Penyakit Hemophilia

Hemophilia bukan suatu penyakit namun lebih salah satu dari kelompok penyakit-penyakit perdarahan yang diwariskan yang menyebabkan perdarahan yang abnormal atau yang berlebih-lebihan dan penggumpalan darah yang buruk. Istilah paling umum digunakan untuk merujuk pada dua kondisi-kondisi spesifik yang dikenal sebagai hemophilia A dan hemophilia B, yang akan menjadi subyek-subyek utama dari artikel ini.

Hemophilia A dan B dibedakan oleh gen spesifik yang bermutasi (berubah menjadi rusak) dan menyandi untuk faktor penggumpalan (protein) yang rusak pada setiap penyakit. Jarang, hemophilia C ditemui, namun efeknya pada penggumpalan jauh kurang tegas daripada A atau B.

Hemophilia A dan B diwariskan pada pola genetik terpendam yang dihubungkan pada X dan oleh karenanya jauh lebih umum pada pria-pria. Pola dari warisan ini berarti bahwa gen yang diberikan pada kromosom X mengungkapkan dirinya hanya ketika tidak ada gen normal yang hadir

Contohnya, seorang anak laki-laki mempunyai hanya satu kromosom X, jadi seorang anak laki-laki dengan hemophilia mempunyai gen yang rusak pada kromosom X tunggalnya (dan jadi dikatakan menjadi hemizygous untuk hemophilia). Hemophilia adalah penyakit genetik yang berhubungan dengan X yang paling umum.

Meskipun adalah jauh lebih jarang, seorang anak perempuan bisa mempunyai hemophilia, namun ia akan harus mempunyai gen yang rusak pada kedua kromosom-kromosom X-nya atau mempunyai satu gen hemophilia ditambah salinan yang hilang atau rusak dari kromosom X yang kedua yang harus membawa gen-gen yang normal.

Jika anak perempuan mempunyai satu salinan dari gen yang rusak pada satu dari kromosom X-nya dan kromosom X kedua yang normal, ia tidak mempunyai hemophilia namun dikatakan menjadi heterozygous untuk hemophilia (carrier). Anak-anak lelaki mereka mempunyai 50% kesempatan mewariskan satu gen X yang bermutasi dan jadi mempunyai 50% kesempatan mewariskan hemophilia dari ibu pembawa mereka.

Hemophilia A terjadi pada kira-kira 1 dari setiap 5000 kelahiran-kelahiran pria yang hidup. Hemoplilia A dan B terjadi pada semua kelompok-kelompok suku-suku bangsa. Hemophilia A adalah kira-kira empat kali lebih umum daripada B; B terjadi pada kira-kira 1 dari 20- 34,000 kelahiran-kelahira pria yang hidup.

Hemophilia telah disebut penyakit kerajaan karena ratu Victoria, ratu dari Inggris dari tahun 1837 sampai 1901, ialah pembawa (carrier). Anak-anak perempuannya memberikan gen yang bermutasi pada anggota-anggota dari keluarga kerajaan dari Jerman, Spanyol, dan Russia. Alexandra, cucu perempuan dari ratu Victoria, yang menjadi Tsarina dari Russia pada awal abad ke 20 ketika ia menikahi Tsar Nicholas II, adalah pembawa. Anak lelaki mereka, Tsarevich Alexei, menderita hemophilia.

Penyebab

Seperti disebutkan diatas, hemophilia disebabkan oleh mutasi genetik. Mutasi-mutasi yang melibatkan gen-gen yang menyandi protein-protein yang adalah penting dalam proses penggumpalan darah. Gejala-gejala perdarahan timbul karena penggumpalan darah terganggu.

Proses penggumpalan darah melibatkan rentetan dari mekanisme-mekanisme yang kompleks, biasanya melibatkan 13 protein-protein yang berbeda yang secara klasik diistilahkan I sampai XIII dan ditulis dengan angka-angka romawi. Jika lapisan dari pembuluh-pembuluh darah rusak, platelet-platelet direkrut ke area yang terluka untuk membentuk sumbatan awal.

Platelet-platelet yang diaktifkan ini melepaskan kimia-kimia yang memulai kaskade penggumpalan, mengaktifkan rentetan dari 13 protein-protein yang dikenal sebagai faktor-faktor penggumpalan (pembeku). Akhirnya, fibrin terbentuk, protein yang bersilang dengan dirinya sendiri untuk membentuk mesh yang membentuk gumpalan darah yang terakhir. Protein yang terlibat dengan hemophilia A adalah faktor VIII (faktor 8)dan dengan hemophilia B adalah faktor IX (faktor 9).

Hemophilia A disebabkan oleh mutasi pada gen untuk faktor VIII, jadi ada kekurangan dari faktor penggumpalan ini. Hemophilia B (juga disebut penyakit Christmas) berakibat dari kekurangan dari factor IX yang disebabkan oleh mutasi pada gen yang bersamaan.

Kondisi yang dirujuk sebagai hemophilia C melibatkan kekurangan faktor penggumpalan XI. Kondisi ini adalah jauh lebih jarang daripada hemophilia A dan B dan secara khas menjurus pada gejala-gejala yang ringan. Ia juga tidak diwariskan pada cara yang berhubungan dengan X dan mempengaruhi orang-orang dari dua jenis kelamin.

Hemophilia A adalah lebih umum daripada hemophilia B. Kira-kira 80% dari orang-orang dengan hemophilia mempunyai hemophilia A. Hemophilia B terjadi pada kira-kira 1 dari setiap 25,000 sampai 30,000 orang-orang. Subkelompok dari yang dengan hemophilia B mempunyai apa yang disebut Leyden phenotype, yang dikarakteristikan oleh hemophilia yang parah pada masa kanak-kanak yang membaik pada masa remaja.

Gejala-Gejala

Hemophilia bisa berbeda-beda pada keparahannya, tergantung pada tipe mutasi tertentu (kerusakan genetik). Derajat dari gejala-gejala tergantung pada tingkat-tingkat dari faktor penggumpalan yang terpengaruh. Penyakit yang parah ditentukan sebagai aktivitas faktor kurang dari 1%, aktivitas faktor 1% sampai 5% adalah penyakit yang sedang, dan aktivitas faktor lebih besar dari 5% merupakan penyakit yang ringan. Luas perdarahan tergantung pada keparahan (jumlah dari aktivitas faktor) dan adalah serupa untuk hemophilia A dan B.

Dengan hemophilia yang parah (A atau B), perdarahan mulai pada umur yang dini dan mungkin terjadi secara spontan. Mereka yang dengan hemophilia ringan mungkin hanya berdarah secara berlebihan sebagai jawaban atas luka atau trauma. Pembawa-pembawa (carriers) wanita dari hemophilia mempunyai beragam derajat-derajat dari aktivitas faktor.

Beberapa mungkin mempunyai tingkat-tingkat yang mendekati normal dan tidak menunjukan kecenderungan-kecenderungan perdarahan apa saja, sementara beberapa mungin mempunyai kurang dari 50% reduksi yang diramalkan dan mungkin berdarah lebih seringkali daripada perempuan-perempaun non-carrier (bukan pembawa).

Pada hemophilia yang parah, episode-episode perdarahan biasanya mulai dalam 2 tahun pertama kehidupannya. Perdarahan yang berat setelah disunat (circumcision) pada pria-pria adakalanya adalah tanda pertama dari kondisi ini. Gejala-gejala mungkin berkembang dikemudian hari pada mereka yang dengan penyakit yang sedang atau ringan.

Perdarahan dari hemophilia bisa terjadi dimana saja dalam tubuh. Tempat-tempat yang umum untu perdarahan adalah sendi-sendi, otot-otot, dan sistim pencernaan. Tempat-tempat spesifik dan tipe-tipe perdarahan didiskusikan dibawah.

· Perdarahan Kedalam Otot-Otot mungkin terjadi dengan pembentukan hematoma (compartment syndrome).
· Perdarahan Dari Sistim Pencernaan bisa menjurus pada darah dalam feces.
· Perdarahan Dari Sistim Urin bisa menjurus pada darah dalam urin (hematuria).
· Perdarahan Yang Meningkat Setelah Operasi Atau Trauma adalah karakteristik dari hemophilia.
· Intracranial hemorrhage (perdarahan kedalam otak atau tengkorak) bisa menjurus pada gejala-gejala seperti mual, muntah, dan/atau kelesuan.
· Perdarahan Dari Mulut Atau Mimisan mungkin terjadi. Perdarahan setelah prosedur dental adalah umum, dan mengeluarkan darah dari gusi-gusi mungkin terjadi pada anak-anak yang muda ketika gigi-gigi baru muncul.
· Hemarthrosis (perdarahan kedalam sendi-sendi) adalah karakteristik dari hemophilia. Lutut-lutut dan pergelangan-pergelangan adalah paling sering terpengaruh. Perdarahan menyebabkan penggelembungan dari ruang-ruang sendi, nyeri yang signifikan, dan melalui waktu, bisa menjadi berubah bentuk. Melalui waktu, perusakan sendi terjadi, dan operasi-operasi penggantian sendi bisa menjadi diperlukan.