Pekerjaan Terburuk Buat Paru-paru

Banyak jenis pekerjaan yang cukup berisiko untuk kesehatan. Misalnya, banyak pekerja yang mengembangkan penyakit paru oleh karena lingkungan tempat kerja yang tidak sehat. Jika mengetahui penyebabnya, risiko penyakit paru pada para pekerja bisa dicegah atau setidaknya bisa menurunkan risiko. Sebagian besar jenis penyakit paru akibat lingkungan kerja bisa dicegah. Tindakan pengendalian sederhana bisa secara nyata mengurangi paparan dan risiko.

Berikut pekerjaan terburuk bagi kesehatan paru-paru pekerja:

Ø Praktisi medis
Sekitar 8-12 orang yang sensitif terhadap residu bubuk yang ditemukan dalam sarung tangan lateks adalah praktisi medis.
Sensitifitas tersebut bisa menyebabkan reaksi asma tipe berat. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut adalah membatasi paparan bila memungkinkan.

Ø Pekerja konstruksi
Pekerja yang menghirup debu pada pembongkaran atau renovasi bangunan bisa berisiko terkena kanker paru-paru, mesothelioma dan asbestosis.
Asbestosis merupakan penyakit yang menyebabkan jaringan parut di paru-paru. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan memakai alat pelindung, termasuk respirator saat bekerja di sekitar bangunan dan menghindari merokok.

Ø Pekerja pabrik
Pekerja pabrik bisa terkena debu, bahan kimia, dan gas yang menempatkan pada risiko Chronic obstructive pulmonary disease (COPD).

Ø Pekerja tekstil
Bisinosis, juga disebut brown lung disease, adalah umum di antara pekerja tekstil yang membuat jok, handuk, kaus kaki, seprei dan pakaian.
Pekerja bisa menghirup partikel yang dilepaskan dari kain katun atau bahan lainnya. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan memakai masker dan meningkatkan ventilasi di lingkungan kerja.

Ø Bartender
Melayani minuman di ruangan penuh asap menempatkan bartender pada risiko tinggi untuk penyakit paru-paru. Terutama jika secara terpapar perokok pasif selama bertahun-tahun.
Saat ini, banyak negara yang melarang merokok di restoran dan bar. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan sistem ventilasi yang baik dalam lingkungan bar.

Ø Pembuat kue
Pembuat kue menempati bagian atas daftar pekerjaan yang menyebabkan asma, yang secara keseluruhan mencapai 15 persen kasus asma baru pada orang dewasa.
Pembuat kue yang terpapar debu tepung berisiko sangat signifikan mengembangkan sensitisasi alergi. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan ventilasi yang baik dan penggunaan masker pelindung.

Ø Industri otomotif
Asma bisa menjadi risiko kesehatan paru bagi pekerja dalam industri otomotif. Cat auto spray seperti isosianat dan produk poliuretan, bisa mengiritasi kulit, menyebabkan alergi dan menyebabkan sesak dada, dan kesulitan bernapas yang parah.
Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan respirator, sarung tangan, kacamata, dan ventilasi dyang memadai.

Ø Pekerja angkutan
Supir truk, yang sering membongkar muatan barang di dermaga, dan pekerja industri kereta api bisa berisiko untuk COPD. Knalpot diesel adalah faktor terbesar.
Meskipun mesin sekarang memancarkan gas buang diesel yang lebih sedikit karena perkembangan teknologi, diesel knalpot masih tersebar luas. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah sebisa mungkin menghindari area knalpot diesel dan mengenakan masker pelindung.

Ø Pemadam kebakaran
Petugas pemadam kebakaran bisa menghirup asap dan berbagai bahan kimia yang mungkin ada dalam gedung atau rumah yang terbakar.
Meskipun perlengkapan pelindung pernapasan telah disediakan bagi pekerja, namun kadang tidak selalu dipakai. Paparan bahan beracun dan asbes adalah risiko bahkan setelah api berhasil dipadamkan. International Association of Firefighters telah merekomendasikan pemakaian alat pelindung pernapasan pada semua tahap pemadam kebakaran.

Ø Pekerja pertambangan
Penambang berada pada risiko tinggi untuk sejumlah penyakit paru-paru, termasuk COPD, karena paparan debu.
Silika di udara yang juga dikenal sebagai kuarsa bisa menyebabkan silikosis. Penambang batubara berisiko untuk jenis lain dari penyakit jaringan parut di paru yang disebut pneumokoniosis (paru-paru hitam). Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan adalah tidak merokok dan menggunakan masker.