Rani Ambasari (28 Tahun)

"Kanker Payudara"

Semua Ciptaan Tuhan Pasti Bermanfaat

“Saya yakin, apapun ciptaan Tuhan pasti ada manfaatnya dan buah Noni adalah salah satunya”

MENEMUKAN benjolan sebesar bakso (kecil) di payudara tentu hal yang menakutkan bagi seorang wanita. Itulah yang dialami oleh Rani. Saat itu, tahun 2007, ia bahkan baru berusia 24 tahun. Hasil USG menunjukkan benjolan itu cuma tumor jinak. Meskipun tak berbahaya, tumor itu harus diangkat. Setelah operasi di lakukan, tumor lalu diperiksa. Menurut pemeriksaan patologi, tumor itu ternyata ganas. Rani disarankan untuk menjalani radioterapi atau penyinaran untuk menuntaskan sel-sel kanker dalam tubuhnya. “Saya enggan disinar karena takut efek sampingnya kulit gosong dan hitam. Radioterapi memang mematikan sel kanker, tapi sel-sel sehat juga ikut mati. Saya lalu mencari second opinion ke lima dokter. Namun semuanya berpendapat sama,” tutur Rani.

Rani lalu menunda radioterapi hingga setahun, tapi ucapan Dokter terus menghantuinya. Akhirnya, pada tahun 2008, ia menjalani 30 kali radioterapi selam 2,5 bulan. Tiga bulan setelah paket radioterapinya selesai, hasil tes darah Ca15-3 cukup baik. Penanda kankernya menunjukkan angka sembilan (rujukannya tidak boleh melebihi 28). Rani pun puas.

Namun tiga bulan kemudian, ketika melakukan tes darah Ca15-3 lagi, ia mendapat kabar buruk. “Rani, penanda tumormu naik jadi 14. Ada kemungkinan benjolanmu akan muncul lagi,” karta Dokter. Rani lalu disuruh menjalani enam kali radioterapi, tapi lagi-lagi Rani menolak karena ngeri pada efek sampingnya.

Tiga bulan setelah itu, Rani jatuh sakit. Ia demam tinggi selama sebulan penuh, kepala sebelah kanannya pusing seperti ditusuk-tusuk. Puncaknya Ia anfal, lemah terbaring di ranjang, tak bisa jalan dan tak ada makanan yang bisa masuk ke tubuh. Ia dirawat di rumah sakit selama seminggu penuh. Ternyata penanda kankernya sudah mencapai angka 25.

Karena tak kunjung ada perubahan, Rani keluar rumah sakit dengan dongkol. Ia juga tak mau minum obat-obatan medis lagi. Ia sudah lelah harus minum obat selama sakit. Saat itulah, Seorang teman mengiriminya TNBB (TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™ – original). Awalnya Rani menolak karena sudah merasa putus asa. Tapi lama-lama Ia tertarik karena TNBB berbentuk jus, bukan tablet seperti yang biasa diminumnya. “Tadinya saya hanya berniat menyembuhkan jerawat-jerawat di wajah. Saya minum TNBB empat kali sehari, setiap minum 60 ml.”

Alangkah terkejutnya Rani setelah tiga bulan mengonsumsi TNBB, penanda tumornya turun menjadi 17. Pada bulan kesembilan, penanda tumornya bahkan sudah mencapai titik aman, 9. “Sekarang saya segar bugar, walaupun banyak pekerjaan. Tak pernah jatuh sakit lagi. Hingga kini, saya terus meminum TNBB. TNBB itu terbuat dari buah noni, ciptaan Tuhan. Saya yakin, apapun ciptaan Tuhan pasti ada manfaatnya.”

Kisah Serupa:

Sulastri
Perkenalkan nama saya adalah Ibu Sulastri. Saya bekerja selama 30 tahun lebih di sebuah pabrik yang berlokasi di kawasan Tanjung Morawa, Medan. Dan pabrik tersebut menggunakan bahan kimia yang sangat berbahaya. Pada tahun 2005, saya bersama 14 orang pekerja wanita lainnya melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit dan hasilnya membuat kami semua kaget karena diketahui terdeteksi kanker payudara. Saya menghidap Kanker Payudara di sebelah kanan. Meskipun perusahaan membayar semua biaya pengobatan dan operasi di Rumah Sakit tetapi saya tidak mau dioperasi dan saya mencoba berbagai pengobatan alternatif namun kesembuhan tidak kunjung datang bahkan tidak mengalami perubahan sama sekali....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Sumiyati
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh, Awal tahun 2009, saya mendapatkan Anugrah Tuhan Allah Subhanahu Wata’ala berupa benjolan di payudara sebelah kiri. Setelah dilakukan pemeriksaan biopsi oleh Dokter Spesialis Bedah Onkologi di Rumah Sakit, ternyata di dalam benjolan terdapat kandungan Karsinoma (Kanker) stadium 2 yang aktif. Dokter menganjurkan supaya dioperasi mengingat penyakit Kanker apabila tidak segera diambil tindakan operasi akan cepat menyebar ke jaringan organ tubuh lainnya. Awal Maret 2009, saya mulai kemoterapi dan berakhir pada bulan Agustus 2009....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Roslina Simamora
Semangat Roslina Simamora dalam menghadapi cobaan patut diacungi jempol. Dengan prinsip “walaupun aku mati, masih ada harapan untuk kebangkitan”, perempuan asal Medan ini menunjukkan ketangguhan dan perjuangan yang sangat inspiratif untuk terus melawan penyakit kronis yang datang silih berganti selama 10 tahun. Komplikasi kanker rahim, payudara, kista di perut, dan vagina yang diderita Roslina menyebabkan beliau harus menanggung efek samping dari 8 operasi yang harus dijalaninya yaitu kelumpuhan. Sakit berkepanjangan yang dialami Roslina Simamora dari tahun 1990-2010, tidak lantas mematahkan semangat juangnya untuk sembuh dan hidup....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Siswati
Pada bulan Februari 2011 seperti biasa saya melakukan pemeriksaan dan menyadari ada benjolan pada payudara sebelah kanan. Lalu saya pergi ke salah satu rumah sakit untuk ditindaklanjuti. Pada tanggal 4 Juli 2011 dilakukan USG dan Mamografi dan hasilnya adalah kista kompleks. Berdasarkan anjuran dokter, saya akhirnya mengambil keputusan untuk operasi. Tanggal 20 Juli 2011 saya mendapatkan hasil laboratorium ternyata hasilnya Medullary Carcinoma Mammae. Dengan hasil yang didapat seperti itu saya langsung stres dan bingung....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Dr. Sri Purwaningsih
TNBB Memaksimalkan Terapi Medis “Stabilitas tubuh terus membaik dari hari ke hari.” Sudah hampir tiga tahun dr. Sri purwaningsih atau yang akrab dengan panggilan dr. Pur berjuang melawan kanker. Awalnya pada akhir tahun 2005, dr. Pur merasakan ada benjolan di lingkar payudaranya. Kecurigaannya bahwa itu adalah sebuah kanker pun ternyata terbuat setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan. Satu-satunya jalan mengobatinya adalah kemoterapi. Selama hampir enam bulan sejak Januari 2006 hingga Juni 2006, dr....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Ratna Monoarfa (61 Tahun)
Hindari Operasi “Saya terpaksa menahan rasa sakit di payudara karena tidak ingin operasi. Alhamdulillah ada seorang rekan yang mengenalkan saya pada TNBB.” Sebenarnya Ratna pernah mengalami operasi pengangkatan tumor payudara di usia remaja. Pasca operasi, Ratna menjalani hidup tanpa mengkhawatirkan tumor tersebut datang lagi. Karena menurutnya ia akan baik-baik saja. Minimnya informasi tentang pola hidup yang bisa memicu tumor payudaranya datang kembalipun tidak ia miliki, dan kalaupun pernah ia menerima informasi tersebut, maka ia akan mengindahkan dan dan tak memperdulikannya....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Kisah Lainnya:

Berbagi Cerita - Berbagi Pengalaman

Apa kata mereka yang sudah pernah meminum produk tn-bb.com

Selengkapnya Klik Di Sini!

tn-bb.com