Makanan Cepat Saji Membuat Tulang Keropos

Semua orang telah mengetahui bahwa makanan cepat saji yang tinggi lemak dan mengandung gula dalam jumlah besar dapat menyebabkan obesitas. Tetapi ternyata pola makan yang buruk ini juga dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Apabila Anda cermati komposisi pada makanan cepat saji, pasti tidak lepas dari berbagai zat aditif, seperti MSG ( Mono Sodium Glutamat), berbagai jenis pewarna sintetis, juga pengawetseperti Natrium benzoat, dll. Penggunaan zat aditif yang berlebihan dan dikonsumsi secara terus menerus dapat menimbulkan dampak negatif yang nyata bagi kesehatan.

Ilmuwan menemukan bahwa gula dan asupan lemak berperan dalam pengembangan kondisi seperti osteoporosis dengan cara melemahkan tulang. Junkfood yang tinggi gula dan lemak jenuh dapat menghambat penyerapan kalsium, selain itu lemak jenuh dapat membentuk larutan yang mirip sabun dan dapat melapisi usus. Kedua efek tersebut dapat menyebabkan tubuh tidak mampu menyerap kalsium dengan optimal untuk menjaga tulang kuat.

Sayangnya makanan cepat saji tidak hanya terlalu banyak mengandung gula, tetapi beberapa juga mengandung terlalu banyak garam. Natrium dalam garam merupakan bagian yang penting dalam diet seseorang dan 90 persen natrium dalam tubuh diperoleh dari konsumsi garam. Namun garam dapat menyebabkan hilangnya kalsium, terutama garam meja yang sering ditambahkan ke dalam makanan siap makan. Bahkan, sebanyak 40 mg kalsium akan hilang dari tubuh melalui urin untuk setiap 2.300 mg natrium (satu sendok teh garam).

Padahal orang-orang dapat mengonsumsi sekitar 4.000 mg garam dari makanan cepat saji per harinya. Selain itu, konsumsi soda bersama junkfood semakin mengurangi jumlah kalsium dalam tubuh yang diperlukan tulang. Sekitar 100 mg kafein dan gula yang terkandung dalam soda mampu menghilangkan sekitar 6 mg kalsium dari dalam tubuh.

Menurut penelitian, 1 dari 3 wanita di dunia mengalami patah tulang pinggul pada usia 85 tahun akibat osteoporosis. Dan yang lebih menakutkan adalah sekitar 20 persen dari jumlah tersebut akan meninggal setelah satu tahun mengalami cedera tulang pinggul. Jika obesitas saja tidak cukup menjadi alasan untuk berhenti mengonsumsi junk food, mungkin Anda akan berpikir ulang setelah mengetahui bahwa efek buruk junkfood dapat menyebabkan pengeroposan tulang dan osteoporosis.