Memenuhi Kebutuhan Protein untuk Tumbuh Kembang Balita

Protein merupakan senyawa organik dalam makanan yang bermanfaat untuk membangun jaringan baru pada tubuh, memperbaki jaringan tubuh yang telah rusak, dan sumber pertahanan tubuh. Protein bisa diperoleh dari sumber hewani seperti daging, hati, ikan, kerang, udang, ayam, telur dan susu, serta dari sumber nabati seperti kedelai, kacang, beras, jagung, dan kelapa.

Balita memerlukan pemenuhan nutrisi yang seimbang di usianya agar bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat. Salah satu nutrisi yang diperlukan oleh balita untuk tumbuh adalah protein, sehingga orang tua perlu memenuhi kebutuhannya. Tetapi balita mungkin membutuhkan porsi protein yang berbeda.

Berikut merupakan cara pintar yang perlu Anda perhatikan dalam memenuhi kebutuhan protein balita:

• Mengetahui jumlah kebutuhan protein anak
Balita memang belum begitu banyak membutuhkan asupan protein, namun tetap harus dipenuhi untuk kepentingan pertumbuhannya. Balita usia 1-3 tahun hanya mmebutuhkan sekitar 13 gram protein setiap hari, sementara balita usia 4-5 tahun membutuhkan protein sebanyak 19 gram setiap hari.

• Memberikan asupan protein ikan
Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat sehat, ditambah lagi ikan mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak anak. Pilihlah ikan seperti nila, salmon, dan sebagainya yang disajikan dalam bentuk suwiran kecil-kecil.

Sebagai acuan referensi jumlah protein yang terkandung dalam makanan, satu butir telur menawarkan sekitar 7 gram protein, satu cangkir susu mengandung sekitar 8 gram protein, setengah cangkir yogurt mengandung sekitar 5 gram protein, dan satu sendok makan selai kacang mengandung protein sekitar 4 gram.

• Memberikan asupan susu
Susu merupakan sumber protein yang baik dan banyak disukai oleh anak-anak. Anda bisa menambahkan susu ke dalam sereal sarapannya anak atau menyajikannya langsung. Tetapi yang perlu Anda ingat adalah jangan terlalu banyak menambahkan gula pada susu untuk mencegah kegemukan dan karies gigi.

• Mengenalkan yogurt sebagai makanan penutup
Sajikan yogurt dengan beberapa iris buah apel, pir, atau plum sebagai makanan penutup. Anak-anak biasanya akan menyukai sumber protein dengan rasa yang sedikit asam ini, sehingga Anda tidak akan kesulitan untuk memberikan yogurt pada anak.

• Berikan protein dari kacang-kacangan
Selai kacang adalah sumber protein alami yang sangat baik, tapi pastikan untuk mengoleskannya tipis-tipis di atas roti agar tidak membuatnya tersedak. Perkenalkan juga si kecil dengan beberapa jenis makanan seperti kacang tanah, kacang mete, atau kacang ijo yang dibuat bubur. Tetapi sebelumnya pastikan terlebih dahulu apakah balita Anda memiliki alergi terhadap kacang atau tidak.

• Sajikan makanan dengan bentuk yang menarik
Anak mungkin tidak akan tertarik untuk makan makanan yang baru dikenalnya, sehingga Anda harus menyajikan makanan semenarik mungkin. Potonglah daging ayam atau keju ke dalam bentuk kubus kecil-kecil dan sajikan dengan cara mencelupkan ke dalam saus tomat agar anak lebih tertarik.