Manfaat Air Bagi Metabolisme Tubuh

Kurangnya asupan air dapat menyebabkan gangguan fisik berupa penurunan stamina, hilang konsentrasi, perubahan mood, sakit kepala, bahkan pingsan. Anjuran untuk minum air sekurangnya dua liter atau sekitar delapan gelas per hari. Sebagai zat gizi, air mempunyai tugas penting bagi tubuh manusia.

Air sebenarnya termasuk dalam unsur gizi yang sama pentingnya seperti karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Namun, hal ini sering terabaikan. Beberapa penelitian menunjukkan, masyarakat masih mengonsumsi air minum dalam jumlah yang kurang dibandingkan kebutuhannya.

Kebutuhan air paling tinggi terdapat pada kelompok usia 25-55 tahun, yaitu mencapai 35 ml per kilogram berat badan. Artinya, seseorang yang berusia 30 tahun dan memiliki berat badan 60 kilogram, maka kebutuhan airnya per hari mencapai 2.100 ml atau setara 8-10 gelas belimbing.

Dampak dehidrasi akibat kekurangan air terhadap kemampuan kognitif dan suasana hati lebih rentan bagi perempuan dibandingkan laki-laki. Saat cairan tubuh berkurang 1,3 persen, gangguan kognitif dan suasana hati sudah terjadi pada perempuan. Dalam kondisi ini, perempuan menjadi lebih cepat lelah, mudah marah, bingung, mengantuk, hilang konsentrasi, pusing, dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas.

Bagi laki-laki, gangguan itu muncul saat kekurangan cairan tubuh mencapai 1,5 persen. Perempuan lebih rentan terhadap dehidrasi karena memiliki komposisi lemak lebih tinggi dibanding pria. Adapun pria memiliki komposisi otot yang lebih tinggi. Selain itu komponen air pada perempuan lebih rendah dan ada faktor hormonal yang membuat mereka lebih sensitif terhadap kekurangan cairan.

Air merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh karena 70 persen tubuh kita berupa air. Fungsi air dalam tubuh adalah sebagai pengatur suhu tubuh, melembabkan jaringan mulut, mata, dan hidung, pelumas sendi, serta melindungi organ dan jaringan tubuh. Keberadaan air turut membantu meringankan beban kerja ginjal dan hati dengan melarutkan sisa-sisa metabolisme, mencegah sembelit atau susah buang air besar, membantu melarutkan mineral dan zat gizi agar dapat dimanfaatkan tubuh dan membawa zat-zat gizi dan oksigen ke dalam sel.

Kurangnya asupan cairan berimplikasi besar pada meningkatnya risiko berbagai penyakit, seperti batu ginjal dan infeksi saluran kencing, kanker usus besar dan saluran kencing, obesitas pada anak dan remaja, tekanan darah tinggi (hipertensi), sumbatan pembuluh darah vena, hingga jantung koroner.

Berikut merupakan fungsi air bagi tubuh:
– Pembentuk sel dan cairan tubuh
Komponen utama sel, kecuali sel lemak, adalah air, yaitu 70-85 persen. Air berperan penting dalam pembentukan berbagai cairan tubuh, seperti darah, cairan lambung, hormon, enzim dan sebagainya. Selain itu air juga terdapat dalam otot dan berguna menjaga tonus otot sehingga otot mampu berkontraksi.
– Pengatur suhu tubuh
Air menghasilkan panas, menyerap dan menghantarkan panas ke seluruh tubuh sehingga dapat menjaga suhu tubuh tetap stabil. Melalui produksi keringat yang sebagaian besar terdiri atas air dan garam, air turut mendinginkan suhu tubuh.
– Pelarut
Air melarutkan zat-zat gizi lainnya dan membantu proses pencernaan makanan. Karena air merupakan zat anorganik, air tidak dicerna. Air dengan cepat melewati usus halus dan sebagian besar diserap kemudian turut berfungsi sebagai salah satu komponen mukus agar sisa zat makanan dapat keluar sebagai feses.
– Pelumas dan bantalan
Air juga berfungsi sebagai pelumas atau lubrikan dalam bentuk cairan sendi, yang memungkinkan sendi untuk bergerak dengan baik dan meredam gesekan antar sendi. Air juga berfungsi sebagai bantalan tahan getar (shock absorbing fluid cushion) pada jaringan tubuh, misalnya pada otak, mata, medula spinalis, dan kantong amniom dalam rahim.
– Media transportasi
Karena sturkturnya yang terdiri atas dua atom hidrogen dan satu atom oksigen, air mudah bergerak dari satu kompartemen sel ke komparatemen sel lainnya, dari satu sistem tubuh ke sistem lainnya. Air merupakan media transportasi yang efektif. Dalam sistem pernapasan, air membantu transportasi oksgien ke seluruh tubuh.
– Detoksifikasi
Tubuh menghasilkan berbagai sisa metabolisme yang tidak diperlukan termasuk toksin. Berbagai sisa metabolisme itu dikeluarkan melalui saluran kemih, saluran cerna, saluran nafas, dan kulit, yang memerlukan media, yaitu air.

Asupan air ini dapat diperoleh melalui minuman dan makanan, khususnya yang berserat dan berair. Metabolisme tubuh sebenarnya juga menghasilkan air, tetapi jumlahnya sangat kecil, 11-14 persen dari kebutuhan air total. Kekurangan inilah yang harus dipasok dari minuman dan makanan.