Membangun Bisnis Melalui Komunikasi dan Rasa Percaya Ala Koichi Saito

Pada hari Jumat, 4 Oktober 2013, ruang training kantor Morinda Jakarta terasa istimewa dengan kehadiran seorang Triple Diamond Black Pearl Jepang yaitu Koichi Saito, yang juga merupakan anggota Marquesas Club dan President Club 2010 & 2011. Beliau datang ke Indonesia untuk berbagi kisah dan kiat suksesnya di Morinda, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi temen – teman IPC di Indonesia.

Sebelum bergabung dengan Morinda, Saito-san adalah seorang praktisi akupunktur. “Cita – cita saya sebetulnya adalah menjadi dokter karena adik perempuan saya memiliki masalah di bagian otak sejak lahir. Kondisi tubuh saya sendiri juga lemah sehingga sering sakit dari kecil” demikian penjelasan Saito mengenai latar belakang keterlibatan beliau di dunia kesehatan. Namun setelah 8 tahun menjadi praktisi akupunktur, Saito-san menjadi semakin sering sakit karena banyaknya energi yang dikeluarkan pada saat terapi akupunktur sehingga beliau memutuskan untuk berhenti dan beralih profesi menjadi sales komputer. Namun pekerjaan itu tidak berlangsung lama. Selama 1 tahun menjadi sales komputer, Saito-san sering tidak masuk kerja karena sakit, bahkan pernah hampir satu bulan tidak masuk kerja. Akibatnya, ia dikeluarkan dari perusahaan.

Saat itu, di usia 37 tahun, setelah berpindah – pindah pekerjaan di tujuh perusahaan berbeda, keadaan ekonomi Saito-san tidak kunjung membaik, bahkan semakin terpuruk akibat pemutusan hubungan kerja sebagai sales komputer sehingga beliau tidak bisa membayar uang sewa tempat tinggal selama lima bulan. “Siapa teman – teman disini yang pernah mengalami kesusahan seperti saya pada saat itu?” tanya Saito-san kepada rekan – rekan IPC yang hadir, dan sontak tergelincir senyum dan tawa kecil dari hadirin.

MORINDA

Sebenarnya, Saito-san sudah mendengar mengenai Morinda 1,5 tahun sebelum mengalami kesusahan tersebut. Namun pada saat itu, beliau tidak tertarik sama sekali karena tidak menyukai bisnis network marketing. Hingga pada tahun 2003, ia bertemu dengan seorang teman lama yang menjelaskan manfaat kesehatan dari produk – produk Morinda, Saito-san memutuskan untuk bergabung. “Karena bagus untuk kesehatan dan keluarga Saya memiliki berbagai masalah kesehatan, Saya putuskan untuk bergabung, dan pada saat itu Saya belum tahu tentang bisnisnya” ujar saito-san.

Setelah mengonsumsi noni, Saito-san dan keluarga mendapatkan manfaat kesehatan yang luar biasa. Saito-san tidak lagi sering sakit dan masalah kesehatan di leher istri Saito-san menjadi membaik. Berdasarkan pengalaman tersebut, beliau menjadi sangat antusias untuk menceritakan bagaimana noni membantu masalah kesehatan yang dihadapi beliau dan keluarganya. Dan hanya dalam waktu 1.5 tahun, ia bisa memiliki 500 orang dalam organisasinya hanya dari aktifitas tersebut. “Walaupun produk ini termasuk produk mahal di Jepang, namun karena kami terus – menerus menyaksikan berbagai hal baik dari sisi produk dan bisnis, maka kami meyakini bahwa ini bukan sekedar produk atau bisnis biasa” tegas Saito-san.

Saito-san menyatakan bahwa di 3 tahun pertama, beliau mengalami kesulitan dalam membangun bisnis. Namun, semua kesulitan tersebut bisa diatasi dengan inisiatif untuk melakukan training secara independen. “Setiap bisnis pasti memiliki kesulitan dan tantangannya masing – masing. Morinda memiliki produk dan sistem bisnis yang bagus. Jadi saya yakin pasti berhasil di Morinda. Jika tidak berhasil, maka yang salah adalah cara kerja kita, bukan perusahaan ataupun produk” demikian pernyataan Saito-san menutup kisah sukses beliau.

Dalam kesempatan ini, Saito-san juga memberikan kesempatan bagi teman – teman IPC Indonesia untuk melakukan tanya jawab. Tidak sedikit pertanyaan yang dilontarkan kepada beliau, dan jawaban beliau atas pertanyaan – pertanyaan tersebut kami rangkum dalam Tips & Kiat Sukses Bisnis Morinda Ala Saito-san di bawah ini :

1. Memiliki stock yang cukup untuk konsumsi pribadi dan keluarga di rumah.

2. Di Morinda, definisi kesuksesan adalah berguna bagi orang lain. Maka dari itu, kita harus fokus untuk membantu orang lain.

3. Setiap orang memiliki cara bekerja yang berbeda – beda dan kita tidak bisa memaksakan cara kerja kita kepada orang lain. Sebagai seorang leader, tugas kita adalah mendampingi dan memberikan dukungan semaksimal mungkin kepada downline kita. Dengan metode tersebut, kepercayaan downline akan terbangun secara otomatis.

4. Membangun kepercayaan didalam organisasi dan diluar organisasi.

5. Komunikasi yang tidak terputus kepada organisasi. Untuk mempertahankan komunikasi tersebut, Saito-san mengadakan berbagai macam training / pertemuan :

Training IPC baru 2 kali dalam seminggu
Training peluang bisnis satu kali dalam seminggu
Seminar 2 hari yang diadakan 2 kali dalam satu tahun
Road tour untuk bertemu downline 3 kali dalam satu tahun. Dalam Road Tour ini, Saito-san bisa bertemu dengan 2,000 downline.
Tea Party. Dalam satu bulan, group Saito-san bisa mengadakan lebih dari 300 Tea Party.

6. Untuk mendukung agenda training, duplikasi trainer sangatlah penting. Saat ini, ada 200 IPC dalam jaringan Saito-san yang melakukan training.

Saat ini, Saito-san memiliki 120 IPC yang sponsori secara langsung, 10 IPC diantaranya menjalankan bisnis Morinda, dan 8 orang memiliki jenjang Diamond Pearl.