Rita Larasati

"Demam Berdarah Dengue (DBD)"

Pembuluh Darah Pecah

“Mengonsumsi TNBB 30 ml setiap jam meminimalkan biaya rumah sakit yang membengkak”

ULANG TAHUN Rita ketujuh belas pada 2008 lalu menjadi momen yang takkan terlupakan olehnya Pasalnya, saat itu Rita justru jatuh sakit. Demamnya naik turun selama seminggu. Namun belum ada bercak-bercak merah di kulitnya, sehingga keluarga tak mengira Ia menderita DBD. Akhirnya Ia di larikan ke rumah sakit. Di sana, Rita pingsan. Setelah diperiksa, trombositnya tinggal 2.000. Ia positif menderita demam berdarah dengue (DBD).

Ia juga didiagnosa mengidap tipus dan gangguan liver. Seminggu di rumah sakit, pembuluh darah Rita pecah, Ia muntah darah. tak hanya keluar dari mulut, darah juga keluar dari hidung dan kemaluannya. Ibu Rita (Neneng Maryati) yang menunggunya bahkan pingsan melihat putrinya muntah darah. Dalam kondisi kritis inilah, sang kakak -Sopyan- teringat pada TNBB (TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™ – Original). Sopyan memiliki jasa ekspedisi. Sejak 2007 sampai 2009, TNBB menjadi salah satu kliennya. Sopyan kerap membaca-baca testimoni TNBB. Ia tertarik melihat pengalaman kesembuhan banyak orang. Sopyan segera membelikan TNBB untuk adiknya.

*Rita pun mulai mengonsumsi TNBB sebanyak 30 ml setiap jam. Trombositnya yang tadinya naik turun merambat naik dengan stabil. Dua hari setelah itu, trombositnya sudah mencapai 24.000. Sudah normal.

Ia pun diperbolehkan pulang. “Saat Rita pulang, sisa obatnya masih sangat banyak. Nilainya mencapai 1,8 juta. Saya lalu mengusahakan agar sisa obat ini bisa di tukar dengan uang, atau paling tidak vitamin. Buat apa lagi obat sebanyak itu?” kata Sopyan. Untunglah, pihak RS bersedia mengganti sisa obatnya dengan uang.

Sebenarnya, ada satu penyakit yang masih mengganjal ketika Rita pulang. Livernya masih belum beres. Ini menyebabkan Rita sering lemas dan demam.

Dokter meresepkan obat yang wajib diminumnya sebulan penuh. Baru seminggu, Rita sudah alergi pada obat itu. Badannya merah-merah dan gatal.

Akhirnya, ia hanya mengonsumsi TNBB tiga kali sehari, masing-masing 30 ml. Perlahan-lahan, Ia merasa sehat dan semakin pulih. Hingga kini, Rita tetap meminum 30 ml TNBB setiap hari, dua kali sehari.

Kisah Serupa:

Deti Fardiyati Salim
Saya seorang ibu rumah tangga. Umur saya saat ini 49 tahun. Ketika masih gadis (20 tahun), ditemukan benjolan pada payudara kanan bawah dan dokter menyarankan agar segera operasi untuk membuang benjolan tersebut. Sewaktu dioperasi ternyata ada 3 buah tumor jinak (Fibroadenoma mamae). Setelah saya menikah dan dikaruniai 3 orang anak, tumor itu muncul lagi bahkan teraba beberapa benjolan di kedua payudara saya dan terasa sakit setiap menjelang menstruasi. Hal ini tentu saja sangat mengganggu dan saya khawatir benjolan tersebut menjadi ganas....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Neneng Maryati (53 tahun)
“Cukup Dengan TNBB” Sebenarnya Neneng Maryati sudah merasa kesehatannya bermasalah sejak tahun 2008. Ia kerap merasa sakit saat buang air kecil. Bila terlalu lelah, ia demam dan kakinya bengkak. Ia tidak memeriksakan diri ke rumah sakit. Ia trauma pada rumah sakit karena putrinya pernah dirawat di RS dan mengalami pendarahan akibat demam berdarah. Karena itulah, sakit apapun yang dideritanya, Neneng hanya mau minum obat dari Dokter puskesmas. April 2010, ibu Neneng meninggal....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Kisah Lainnya:

Berbagi Cerita - Berbagi Pengalaman

Apa kata mereka yang sudah pernah meminum produk tn-bb.com

Selengkapnya Klik Di Sini!

tn-bb.com