Kanker Pankreas

Pankreas merupakan suatu organ berbentuk tabung yang seperti bunga karang/spons kira-kira 6 inches panjangnya. Terletak di perut bagian atas yang berada di bawah lambung dan berdekatan dengan bagian pertama usus dua belas jari, berfungsi untuk mengeluarkan enzim guna membantu pencernaan dan hormon dalam mengatur metabolisme gula.

Pankreas terdiri dari dua bagian: kelenjar eksokrin yang mengeluarkan enzim untuk pencernaan, dan kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon-hormon, termasuk insulin untuk mengatur gula dalam darah. Tumor dapat berkembang di salah satu atau kedua bagian pankreas.

Kanker pankreas adalah neoplasma yang terjadi pada kelenjar pankreas. Pankreas membuat getah-getah pankreas dan hormon-hormon, termasuk insulin. Getah-getah pankreas, juga disebut enzim-enzim yang berfungsi untuk membantu mencerna makanan dalam usus kecil. Insulin mengontrol jumlah gula dalam darah. Kedua enzim-enzim dan hormon-hormon diperlukan untuk mempertahankan tubuh bekerja secara seimbang.

Pada saat getah-getah pankreas diproduksi, mereka mengalir kedalam saluran utama pankreas. Saluran ini bergabung dengan saluran empedu umum (common bile duct), yang menghubungkan pankreas ke hati dan kantong empedu. Saluran empedu umum (common bile duct), menghubungkan empedu (suatu kantong berisi cairan yang membantu mencerna lemak) yang menyambung ke usus kecil dekat lambung.

Tingkat terjadinya kanker pankreas di seluruh dunia meningkat, banyak terjadi pada orang usia lanjut, laki-laki lebih banyak dari pada perempuan dengan usia 40-65 tahun, tetapi beberapa tahun terakhir terjadi pada usia yang lebih muda. Tingkat keganasan kanker pankreas sangat tinggi, dari ditemukannya penyakit ini sampai meninggal rata-rata dalam 5 bulan, dengan tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun sekitar 5%, di kenal sebagai “raja kanker”.

Diantaranya hanya terdapat 15-20% pasien yang dapat menerima operasi, diantara 40% pasien dalam menerima operasi telah ditemukan penyebaran, setelah operasi tingkat kelangsungan hidup hanya ada 10%. Sejalan dengan kemajuan teknologi diagnosis yang semakin meningkat, banyak metode pengobatan baru yang digunakan, memberikan harapan kelangsungan hidup bagi penderita kanker pankreas.

Jenis kanker pankreas paling umum terjadi di kelenjar eksokrin yang disebut adenokarsinoma pankreas. Sedangkan kanker pada kelenjar endokrin disebut karsinoma pankreas neuroendokrin atau tumor islet sel masih langka ditemukan.  Adenokarsinoma pankreas sangat agresif dan kerap suda menyebar ke seluruh tubuh saat terdeteksi. Pengobatan yang paling banyak dilakukan bersifat kuratif, yaitu operasi, radiasi, kemoterapi atau gabungan beberapa pengobatan sekaligus.

Kanker pankreas terjadi ketika sel-sel di dalam pankreas mengembangkan mutasi genetik. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh tak terkendali dan terus hidup setelah sel normal akan mati. Sel-sel ini terakumulasi hingga membentuk tumor (benjolan). Kanker pankreas menyebar dengan cepat dan jarang terdeteksi pada tahap awal perkembangannya, dan hal ini adalah alasan kenapa kanker ini termasuk kanker yang mematikan.

Jenis kanker pankreas

• Kanker yang terbentuk pada lubang saluran pankreas (adenocarcinoma) atau yang terkadang disebut axocrine tumors.
• Kanker yang terbentuk pada sel yang memproduksi hormon (endocrine cancer)

Faktor risiko

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker pankreas antara lain:

• Kegemukan (Obesitas)
• Merokok
• Diabetes
• Mengalami penyakit peradangan pankreas kronis (pancreatitis)
• Sejarah keluarga dengan sindrom genetik yang meningkatkan risiko kanker, antara lain mutasi gen BRCA2, Peutz-Jeghers syndrome, Lynch syndrome dan familial atypical mole-malignant melanoma (FAMMM)
• Bertambahnya usia, khususnya mereka yang berusia 60 tahun ke atas
• Riwayat keluarga, 5-10% pasien kanker pankreas memiliki riwayat keluarga kanker pankreas
• Gingivitis atau penyakit periodontal
• Pola makan kurang sehat

Penyebab

Sampai saat ini penyebab dari kanker pankreas belum diketahui dengan pasti. Faktor genetik diduga berperan meskipun bukan faktor yang utama.
• Merokok. Resiko perokok terkena kanker pankreas adalah 3 kali lipatnya orang yang tidak merokok
• Pola makan tinggi protein, tinggi lemak, dan tinggi kalori
• Diabetes. Penderita diabetes mudah terkena kanker pankreas
• Radang pankreas kronis. Radang pankreas kronis dapat berkembang menjadi kanker pankreas
• Genetik/adanya riwayat kanker pankreas dalam keluarga

Gejala

– Nyeri di perut bagian atas yang menyebar ke sakit punggung
– Warna kulit dan bagian putih mata yang menguning
– Kehilangan nafsu makan
– Penurunan berat badan
– Pembekuan darah
– Depresi

Kanker pankreas stadium dini dengan operasi pemotongan, tingkat kelangsungan hidup dalam 5 tahun mencapai 70-100%, dibandingkan dengan kanker pankreas stadium lanjut hasil kedua pengobatan memiliki perbedaan yang besar. Oleh karena itu, sewaktu muncul gejala sebaiknya langsung menjalani diagnosis pengobatan yang terperinci.

Komplikasi yang ditimbulkan

Kanker pankreas dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti berikut:

• Penyakit kuning (jaundice)
• Rasa sakit (pain) yang parah di bagian perut
• Kerusakan organ usus
• Penurunan berat badan secara drastis

Pencegahan

• Berhenti merokok
• Menjaga berat badan ideal
• Rutin berolahraga
• Pola makan yang sehat (perbanyak makan buah dan sayur)

Pengobatan

Cara terapi Penyembuhan dan pengobatan kanker pankreas dengan Tahitian Noni

3 Komponen Penting Tahitian Noni dalam Penyembuhan:
Alizarin : Pemutus hubungan pembuluh darah & Nutrisi Sel Kanker sehingga Jaringan kanker akan kering/luruh dan mati

Damnacanthal : Anti Kanker dan Anti Biotik alami, menjaga organ tubuh yg belum terserang kanker utk menolak kanker (Melokalisir kanker untuk tidak merambat ke bag oragan lain)

Proxeronine : Meregenerasi Sel yang rusak pada organ yang hancur karena kanker sehingga pulih kembali.

Dosis penggunaan Tahitian Noni untuk Terapi Kanker pankreas

Dalam riset Dr.Neil Solomon juga menemukan “RESEP NONI” yang telah digunakan oleh para pasien penderita kanker untuk meningkatkan energi tubuh mereka secara maksimal. Resep ini datang dari rekan sejawat dari profesional media, Orlando Pile, M.D. Resepnya sebagai berikut:

Tahap 1: 1 Liter Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari pertama
Tahap 2: ½ Liter Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari berikutnya
Tahap 3 : 240 cc Tahitian Noni Juice sehari selama 30 hari berikutnya atau
Tahap 4: 105 cc untuk selanjutnya.

Tahitian Noni Juice menjadi “ The Top Ten Cancer Treatment” yang direkomendasikan Asosiasi Kanker Amerika Serikat.

DAFTAR PRODUK TAHITIAN NONI®

TNBB Original
Tahitian Noni® Bioactive™ Beverage Original

Isi Botol : 1.000 ml atau 1 liter
Mengandung 30 mg iridoid per 60 ml
Harga Rp. 545.000

—–

TNBB Extra™
Tahitian Noni® Extra™ Bioactive Beverage
Tahitian Noni® Bioactive Beverage Extra
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 60 mg iridoid per 60 ml atau 2 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 botol Rp:

—–

Maxidoid®
Maxidoid® Bioactives
Maxidoid®
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 120 mg iridoid per 60 ml atau 4 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 botol Rp: 690.000

—–

PEMESANAN PRODUK TAHTIAN NONI HUBUNGI:

Halimah:

SMS/TELP: 0856 2992 264
PIN BB: 579e4177

Alamat:

Jl. Magelang Km. 5, Selokan Mataram Gang Sambung Rasa No. 1
Dusun Gedongan, Mlati, Sinduadi
Yogyakarta
Kode Pos 55284

Pemesanan silakan melalui telpon atau SMS, bila sms silakan kirim SMS dengan format:

Pesan[spasi]JenisProduk[spasi]JumlahBotol[spasi]Nama[spasi]Alamat[spasi]NomorTelp

HARGA DI ATAS BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM, GRATIS ONGKOS KIRIM UNTUK KOTA TERTENTU
DAFTAR HARGA ONGKOS KIRIM BISA DILIHAT DI HALAMAN BERIKUT:
http://tn-bb.com/ongkos-kirim