Migrain Aura Membuat Wanita Mudah Terkena Serangan Jantung

Sakit kepala sebelah atau sering disebut migrain banyak dialami oleh para wanita, rasanya lebih menyakitkan dari pada sakit kepala biasa yang menyerang dua sisi kepala. Belum lagi jika gejalanya diiringi dengan munculnya kilatan cahaya atau gangguan penglihatan lain yang disebut dengan aura. Padahal baru-baru ini sebuah studi menemukan bahwa wanita yang menderita migrain aura berisiko tinggi terkena serangan jantung.

Migren merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dikeluhkan. Serangan penyakit ini terkadang datang secara tiba-tiba. Penderita migren akan merasakan nyeri dan berdenyut seperti dipukul, ditarik-tarik, dan biasanya cenderung lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.

Migrain kadang kala agak sulit dibedakan dengan sakit kepala jenis lain. Sakit kepala akibat gangguan pada sinus atau akibat ketegangan otot leher mempunyai gejala yang hampir sama dengan gejala migrain. Migrain dapat timbul bersama penyakit lain misalnya asma dan depresi. Penyakit yang sangat berat, misalnya tumor atau infeksi, dapat juga menimbulkan gejala yang mirip migrain. Namun kejadian ini sangat jarang.

Bahkan di antara para partisipan yang mengaku mengalami migrain aura, tingkat kejadian kardiovaskularnya, termasuk serangan jantung dan stroke mencapai 7,9 kejadian per 1.000 wanita setiap tahunnya. Padahal angka ini jauh lebih tinggi daripada tingkat kejadian kardiovaskular pada populasi secara keseluruhan yang hanya 2,4 kejadian per 1.000 wanita per tahunnya.

Faktanya setelah tekanan darah, migrain aura dikategorikan sebagai kontributor terkuat kedua terhadap risiko serangan jantung dan stroke, disamping diabetes tipe 2, merokok dan obesitas. Studi ini melibatkan 27.860 wanita dari AS yang berusia 45 tahun ke atas dan tidak mengidap penyakit kardiovaskular di awal studi. 1.400 Partisipan di antaranya menderita migrain aura. Di akhir studi atau 15 tahun kemudian dilaporkan terdapat 1.030 kasus serangan jantung, stroke atau kematian akibat kejadian kardiovaskular.

Namun studi ini hanya menemukan kaitan antara migrain aura dengan risiko serangan jantung jadi bukan berarti setiap wanita yang memiliki migrain aura akan terkena serangan jantung ataupun stroke. Tapi kemungkinan faktor utamanya berkaitan dengan migrain sekaligus kejadian kardiovaskular itu sendiri. Untuk itu, studi ini menyarankan para wanita penderita migrain aura agar mengurangi faktor risiko kardiovaskularnya, misalnya dengan selalu mengontrol tekanan darah, tidak merokok dan mempertahankan berat badan yang sehat.

Menanggapi studi ini, seorang pakar neurologis berkomentar, Migrain aura terjadi ketika salah satu pembuluh darah di otak menyempit sehingga mengurangi aliran darah ke sejumlah bagian otak. Akibatnya ketika pembuluh darah melebar untuk meningkatkan aliran darah, muncullah sakit kepala. Jadi ada kemungkinan bahwa ada faktor yang sama yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah pada penderita migrain aura dengan penyebab pembuluh darah pada jantung sehingga mengakibatkan serangan jantung.