Migrain Bisa Memicu Timbulnya Luka pada Otak Wanita

Migrain merupakan sakit kepala berdenyut yang menyakitkan dan paling sering terjadi pada wanita. Sakit kepala tersebut bisa sembuh dan kambuh lagi, tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa migrain bisa berpotensi menyebabkan luka pada otak. Para peneliti menemukan bahwa otak wanita penderita migrain dapat mengembangkan lesi atau luka pada otak. Selama 9 tahun studi, lesi otak tersebut berkembang lebih cepat daripada lesi pada otak wanita tanpa sakit kepala migrain.

Temuan ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi para penderita migrain, karena penelitian sebelumnya telah mengaitkan antara jenis lesi otak tertentu, yang disebut hyperintensities dengan peningkatan risiko stroke dan demensia. Jika Anda menderita migrain, segera ambil tindakan pencegahan ekstra untuk meminimalkan risiko kesehatan. Anda bisa memperbaiki gaya hidup untuk mencegah migrain seperti berhenti merokok, tidur yang cukup, dan meningkatkan aktivitas fisik.

Para ahli belum mengetahui secara pasti apakah mencegah dan mengobati migrain dapat mengurangi perkembangan lesi pada otak. Tetapi setidaknya dengan mencegah kambuhnya migrain, dapat membantu Anda mengurangi rasa sakit yang mungkin memperburuk lesi otak. Yang pertama kali perlu Anda lakukan ialah melacak pemicu migrain, seperti kafein, alkohol, kurang tidur, dan melewatkan jam makan. Sakit kepala yang disebabkan oleh salah satu faktor tersebut bisa diatasi dengan mudah.

Jika migrain terlalu menyiksa, Anda bisa mengambil perawatan resep atau metode alternatif lain yang lebih alami seperti akupunktur, pijat, dan mengambil suplemen vitamin B2. Cara ini telah terbukti memiliki manfaat potensial dalam mencegah atau mengobati sakit kepala migrain.