Nutrisi Agar Terhindar Dari Penyakit Mata

Penyakit mata adalah salah satu penyebab paling umum dari cacat tetap di Amerika Serikat. Lebih dari 20 juta orang Amerika yang berusia 40 tahun atau lebih menderita katarak, dan 10 juta orang Amerika usia 60 ke atas menderita age related macular degeneration (AMD). AMD bisa terjadi seiring bertambahnya usia. Nutrisi yang tepat memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya AMD. Katarak berkembang pada lensa mata ketika protein di lensa rusak. Protein tersebut bertanggung jawab untuk menjaga lensa mata. Ketika lensa rusak, lensa menjadi keruh atau buram, dan penglihatan akan menjadi kabur.

Penelitian mengenai nutrisi yang bisa membantu mencegah penyakit mata terus dilakukan. Para ilmuwan sedang mempelajari makanan yang bisa membantu mencegah degenerasi macular dan katarak. Penglihatan seringkali mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Tapi beberapa nutrisi terbukti bisa mencegah seseorang dari ancaman penyakit mata.

Seseorang bisa memiliki penglihatan yang berkurang ketika malam atau penglihatan ganda dengan katarak. Operasi seringkali diperlukan untuk menghilangkan katarak dan mengganti lensa yang rusak dengan lensa buatan. AMD terjadi ketika sel-sel di makula mata mati. Makula terletak di pusat retina di belakang mata, dan bertanggung jawab untuk ketajaman penglihatan. Nutrisi yang berhubungan dengan kesehatan mata adalah vitamin C dan E, karotenoid, beta karoten, lutein, zeaxanthin, omega-3 asam lemak, seng, vitamin B6, B9 (asam folat atau asam folat), dan B12.

Antioksidan, terutama lutein, bisa membantu mencegah terbentuknya produk limbah dalam retina, yang pada gilirannya membantu mengurangi risiko AMD. Folat dan vitamin B6 bisa mengurangi kehadiran homosistein kimia darah, yang menurunkan risiko AMD. Antioksidan juga membantu mencegah protein dalam lensa yang bisa menyebabkan katarak.

Berikut makanan yang mengandung nutrisi yang bisa menyehatkan mata antara lain:

• Buah-buahan dan sayuran merupakan sumber vitamin C dan E.
• Sayuran hijau gelap seperti kangkung dan bayam merupakan sumber lutein dan vitamin E.
• Buah-buahan dan sayuran yang berwarna kuning dang oranye mengandung beta karoten dan zeaxanthin.
• Teri, ikan herring, mackerel, salmon, sarden, trout, tuna, dan ikan putih merupakan sumber omega-3 asam lemak.
• Daging sapi, telur, kambing, susu, kacang, daging babi, dan biji-bijian mengandung seng.
• Pisang, ayam, kacang kering, ikan, hati, daging babi, dan kentang merupakan sumber vitamin B6.
• Jeruk, sereal, kacang kering, sayuran berdaun hijau, hati, jamur, kacang-kacangan, dan kacang polong merupakan sumber asam folat.
• Produk susu, telur, daging, unggas, dan kerang mengandung vitamin B12.

Diet tinggi karbohidrat olahan, seperti nasi putih, roti putih, dan pasta, sebenarnya bisa meningkatkan resiko terkena AMD.

Jenis makanan tersebut memiliki indeks glikemik yang tinggi, yang berarti akan dipecah menjadi glukosa darah dengan cepat. Pililah roti dan pasta yang terbuat dari biji-bijian dan beras merah untuk mendapatkan karbohidrat kompleks. Peneliti mengungkapkan bahwa mengkonsumsi suplemen tertentu dosis tinggi vitamin E, beta karoten, seng, dan tembaga bisa mencegah perkembangan AMD ke tahap lanjut. Peneliti tidak menemukan bukti bahwa suplemen tersebut menguntungkan bagi yang tidak menunjukkan tanda-tanda AMD atau bagi mereka dengan AMD tahap awal. Bagi mereka dengan tingkat menengah AMD yang ingin mencoba suplemen, seharusnya mendiskusikannya dengan dokter.

Kita juga perlu melihat efek jangka panjang dari suplemen tersebu. Sebagai contoh, formula AREDS memiliki kadar yang sangat tinggi dari beta karoten, yang bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perokok. Diet banyak sayuran berdaun hijau, ikan dan sereal yang diperkaya bisa menjadi alternatif yang lebih aman daripada mengonsumsi suplemen.