menjadi Jade, lalu Anda minta dia untuk membayar 60 juta, maka lebih baik Anda ke laut saja. Mulailah lagi dari Coral, ikuti CELT.” Terasa sekali bahwa Country Manager kita yang gagah ini sangat tidak suka dengan cara-cara ‘investasi’ dan ‘nembak’. Karena pola kerja seperti ini tidak bisa dan tidak pantas untuk diduplikasi. Kami salut dengan sikap tegas dari seorang pemimpin berkumis yang penuh integritas seperti ini.

Di RTP kita diingatkan untuk menerapkan kiat membangun motivasi melalui kesengsaraan dan kenikmatan. Melalui RTP, Pak Sartana dan Pak Job juga memberikan arahan kerja yang sangat jelas, terperinci, dan bisa diduplikasikan. Untuk meraih sukses yang kokoh di TNI, maka kita harus memperbanyak terus jumlah anggota
kita yang menguasai pengetahuan produk dan penyakit (minimal 5 penyakit paling mematikan di Indonesia); memahami marketing plan TNI; mengetahui sistem training dan penghargaan TNI serta memiliki kecakapan dalam meyakinkan orang lain. Semoga kita semua berkenan menjalankan arahan ini dengan rasa ikhlas dan antusias.
Buat teman-teman yang masih Jade, mari kita jadikan Pearl sebagai hadiah terindah di tahun ini untuk kita dan pasangan tercinta. Salam Sukses.
Ia Orana.

Astrid I. Haznam

Road to Pearl yang diadakan oleh manajemen TNI pada bulan Juli 2011 lalu, benar-benar bermanfaat bagi para IPC dengan title Jade yang ingin mengejar title Pearl. Ternyata banyak tips atau cara bagi kami untuk meraih Pearl. Kesalahan umum kami, para Jade adalah, fokus kepada 200 case atau 24,000 QV. Padahal, jika
kita sudah bisa meraih title Jade, seharusnya kita bisa menduplikasikannya kepada downline kita. Jadi kunci untuk mencapai Pearl kita harus fokus kepada downline yang aktif dan mendampingi terus para downline personal sponsor kita tersebut sampai mereka menjadi Jade.

Ketika kita memiliki 5 Jade personal sponsor, maka secara otomatis kita akan mencapai kualifikasi Pearl. Satu hal lagi, ACTION. Tanpa action pastinya tidak akan tercapai. Pak Sartana sebagai Country Manager TNI juga menghimbau kami untuk fokus kepada pengembangan networking dan rajin menghadiri acara – acara TNI, daripada sibuk mengurusi ‘black market’, yang notabene terjadi pada semua bisnis yg berbasis networking. Yang penting Manajemen TNI selalu peka terhadap kebutuhan para IPC untuk mengembangkan bisnisnya.
Terimakasih kepada Manajemen TNI yang sangat mengerti dengan kendala-kendala yang dihadapi oleh para IPC, sehingga terus menyediakan fasilitas berupa kelas-kelas yang memberikan ilmu yg sangat berguna untuk bekal
para IPC dalam mengembangkan bisnis Tahitian Noni. Saya pribadi juga menghaturkan terima kasih kepada upline saya, Ibu Yuliana Mardiah yg terus membimbing saya 🙂 juga kepada suami & anak saya yg sangat mendukung saya dalam menjalankan bisnis Tahitian Noni ini. Ia’Orana!!