Pengaruh Golongan Darah pada Penyakit Jantung

Golongan darah seseorang ternyata tak hanya terkait dengan jenis diet yang tepat, tapi juga risiko terkena penyakit jantung. Orang yang memiliki golongan darah AB risikonya paling tinggi. Menurut penelitian, orang dengan golongan darah AB beresiko 32 persen terkena penyakit jantung. Sementara golongan darah B risikonya 11 persen, dan orang dengan golongan darah A risikonya 5 persen lebih tinggi dibanding orang golongan darah O.

Meski golongan darah tidak bisa kita ubah, tetapi mengetahui adanya risiko berdasarkan golongan darah ini diharapkan bisa membantu para dokter untuk mengetahui siapa yang beresiko terkena penyakit jantung. Mengetahui golongan darah kita sama pentingnya dengan tahu kadar kolesterol dan tekanan darah. Jika kita memang beresiko, kita bisa menurunkan risikonya dengan menjalankan gaya hidup sehat seperti menjauhi rokok, olahraga dan makan dengan sehat.

Namun para ilmuwan masih ingin mencari tahu apa kaitan antara golongan darah dengan risiko penyakit jantung. Tetapi penelitian sebelumnya menunjukkan orang yang bergolongan darah A memiliki level kolesterol jahat (LDL) lebih tinggi dan orang bergolongan darah AB beresiko inflamasi. Tahun lalu, studi yang dipresentasikan dalam pertemuan American Hearth Association juga menyebutkan adanya kaitan antara risiko serangan stroke dengan golongan darah. Golongan darah AB pada pria dan wanita, serta golongan darah B pada wanita memiliki risiko stroke lebih tinggi dibandingkan dengan orang bergolongan darah O.