Labu Bisa Mencegah Diabetes, Botak dan Sakit Prostat

Buah labu kaya akan nutrisi seperti vitamin C, vitamin A, dan serat, serta memiliki rasa yang enak. Bahkan daging buah serta minyak biji labu menawarkan manfaat kesehatan seperti menurunkan kadar glukosa darah, menyusutkan pembesaran prostat dan mencegah kebotakan pada pria. Labu dan minyak biji labu mengandung alkaloid, flavonoid, dan 3 jenis asam lemak esensial, sehingga labu memiliki sifat anti-inflamasi, anti-karsinogenik, dan juga anti-diabetes.

Satu cangkir buah labu mentah mengandung 30 kalori, tanpa lemak, satu miligram sodium, 8 gram karbohidrat dan satu gram protein. Beban glikemik labu berada pada ukuran 3, sehingga labu menjadi pilihan makanan yang baik untuk penderita diabetes. Menurut penelitian yang dilakukan oleh East China Normal University pada tahun 2007, menemukan bahwa labu berhasil mempromosikan regenerasi sel pankreas yang rusak pada tikus yang mengidap diabetes.

Konsumsi labu bisa menurunkan kadar glukosa dalam darah tikus dengan meningkatkan fungsi insulin. Para peneliti percaya bahwa ekstrak labu bisa bermanfaat bagi manusia untuk mencegah maupun mengobati diabetes. Di tahun 2009, tim peneliti dari Jepang juga menemukan bahwa pasta labu yang diterapkan pada kelompok tikus yang mengidap diabetes tipe 2 oleh kontrol laboratorium. Pasta labu dianggap efektif meningkatkan toleransi glukosa dan resistensi insulin.

Selain daging buahnya, biji labu juga bisa dimanfaatkan dengan mengambil ekstrak minyaknya. Minyak biji labu dihasilkan dari biji labu mentah atau yang disangrai. Minyak biji labu kaya akan asam lemak esensial, seperti oleat dan asam alfa-linoleat. Asam linoleat yang terkandung dalam minyak biji labu bisa meningkatkan fungsi otak dan kelenturan kulit. Asam oleat dalam minyak biji labu menurunkan kolesterol jahat dan mempromosikan kesehatan jantung dan hati.

Urology International menerbitkan sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2006 tentang efek minyak biji labu terhadap tikus jantan yang mengalami pembesaran prostat. Studi tersebut menunjukkan bahwa tikus yang diobati dengan minyak biji labu sendiri atau dalam kombinasi dengan solusi lain mengalami penyusutan prostat yang membesar secara signifikan. Minyak biji labu juga mengandung asam lemak sehat omega-6 dan omega-9, pitosterol, dan vitamin E dan K. Minyak biji labu juga merupakan sumber beta-sitosterol, yang juga menghambat enzim yang mengubah testosteron menjadi DHT, yang bisa mencegah kerontokan rambut pada pria.

Dosis yang direkomendasikan untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari minyak biji labu adalah satu sendok teh tiga kali sehari atau Anda juga bisa mengonsumsi buah labu atau kuaci dari biji labu yang alami tanpa diproses dengan tambahan garam.