I Gusti Ngurah Suamba

"Myeloid Leukimia Acute"

Tanggal 1 Januari 2011 tepatnya setahun yang lalu, saat bertugas di daerah Carribean-Belize, I Gusti Nurah Suamba yang berusia 34 tahun mengalami demam tinggi disertai dengan migren yang menyebabkan pendarahan di otak kiri. Dari hasil pemeriksaan lab, diketahui trombositnya turun sekitar 13 sehingga langsung dirujuk ke ICU Miami Hospital. Dari hasil pemeriksaan diketahui ia menderita Myeloid Leukimia Acute dan harus menjalani kemoterapi secepatnya, tetapi kendala pada saat itu terjadi pendarahan di otak kiri dan harus segera di operasi.

Pasca operasi I Gusti malah lupa ingatan, namanya sendiripun ia lupa. Akhirnya tim DR dan keluarga memutuskan untuk dikirim pulang ke Bali-Indonesia dengan rujukan ke Prima Medika Hospital, saat itu kondisi trombositnya rendah. Sesampainya di Bali, tanggal 21 Januari 2011 langsung dilakukan operasi ke dua.

Setelah di operasi, I Gusti Ngurah Suamba langsung menjalani kemoterapi selama 9 hari. Pada hari terakhir kemoterapi, 30 Januari 2011, ia mengalami drop, kejang dan pendarahan di kepala, nilai PLT nya 10 (kritis) normalnya 150-450 sehingga harus kembail ke ICU. Ternyata terjadi lagi pendarahan di otak kiri, operasi kembali dilakukan. Diperlukan darah sebanyak 50 kantong untuk transfusi darah. Setelah transfusi, tanggal 1 Februari 2011 PLT nya bisa naik sampai 22. Tapi 2 hari kemudian tanggal 3 Februari 2011 turun lagi PLT nya hingga 12 dinyatakan koma di ICU.

Setelah dipindahkan ke ruang perawatan pada tanggal 9 sampai 12 Februari 2011 nilai PLT nya bertahan di 16. Melihat kondisi yang tidak stabil, naik turun, tidak dapat menggerakan tubuh bagian kanan dan berbicara pelo, DR menyarankan transplantasi sumsum tulang belakang namun pihak keluarga tidak menyetujuinya.

Saat itulah TNBB mulai diperkenalkan. Awalnya hanya diberikan diberikan dosis perkenalan dengan takaran sendok makan. Dengan dosis perkenalan PLT empat naik menjadi 23 di tanggal 13 Februari 2011, namun kembali menjadi 16. Pada titik ini, masih diinfus dan transfuse trombosit 8 kantong.

Dalam kondisi yang memprihatinkan saat itu, tanggal 15 Februari 2011, Jam 12 siang, Ibu Monica Diana dibantu Ibu Lili mulai memberikan Noni tiap 2 jam 100 ml atau kurang lebih 500 ml atau ½ liter perharinya. Setelah 3 hari mulai terlihat perubahan. PLT nya 104, pengunjung tidak perlu memakai masker, latihan berjalan, BAB lancar dan air seni bening karena sebelumnya berwarna keruh. Yang paling membahagiakan tanggal 20 Februari 2011 nilai PLT 249, bersama istri sudah sampai berjalan ke ruang tunggu pasien dan sudah mulai belajar berbicara.

Dokterpun tidak percaya dengan perkembangan ini, sehingga dokterpun mengecek ulang keesokan harinya hingga dokter bertanya pada istrinya apa yang diberikan kepada IGN Suamba? Setelah istrinya menjawab diberikan TNBB dan akhirnya Dokterpun menyarankan untuk meneruskan mengonsumsi TNBB. Beberapa hari kemudian PLT nya menjadi 363 bahkan pernah sampai 400 setelah hari ke 17 minum TNBB, dan saat menjalani kemoterapi efek buruknya tidak dirasakan.

Pada tanggal 9 Maret 2011 dokter menyatakan darah bapak I Gusti Ngurah Suamba normal dan sudah tidak terdektesi adanya sel kanker, karenanya tanggal 10 Maret 2011 Pak Suamba dinyatakan boleh pulang dan harus melakukan cek up yang dilakukan setiap bulannya hingga 5 tahun kedepan bebas kanker. Hampir setahun bapak I Gusti Ngurah Suamba mengenal TNBB serta kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

Kisah Serupa:

Harlenawati(36 Tahun)
TNBB Bersinergi Dengan Obat Medis “Dua Dokter (Ahli Darah & Ahli Liver) Yang Memeriksa Kondisinya Selepas Dari Rumah Sakit Tak Menyangka Ia Bisa Membaik Sangat Cepat” PADA Oktober 2009 lalu, Harlenawati tiba-tiba merasa tidak enak badan. Ia merasa lelah, lemas, tangannya bergetar-getar dan jantungnya berdebar-debar. Ia berobat jalan ke sebuah rumah sakit dan Dokter mendiagnosanya menderita hipertiroid. Dua hari kemudian, kondisi Harlenawati semakin payah. Ia lalu dilarikan ke RS dan dirawat selama seminggu di sana....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

M. Akhyar
Yakin Pada TNBB “…hidupnya kini nyaris terbebas dari cengkeraman vertigo” Menghadai serangan vertigo tentu bukan hal yang mudah. Bayangkan, jika Anda harus mengalaminya selama sepuluh tahun. Inilah yang terjadi pada M. Akhyar. Sejak 1998, ia berulangkali terserang vertigo. Menurut hasil scan dan pemeriksaan dokter ahli syaraf, Akhyar mengalami penyempitan pembuluh darah karena tingat kolesterolnya. Akhyar diwajibkan utuk rutin berolahraga. Ia juga wajib meminum obat-obatan yang diresepkan Dokter. Tiga bulan mengonsumsi obat itu, vertigo Akhyar belum juga mereda....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Neneng Maryati (53 tahun)
“Cukup Dengan TNBB” Sebenarnya Neneng Maryati sudah merasa kesehatannya bermasalah sejak tahun 2008. Ia kerap merasa sakit saat buang air kecil. Bila terlalu lelah, ia demam dan kakinya bengkak. Ia tidak memeriksakan diri ke rumah sakit. Ia trauma pada rumah sakit karena putrinya pernah dirawat di RS dan mengalami pendarahan akibat demam berdarah. Karena itulah, sakit apapun yang dideritanya, Neneng hanya mau minum obat dari Dokter puskesmas. April 2010, ibu Neneng meninggal....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Sandra
Akhir Derita Selama Empat Tahun KECERIAAN menyeruak dari raut wajah seorang bocah yang selama hampir empat tahun hidup dengan kegetiran menghadapi penyakit yang mengerikan. Dia adalah Sandra, anak dari Ranie D. Garnadi. Demam berkepanjan-an menjadi awal dari penyakit yang diderita Sandra. Hasil laboratorium tidak mengindikasikan Sandra terkena Lupus, sedangkan untuk Leukimia, Ranie tidak sempat memeriksakannya. Setelah sepuluh bulan perawatan, kondisi Sandra membaik. Tapi pada 15 Mei 2006, Sandra jatuh sakit lagi....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Owen Reynaldo
Keceriaan Owen Reynaldo yang berusia 2 tahun, layaknya anak-anak pada umumnya. Tingkah lakunya membuat putra pasangan Aldo dan Ivenny ini selalu terlihat sangat lucu. Gerakannya yang enerjik tidak pernah membuat Owen terlihat letih. Bahkan dikala anak-anak sebayanya beradaptasi dengan perubahan cuaca yang membuat mereka terserang flu, batuk serta demam, Owen tidak merasakannya. “Imunitas tubuh Owen, cucuku sangat luar biasa. Semua bermula ketika saya menyarankan kepada kedua orangtuanya agar memberikan TNJ kepada Owen,” cerita Yanuar anwar....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Kisah Lainnya:

Berbagi Cerita - Berbagi Pengalaman

Apa kata mereka yang sudah pernah meminum produk tn-bb.com

Selengkapnya Klik Di Sini!

tn-bb.com