Otak Janin Terancam Rusak Jika Kurang Vitamin C Saat Hamil,

Dibanding beberapa jenis vitamin lain, vitamin C merupakan vitamin yang paling banyak dikonsumsi orang. Kepopuleran vitamin ini mungkin didorong oleh segudang manfaat yang bisa didapat dari konsumsinya, yang memang lebih umum untuk keadaan sehari-hari. Vitamin C merupakan antioksidan utama dari semua jenis vitamin dalam melawan radikal bebas, dan berperan besar juga dalam meningkatkan sistem imun dalam pertahanan tubuh terhadap penyakit, disamping banyak lagi pengaturan fungsi tubuh dan penyerapan zat-zat gizi tertentu.

Vitamin ini mudah larut dalam air sehingga bila vitamin yang dikonsumsi melebihi yang dibutuhkan, kelebihan tersebut akan dibuang dalam urine. Karena tidak disimpan dalam tubuh, vitamin C sebaiknya dikonsumsi setiap hari. Dosis yang rata-rata dibutuhkan bagi orang dewasa adalah 60-90 mg/hari. Tapi bisa juga lebih tergantung kondisi tubuh dan daya tahan masing-masing orang yang berbeda-beda. Batas maksimum yang diizinkan untuk mengkonsumsi vitamin C adalah 1000 mg/hari.

Vitamin C diyakini bisa meningkatkan sistem imun dan kaya antioksidan. Ditambah dengan imagenya yang lekat dengan buah jeruk yang enak dan menyegarkan membuat vitamin ini digemari banyak orang. Penelitian menemukan bahwa vitamin C juga amat diperlukan bagi perkembangan otak janin. Para ilmuwan dari University of Copenhagen baru-baru ini menemukan bahwa kekurangan vitamin C pada ibu hamil bisa menyebabkan kerusakan otak pada janin yang dikandungnya. Yang lebih berbahaya, kerusakan ini tidak bisa diperbaiki dengan memberi suplemen vitamin C setelah bayi dilahirkan.

Kekurangan vitamin C pada ibu hamil bisa menghambat pertumbuhan hippocampus, pusat memori yang penting pada janin sebanyak 10-15 persen, sehingga mencegah otak berkembang secara optimal. Sekelompok ilmuwan meneliti marmut jenis gunea pig yang hamil beserta bayinya. Seperti halnya manusia, marmut guinea pig tidak bisa memproduksi vitamin C sendiri. Oleh karena itu, marmut ini dianggap sebagai model penelitian yang tepat untuk bisa dibandingkan dengan manusia.

Penelitian menemukan bahwa vitamin C amat berperan dalam perkembangan bagian otak yang penting untuk daya ingat. Dalam penelitian, anak marmut yang lahir dengan kekurangan vitamin C dibagi menjadi 2 kelompok. Salah satu kelompok diberi suplemen vitamin C, sedangkan kelompok lainnya tidak. Saat marmut berusia 2 bulan atau setara dengan manusia remaja, penelliti tidak melihat adanya perbaikan otak pada kedua kelompok marmut, termasuk kelompok yang diberi vitamin C setelah dilahirkan. Sayangnya para ilmuwan belum begitu memahami kapan tepatnya masa kehamilan yang bisa mempengaruhi perkembangan otak janin.

Orang-orang dengan status ekonomi rendah yang memiliki pola makan buruk dan mungkin juga merokok sering menderita kekurangan vitamin C. Anak-anaknya berisiko terlahir dengan daya ingat yang kurang berkembang. Anak-anak ini mungkin mengalami masalah belajar. Dalam konteks sosial, sejarah anak-anak yang terlahir kekurangan vitamin C ini berulang karena anak-anak merasa lebih sulit untuk melepaskan diri dari lingkungan tempat ia dilahirkan. Kekurangan ini bisa dicegah jika ibu hamil makan berbagai jenis makanan bergizi, tidak merokok dan mengambil multi vitamin harian selama kehamilan.