Kurniasih

"ITP (Immunologic Thrombocytopenia Purpura)"

Sekitar tahun 1973, di usia 23 tahun, tepatnya 3 tahun setelah melahirkan anak pertama, Ibu Kurniasih sudah merasakan sakit dengan ditandai oleh penurunan stamina, kadang-kadang pendarahan di gusi dan muncul bercak lebam di tubuh. Sekitar tahun 1995, beliau masuk rumah sakit karena kondisi fisik yang terus menurun, pendarahan di gusi yang terus menerus, dan demam. Dari 2 rumah sakit yang ada di Kuningan dan Cirebon, Ibu Kurniasih dirujuk untuk berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung atau RSCM Jakarta.

Di RSCM Jakarta, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan sampai dengan pengambilan sumsum tulang belakang, Dokter memberi keterangan bahwa produksi trombosit dalam tubuh Ibu mengalami kerusakan sehingga tidak maksimal. Dari pengobatan yang diberikan, Ibu merasa kondisi tubuhnya lebih baik, tetapi efek sampingnya ternyata badan menjadi lebih gemuk (penuh cairan) serta moon face. Untuk mengimbangi obat-obat kimia, maka berbagai cara pengobatan alternatifpun (pengobatan herbal) dilakukan, tetapi hasilnya tidak maksimal.

Tepatnya pada bulan Februari 2008, pada saat Ibu sedang berkunjung ke salah satu rumah anaknya di Tangerang, kondisi Ibu drop, muntah-muntah dan jatuh di kamar mandi. Sempat mengalami anfal di Rumah Sakit Husada Insani, Tangerang. Kemudian, Dokter ahli saraf, mengatakan kalau Ibu sudah mengalami pendarahan di otak (berdasarkan CT Scan ada 5 titik) dan Ibu tidak sadarkan diri. Trombosit pada saat itu adalah 14.000. Dokter internis darah menyebutkan bahwa nama penyakit Ibu itu ITP (Immunologic Thrombocytopenia Purpura). Dalam kasus ITP, trombosit dalam tubuh penderita dianggap sebagai “makhluk asing” yang akan selalu dihabiskan oleh auto imunnya.

Pada saat mencari informasi di internet, tanpa disengaja, saya menemukan TNBB. Tanpa berpikir panjang saya langsung menghubungi contact person yang tercantum dalam website tersebut. Keesokan harinya saya langsung menemui untuk mendapatkan penjelasan tentang kehebatan TNBB dan dosis pemakaiannya (30 ml/1 jam), serta informasi yang lebih penting bahwa produk TNBB tidak bertentangan dengan pengobatan kimia dari dokter (tidak menimbulkan efek lebih maksimal karena TNBB juga berfungsi sebagai anti oksidan). Walaupun saat itu saya tidak terlalu fokus mendengarkannya, karena saya sedang mabuk (hamil muda), tanpa buang waktu akhirnya Saya masuk membeli TNBB 1 dus (4 liter).

Tanpa menghiraukan larangan Dokter rumah sakit untuk memberikan makanan atau obat-obatan dari luar, setiap 1 jam kami memberikan Ibu TNBB dengan disuapin melalui sendok karena saat itu Ibu tidak sadarkan diri. Setiap harinya kami selalu pantau hasil pemeriksaan trombositnya.

Sebagai informasi:

Tanggal 3 Februari 2009 jumlah trombosit 14.000.
Tanggal 4 Februari 2009 jumlah trombosit 10.000.
Tanggal 5 Februari 2009 jumlah trombosit 147.000 dan.
Tanggal 10 Februari 2009 jumlah trombosit 257.000 sehingga Ibu diperbolehkan pulang.

Ajaib dan sangat mukzijat sekali, karena setelah Ibu dinyatakan mengidap penyakit ITP, trombosit Ibu tidak pernah mencapai diatas 100.000.

Karena menganggap Ibu sudah sembuh dan TNBB dirasakan lumayan mahal bagi saya saat itu, kami menjadi kurang perhatian dan hanya membelikan Ibu TNBB ala kadarnya saja, itupun kadang-kadang saja. Akibat kelalaian itu, akhirnya pada bulan September 2009 (7 bulan kemudian), bersamaan dengan saya melahirkan, Ibu anfal lagi di Kuningan, Cirebon dan masuk ICU, dengan jumlah trombosit hanya 1.000. Ibu mengalami pendarahan di seluruh tubuhnya, buang air besar darah, buang air kecil darah, meludah darah. Saat itu Ibu seperti zombie, bagian mata yang berwarna putih sudah berubah merah karena pendarahan dan di tubuhnya pun banyak lebam di mana-mana.

Tanpa pikir panjang kami memberikan Ibu TNBB dengan cara yang sama dengan pada saat mengalami anfal pertama kalinya. Alhamdullilah, keajaiban datang untuk yang kedua kalinya, hanya 1 minggu Ibu dirawat di rumah sakit dan setelah itu Ibu dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Berpegang dari pengalaman pertama, kami sepakat untuk selalu memberikan Ibu TNBB secara rutin (30ml/1-2 kali sehari) hingga saat ini.

Saya percaya atas izin Allah SWT, melalui TNBBlah Ibu sekarang dalam keadaan sehat wal afiat, bahkan daya tahan tubuhnya sangat stabil, dimana pada waktu dulu:

  • Jika digigit nyamuk saja bisa meninggalkan lebam yang lama, sekarang terbenturpun tidak ada lebam sama sekali.
  • Jika sholat tidak bisa rukuk dan sujud, sekarang sholat tarawihpun berdiri.
  • Jika di lingkungan ada yang terserang sakit flu, Ibu langsung drop, sekarang tidak pernah terpengaruh dengan kondisi lingkungan.
  • Jika mendengar ada berita yang menyedihkan atau mengagetkan langsung keluar darah dari gusi atau mimisan, sekarang menjadi orang yang sangat kuat.

Kisah Serupa:

Alexander Temala Ledjap
Nama saya Alexander Temala Ledjap, usia 53 tahun. Pada tanggal 7 September 2013 pukul 7.30, tiba-tiba saya lumpuh - tidak bisa berpikir dan berbicara lagi. Akhirnya istri dan anak sulung saya segera membawa saya ke dokter langganan untuk diperiksa. Tuhan Menyelamatkan Saya dari Stroke Berat & Pendarahan Hebat di Otak melalui Tahitian Noni Setelah diperiksa, dokter menyimpulkan bahwa saya harus segera dibawa kerumah sakit saat itu juga karena jika terlambat sedikit saja maka saya tidak akan bisa tertolong lagi....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

dr. M. Furqaan Naiem, M.Sc., Ph.D
Dua tahun lalu, selepas sholat Jum’at Saya dikejutkan oleh kabar bahwa putera pertama Saya, Rahmat, mengalami kecelakaan akibat terjatuh dari motor. Saya langsung menuju Rumah Sakit tempat putera Saya itu dibawa. Saya menyaksikan dia dalam keadaan terbaring tak sadar, keluar darah dari hidung, mulut dan kedua telinganya, kanan dan kiri. Bagian tubuh yang lain tidak tampak ada cedera. Dokter dan Perawat sibuk memberikan pertolongan pertama berupa bantuan pernafasan (pemberian oksigen dan melonggarkan jalan napas)....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Miswati
Pada bulan Desember 2010 saya mengalami kecelakaan di daerah Cileungsi. Saya naik ojek tanpa pakai helm dan ditabrak dari belakang dengan motor yang ditumpangi 3 orang. Alhamdulillah, saya masih bisa berpikir pada saat itu bahwa saya harus ke rumah sakit besar. Lalu saya naik taxi menuju ke RS Mitra. Dalam perjalanan menuju RS Mitra Jatinegara, saya sempat telepon ke rumah untuk memberitahu bahwa saya kecelakaan dan meminta anak saya untuk membawa noni dengan gelas ukurnya ke RS....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Eka Ferianti
Nama saya Eka Ferianti dari Jakarta. Saya sering merasakan sakit kepala, namun biasanya dapat teratasi dengan minum obat yang dibeli di warung. Pada tanggal 29 Juli 2011 lalu, saya kembali merasakan sakit kepala. Seperti biasa, saya minum obat warung, tetapi kali ini tidak ada perubahan. Saya bilang sama suami, kok pusingnya tidak mereda juga. Suami saya kemudian melakukan refleksi pada jempol kaki saya. Namun sakitnya malah semakin menjadi-jadi. Saya hanya bisa pasrah karena tidak tahu harus bagaimana lagi....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

I Gusti Ngurah Suamba
Tanggal 1 Januari 2011 tepatnya setahun yang lalu, saat bertugas di daerah Carribean-Belize, I Gusti Nurah Suamba yang berusia 34 tahun mengalami demam tinggi disertai dengan migren yang menyebabkan pendarahan di otak kiri. Dari hasil pemeriksaan lab, diketahui trombositnya turun sekitar 13 sehingga langsung dirujuk ke ICU Miami Hospital. Dari hasil pemeriksaan diketahui ia menderita Myeloid Leukimia Acute dan harus menjalani kemoterapi secepatnya, tetapi kendala pada saat itu terjadi pendarahan di otak kiri dan harus segera di operasi....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Christina S Enjang
Menyempurnakan Kesembuhan - Kini Bapak Sudah Mampu Berjalan “Tak lagi merasa gamang atau sempoyongan,“ ujar Christina S Enjang, Istri L.J. Moertiadi. Awal Nopember 2007 lalu menjadi puncak kebahagiaan yang sempurna bagi Christina dan keluarga, sebab sang suami sembuh dari stroke yang diderita sejak Juli 2004 silam. Tahitian Noni™ Juice menyempurnakan kesembuhan Moertadi. Pendarahan otak yang dialami Moertadi merupakan dampak dari hipertensi yang ia alami sejak 10 tahun silam. Sampai akhirnya Moertadi menderita stroke pertamanya pada Agustus 2002....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Amrullah Sastroasmoro
STROKE “Pemberian TNBB pada kasus saya memerlukan proses dan tidak instan, tapi pilhan yang tepat untuk recovery tubuh saya” SUDAH DUA BULAN INI, Amrullah Sastroasmoro menjalani hidup normal. Seluruh tubuhnya bisa digerakkan, meski belum sepenuhnya pulih. Ayah tiga anak ini menderita lumpuh pada tubuh bagian kiri, mulai dari kepala hingga kaki. Penyebabnya adalah stroke ketiga yang menyebabkan pembuluh darah di otak sebelah kanan pecah. “Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa merasakan gatal di tangan kiri saya lagi,” katanya....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Aisyah Al Habsy & Achmad Syakir
Sepertiga Otak Anakku Hilang Trauma Pasca Kecelakaan KINI, Achmad Syakir, sudah bisa membaca dan bercanda dengan adik-adiknya. Ia juga bisa berkonsentrasi dalam waktu yang lama, sehingga ia mampu mengolah pikirannya selama berjam-jam. Tertawanya juga semakin lepas dan ia bisa berlari-lari kecil. Aisyah Al Habsyi, ibunda Syakir merasa bersyukur atas karunia Allah SWT yang dilimpahkan kepadanya. Kecelakaan yang menimpa Syakir, menurut Aisyah, tetap disyukurinya. “Ini bentuk perhatian Allah SWT kepada saya dan keluarga,” kata Aisyah, mengawali ceritanya....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Alfiana Firda
Ingat Di Botol Kedua “TNBB menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk mengembalikan keceriaan dan kesehatan anakku” SAYA INGIN DINDA kembali seperti dulu. Itulah ungkapan Fardiah Kurniati, ibu dari Dinda Alfiana Firda. Dinda yang aktif, cerdas dan gigih belajar, mengalami radang otak fatal. Ia mengalami kemunduran perilaku. Perilakunya seperti anak kecil. Berawal pada Januari 2006, dokter menyatakan Dinda mengalami epilepsi. Ia kerap kejang, terutam bila letih berat. Pulang dari tur sekolah ke Bali, penyakitnya kambuh....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Dwienta Agnestiasari
Dwienta Agnestiasari, 17 tahun, menderita tumor otak sejak usia 7 tahun. Operasi yang dijalani malah membuatnya lumpuh dan hilangnya penglihatan. Hampir tujuh tahun ia tergolek lemah di pembaringan. Dokter bahkan memprediksi kemungkinan hidupnya tinggal 10 persen. Mei silam, ia mulai diminumkan Tahitian Noni™ Juice. Pada sloki yang pertama, ia merasa sakit luar biasa. Pada botol kesepuluh, ia mulai bisa berjalan. Meski mata belum bisa fokus, tapi sudah bisa melihat warna. “Aku bisa melihat!...
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Maria Angelina Win Astini
Derita Panjang Selama 40 Tahun “Di tengah keputusasaan, Tuhan mengirim seorang sahabat yang memberikan satu liter TNBB” SUNGUH TERSIKSA rasanya tidak dapat buang air besar (BAB), apalagi bila di derita selama lebih dari 40 tahun. Dalam seminggu hanya bisa ke belakang satu kali. Itupun rasanya sakit sekali. Beragam pengobatan medis dan alternatif di jalani, tapi hasilnya tak ada. Puncaknya saat 2004 silam, tubuh mendadak lumpuh sebagian (sebelah kanan), jantung lemah, kepala sering pusing (efek gegar otak ringan) serta tensi darah turun drastis....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Kisah Lainnya:

Berbagi Cerita - Berbagi Pengalaman

Apa kata mereka yang sudah pernah meminum produk tn-bb.com

Selengkapnya Klik Di Sini!

tn-bb.com