Keracunan Darah

Keracunan darah merupakan istilah yang nonspesifik yang digunakan terutama oleh individual-individual nonmedis yang menggambarkan, dalam arti yang paling luas, segala kondisi-kondisi medis yang kurang baik yang disebabkan oleh kehadiran dari segala agen yang beracun dalam darah. Biasanya, orang kebanyakan yang menggunakan istilah keracunan darah merujuk pada kondisi-kondisi medis yang timbul ketika bakteri-bakteri atau produk-produk mereka (atau kedua-duanya) mencapai darah.

Keracunan darah bukan istilah medis dan tidak nampak pada banyak kamus-kamus medis atau publikasi-publikasi ilmiah. Bagaimanapun, ketika ia digunakan, istilah medis yang benar yang hampir mendekati arti yang dimaksudkan adalah sepsis. Banyak pengarang-pengarang medis mempertimbangkan istilah-istilah keracunan darah dan sepsis dapat saling ditukarkan, namun kecenderungannya adalah untuk menggunakan istilah sepsis.

Definisi Sepsis

Sepsis ialah kondisi medis yang berpotensi berbahaya atau mengancam nyawa, yang ditemukan dalam hubungan dengan infeksi yang diketahui atau dicurigai (biasanya namun tidak terbatas pada bakteri-bakteri) yang tanda-tanda dan gejala-gejalanya memenuhi paling sedikit dua dari kriteria-kriteria berikut dari sindrom respon peradangan sistemik atau systemic inflammatory response syndrome (SIRS):

· denyut jantung yang meningkat (tachycardia) >90 detak per menit waktu istirahat
· temperatur tubuh tinggi (>100.4F atau 38C) atau rendah (<96.8F atauor 36C)
· kecepatan pernapasan yang meningkat dari >20 napas per menit atau PaCO2 (tekanan parsial dari karbondioksida dalam arteri darah) <32 mm Hg
· jumlah sel darah putih yang abnormal (>12000 sel/µL atau <4000 sel/µL atau >10% bands [tipe yang belum matang dari sel darah putih])

Pasien-pasien yang memenuhi kriteria-kriteria diatas mempunyai sepsis dan juga diistilahkan septic. Kriteria ini diusulkan oleh beberapa lembaga-lembaga medis dan mungkin terus menerus dimodofikasi oleh kelompok-kelompok medis lain. Contohnya, kelompok-kelompok pediatric (penyakit anak-anak) menggunakan empat kriteria yang sama yang didaftar diatas namun memodifikasi nilai-nilai untuk setiapnya untuk membuat kriteria SIRS untuk anak-anak. Kelompok-kelompok lain ingin menambah kriteria, namun sekarang ini ini adalah definisi yang paling luas diterima.

Istilah-istilah yang sering digunakan ditempat dari sepsis adalah bacteremia, septicemia, dan keracunan darah. Bagaimanapun, bacteremia berarti kehadiran dari bakteri-bakteri dalam darah; ini dapat terjadi tanpa segala dari kriteria yang didaftar diatas dan harus tidak dikacaukan dengan sepsis. Contohnya, anda dapat menggosk gigi anda dan memperoleh bacteremia untuk waktu yang singkat dan tidak mempunyai kriteria SIRS yang terjadi.

Sayangnya, septicemia telah mempunyai berbagai definisi-definisi dari waktu ke waktu; ia telah didefinisikan sebagai bacteremia, keracunan darah, bacteremia yang menjurus pada sepsis, sepsis, dan variasi-variasi lain. Meskipun septicemia tampak seringkali pada literatur medis, seorang pembaca harus yakin definisi mana yang digunakan oleh pengarang. Beberapa ahli-ahli menyarankan istilah-istilah keracunan darah dan septicemia tidak digunakan karena mereka terdefinisi dengan buruk, namun adalah sulit untuk mengabaikan istilah-istilah macam itu yang telah digunakan berdekade-dekade.

Berikut ialah daftar sebagian yang singkat dari keduanya yaitu organisme dan istilah-istilah sistim organ (dan yang berhubungan dengan organ) yang terlihat di keduanya literatur awam dan medis:

· MRSA sepsis: sepsis yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin
· VRE sepsis: sepsis yang disebabkan oleh jenis bakteri Enterococcus yang resisten terhadap vancomycin
· urosepsis: sepsis yang berasal dari infeksi saluran kencing
· wound sepsis: sepsis yang berasal dari infeksi luka
· neonatal sepsis atau septicemia: sepsis yang terlihat pada bayi-bayi yang baru dilahirkan, biasanya pada empat minggu pertama setelah kelahiran
· septic abortion: aborsi yang disebabkan oleh infeksi dengan sepsis pada ibu

Ada lebih banyak contoh-contoh dari istilah-istilah yang dihubungkan ke sepsis (contohnya, AIDS, tattoo, gigitan laba-laba). Adakalanya, istlah-istilah seperti hemorrhagic septicemia digunakan untuk menggambarkan gejala (perdarahan internal) yang terjadi dengan sepsis. Kecenderungan dalam kedokteran saat ini adalah untuk mengurangi penggunaan istilah-istilah septicemia dan keracunan darah untuk lebih menyukai istilah-istilah sepsis atau septic, karena sepsis terdefinisi lebih singkat.