Pria Berperut Buncit Lebih Rentan terhadap Osteoporosis

Memiliki perut buncit tidak hanya dapat membuat merasa kurang percaya diri saja terhadap penampilannya, tetapi juga menempatkan risiko kesehatan yang lebih tinggi. Bagi pria, perut buncit juga telah terkait dengan risiko pengeroposan tulang. Sangat penting bagi pria untuk menyadari bahwa kelebihan lemak perut tidak hanya merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung dan diabetes, teapi juga merupakan faktor risiko pengeroposan tulang.

Jumlah pria yang mengalami kegemukan pada usia 20-an tahun mengalami mulai mengalami peningkatan. Obesitas terkait dengan penyakit kardiovaskuler, diabetes, kolesterol tinggi, asma, sleep apnea dan penyakit sendi. Meningkatnya berat badan meningkatkan risiko keropos tulang yang lebih tinggi. Penelitian terhadap 35 pria obesitas dengan rata-rata usia 34 tahun untuk mengetahui kaitan antara lemak perut yang menumpuk dengan kondisi tulangnya.

Penelitian selama ini hanya berfokus pada wanita saja, sehingga ini yang pertama kali mempelajari kaitannya pada pria. Hasil yang didapat cukup signifikan dimana peserta yang memiliki perut yang lebih buncit, kondisi tulangnya lebih cepat rapuh. Perut buncit disebabkan karena tumpukan lemak visceral atau intra-abdomen, yaitu jenis lemak yang terletak jauh di bawah jaringan otot di rongga perut. Hal yang mempengaruhi penumpukan lemak visceral ini adalah genetika, diet yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.

Kelebihan lemak visceral dianggap sangat berbahaya, karena pada penelitian sebelumnya telah dikaitkan dengan peningkatan risiko untuk penyakit jantung. Sebuah studi observasional juga telah menentukan bahwa lemak visceral yang berlebih merupakan faktor risiko osteoporosis. Para peneliti mengukur lemak perut peserta penelitian dan mempelajari dampaknya terhadap kekuatan tulang.