Makanan yang Memperkuat Kekebalan Tubuh

Bila kondisi tubuh sudah tidak sehat, bisa jadi karena rendahnya sistem kekebalan tubuh. Penyebabnya adalah kesalahan pada pola makan dan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Kesehatan sangat penting bagi manusia. Jangan abaikan kondisi seperti ini terlalu lama. Karena, mencegah lebih baik daripada mengobati penyakit. Mungkin Anda mengenal beberapa obat atau suplemen yang mengklaim bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tapi ada cara alami yang lebih aman, yaitu lewat makanan.

Berikut ini beberapa jenis makanan yang memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

« Oatmeal
Ahli kesehatan dan nutrisi menyarankan untuk rutin mengonsumsi oatmeal. Alasanya, karena oatmeal kaya serat, asam lemak omega 3, tiamin, zat besi dan beta-glukan yang bisa membantu melancarkan peredaran darah serta berfungsi sebagai antioksidan. Oatmeal juga mampu dipercaya bisa mengurangi kadar kolesterol berbahaya dan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

« Tomat
Tomat adalah buah yang paling mudah ditemui. Warnanya yang cerah bisa menarik perhatian banyak orang untuk mengonsumsinya. Tomat banyak digunakan untuk masakan seperti sup, jus, pasta dan lainnya. Lycopene yang terkandung dalam tomat berfungsi melawan oksidasi, menghambat mutasi sel, menurunkan cidera asam nukleat, mengurangi penyakit pembuluh darah, jantung dan mencegah penyakit kanker.

« Wine
Minuman anggur atau wine telah dikenal sejak lama di dunia kuliner. Sejak dulu, wine diminum untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit seperti diare dan kolera. Kandungan wine seperti flavonoid dan fenolik yang disebut resveratol bersifat antioksidan yang bisa melawan radikal bebas penyebab gangguan kesehatan. Hanya saja, sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Cukup satu gelas sehari.

« Teh Chamomile
Menurut peneliti, teh chamomile bermanfaat untuk pencegahan penyakit. Dalam studi tersebut, orang yang minum lima cangkir teh chamomile setiap hari, selama dua minggu, aktivitas daya tahan tubuh terhadap bakteri meningkat. Kondisi ini pun tetap bertahan selama dua minggu meskipun orang tersebut berhenti mengonsumsi teh chamomile. Teh ini baik diminum saat demam atau flu.