Kanker Usus Besar

Usus besar merupakan bagian dari sistem pencernaan tempat menyimpan limbah makanan. Sedangkan rektum adalah ujung dari usus besar dekat anus. Keduanya berbentuk tabung panjang yang disebut usus besar. Tumor pada usus besar dan rektum merupakan pertumbuhan yang timbul dari dinding bagian dalam usus besar. Tumor jinak dari usus besar disebut polip. Sedangkan tumor ganas pada usus besar disebut kanker.

Sebagai saluran terakhir pencernaan makanan, usus berpotensi terkena kanker dari makanan yang kita konsumsi. Ada lima stadium dengan sifat masing-masing dan besaran kemungkinan bertahan hidup yang semakin kecil bagi pasien. Kanker usus besar biasanya terjadi di daerah persimpangan rektum dan sigmoid. Insiden kanker usus besar adalah yang ketiga, setelah lambung dan kanker esophagus, prevalensi lebih tinggi pada pasien usia 40 -50 tahun, sekitar 15% pasien kanker usus besar berumur 40 tahun, rasio antara pasien usus besar, laki-laki dan perempuan kanker adalah 2:1.

Polip jinak tidak menginvasi jaringan di dekatnya atau menyebar ke bagian lain dari tubuh. Polip jinak dapat dengan mudah dihilangkan selama kolonoskopi dan tidak mengancam hidup. Jika polip jinak tidak dihapus dari usus besar, polip tersebut dapat berubah menjadi ganas (kanker) dari waktu ke waktu. Sebagian besar kanker usus besar diyakini berkembang dari polip. Kanker usus besar dan rektum (juga disebut sebagai kanker kolorektal) dapat menyerang dan merusak jaringan sekitar usus dan organ lain. Sel-sel kanker juga dapat melepaskan diri dan tersebar ke bagian lain dari tubuh (seperti hati dan paru-paru) membentuk tumor baru.

Terlalu banyak mengkonsumsi lemak dipercaya mempengaruhi terjadinya kanker usus besar. Penelitian menunjukan di negara-negara dengan penduduk yang tingkat konsumsi lemak tinggi lebih sering terjadi kanker usus besar ketimbang penduduk di negara-negara yang tingkat konsumsi lemaknya rendah. Timbunan berbagai produk yang mengandung lemak membentuk bahan kimia dalam tubuh (karsinogen).

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala kanker usus besar antara lain:
« Lelah, sesak napas waktu bekerja, dan kepala terasa pening
« Distensi perut, sakit perut, gangguan pencernaan, kehilangan nafsu makan
« Perubahan kebiasaan buang air besar, maka frekuensi atau diare dan sembelit bergantian
« Darah dalam tinja berwarna merah terang/gelap seperti terjadi pada penderita pendarahan lambung, polip usus, atau wasir dan biasanya tidak sakit
« Penurunan berat badan drastis dan anemia
« Perubahan bentuk tinja/kotoran (feses) yang panjang dan kecil mirip pensil.
« Pendarahan pada rektum, rasa kenyang bersifat sementara, atau kram lambung serta adanya tekanan pada rektum.
« Pucat, sakit pada umumnya, malnutrisi, lemah, kurus, terjadi cairan di dalam rongga perut, pembesaran hati, serta pelebaran saluran limpa.
« Bisul di anus yang tidak kian sembuh, nyeri dubur
« Sakit kuning, ascites, busung, dan metastasis ke organ hati

Penyebab

« Kontak dengan zat-zat kimia tertentu seperti logam berat, toksin, dan ototoksin serta gelombang elektromagnetik.
« Pola makan yang buruk, makanan berprotein tinggi, lemak tinggi dan diet rendah serat, dapat meningkatkan resiko terkena kanker usus besar.antara lain terlalu banyak daging dan lemak yang tidak diimbangi buah dan sayuran segar yang banyak mengandung serat.
« Zat besi yang berlebihan diantaranya terdapat pada pigmen empedu, daging sapi dan kambing serta tranfusi darah.
« Lemak jenuh dan asam lemak omega-6 (asam linol).
« Minuman beralkohol, khususnya bir. Usus mengubah alkohol menjadi asetilaldehida yang meningkatkan risiko menderita kanker kolon.
« Obesitas.
« Bekerja sambil duduk seharian, seperti para eksekutif, pegawai administrasi, atau pengemudi kendaraan umum.
« Faktor genetik: bila salah satu dari anggota keluarga pernah terkena kanker usus besar, generasi berikutnya mempunyai kemungkinan lebih tinggi dari rata-rata.
« Polip: polip usus besar tumbuh di dinding bagian dalam kanker usus besar atau rektum rentan terhadap berbagai stimulus, bisa berubah menjadi kanker.
« Penyakit Crohn atau kolitis ulseratif: seorang yang berpenyakit Crohn atau kolitis ulseratif, beresiko 30x lebih tinggi dari orang biasa untuk menderita kanker usus besar.

Yang paling beresiko untuk terkena kanker usus besar:

« Pasien yang sudah pernah terkena penyakit poliposis adenomatosa
« Pasien yang memiliki anggota keluarga yang pernah menderita pasien kanker usus besar
« Pasien dengan darah dalam feses (jangka panjang)
« Pasien dengan kolitis ulseratif kronis
« Pasien dengan diare atau konstipasi kronis

Operasi merupakan pengobatan yang paling umum untuk kanker usus besar. Selama operasi, tumor, sebagian kecil dari usus yang sehat di sekitarnya, dan kelenjar getah bening yang berdekatan akan dipotong. Dokter bedah kemudian menghubungkan bagian usus yang sehat. Pada pasien dengan kanker dubur, rektum secara permanen akan dipotong.

Pencegahan

« Konsumsi banyak makanan berserat. Untuk memperlancar buang air besar dan menurunkan derajat keasaman, kosentrasi asam lemak, asam empedu, dan besi dalam usus besar.
« Asam lemak omega-3, yang banyak terdapat dalam ikan tertentu.
« Kosentrasi kalsium, vitamin A, C, D, dan E dan betakarotin.
« Susu yang mengandung Lactobacillus acidophilus.
« Berolahraga dan banyak bergerak sehingga semakin mudah dan teratur untuk buang air besar.
« Hidup rileks dan kurangi stres.

Kanker usus besar dapat dicegah dengan mengubah kebiasaan mengkonsumsi lemak berlebihan ke makanan yang mengandung serat tinggi. Sumber utama lemak seperti daging, telur, produk susu, saus salad, dan minyak yang digunakan dalam masakan harus dikurangi. Sebagai penyeimbangnya, buah-buahan, sayuran, dan roti gandum utuh dan sereal yang mengandung serat harus dikonsumsi. Perlu diketahui bahwa serat yang tinggi di dalam makanan menyebabkan pembentukan kotoran besar yang dapat menyingkirkan karsinogen.

Pengobatan

Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Kanker usus besar

Tahitian Noni® Bioactive Beverage (TNBB) untuk melawan kanker. Kandungan iridoidnya yang bekerja di tingkat sel dan bersifat adaptogen mampu bekerja sebagai anti kenker dengan memperbaiki sel agar tidak membelah secara radikal (proses apoptosis), mampu sebagaiHMG-CoA reductase inhibition (kaitannya dengankolesterol), sebagai antihepatotoxic, analgesic (paint killer), antitumor, antiradangdll. iridoid mampu memberikan efek penyembuhan dan pertahanan terhadap kanker.

Tahitian Noni® merangsang tubuh untuk memproduksi elemen-elemen yang melawan kanker seperti nitrix oxide, interleukin (mediator sistem imunitas yang dibuat oleh dan memperbaruhi limtosit ), interferon (sitokin yang mencegah terjadinya super inteks oleh virus lain), faktor nekrosis tumor, lipopolisakarida dan sel-sel pembunuh alami.

DAFTAR PRODUK TAHITIAN NONI®

TNBB Original
Tahitian Noni® Bioactive™ Beverage Original

Isi Botol : 1.000 ml atau 1 liter
Mengandung 30 mg iridoid per 60 ml
Harga Rp. 545.000

—–

TNBB Extra™
Tahitian Noni® Extra™ Bioactive Beverage
Tahitian Noni® Bioactive Beverage Extra
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 60 mg iridoid per 60 ml atau 2 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 botol Rp:

—–

Maxidoid®
Maxidoid® Bioactives
Maxidoid®
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 120 mg iridoid per 60 ml atau 4 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 botol Rp: 690.000

—–

PEMESANAN PRODUK TAHTIAN NONI HUBUNGI:

Halimah:

SMS/TELP: 0856 2992 264
PIN BB: 579e4177

Alamat:

Jl. Magelang Km. 5, Selokan Mataram Gang Sambung Rasa No. 1
Dusun Gedongan, Mlati, Sinduadi
Yogyakarta
Kode Pos 55284

Pemesanan silakan melalui telpon atau SMS, bila sms silakan kirim SMS dengan format:

Pesan[spasi]JenisProduk[spasi]JumlahBotol[spasi]Nama[spasi]Alamat[spasi]NomorTelp

HARGA DI ATAS BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM, GRATIS ONGKOS KIRIM UNTUK KOTA TERTENTU
DAFTAR HARGA ONGKOS KIRIM BISA DILIHAT DI HALAMAN BERIKUT:
http://tn-bb.com/ongkos-kirim