Hipertensi Selama Kehamilan Meningkatkan Risiko Penyakit Ginjal

Para peneliti menemukan bahwa gangguan darah tinggi atau hipertensi pada kehamilan dapat meningkatkan risiko kegagalan fungsi ginjal kronis dibanding wanita hamil lain yang tidak mengalami masalah hipertensi. Wanita hamil harus pandai-pandai menjaga kesehatannya agar tidak membahayakan bayi dan dirinya sendiri. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gangguan darah tinggi (hipertensi) selama kehamilan dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

Hipertensi selama kehamilan memiliki dampak yang sangat besar pada kesehatan ibu dan bayi, bahkan dapat menyebabkan risiko kematian. Sekitar 5 sampai 10 persen kehamilan diperkirakan dipengaruhi oleh gangguan hipertensi. Hal ini dapat mempengaruhi fungsi ginjalnya. Peneliti mengumpulkan data dari 26.651 wanita hamil di Taiwan yang mengalami gangguan hipertensi pada trimester pertama kehamilannya, untuk menentukan apakah ada peningkatan risiko penyakit ginjal dibandingkan dengan kelompok lain yang lebih sehat, yaitu sekitar 213.397 wanita hamil tanpa hipertensi.

Seluruh peserta penelitian tersebut berusia antara 19 sampai 40 tahun dan tidak memiliki riwayat hipertensi, diabetes atau penyakit ginjal sebelumnya. Hasilnya menunjukkan bahwa risiko penyakit ginjal pada kelompok wanita hamil yang hipertensi, 14 kali lipat lebih tinggi daripada kelompok wanita hamil yang sehat.

Baru ada sedikit data yang dapat menjelaskan mengapa gangguan hipertensi selama kehamilan berkaitan dengan risiko penyakit ginjal kronis. Hipertensi dapat menyebabkan preeclampsia, yaitu suatu gangguan yang muncul pada masa kehamilan, umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Gejala-gejala yang umum selain tingginya tekanan darah, juga terjadi pembengkakan yang tak kunjung sembuh dan tingginya jumlah protein dalam urin. Hal ini dapat juga mempengaruhi saluran eksresi seseorang, sehingga ginjal harus bekerja lebih berat.

Wanita hamil perlu mencegah hal ini agar tidak berisiko fatal bagi janin dalam kandungannya dan kesehatannya sendiri. Caranya tentu saja dengan mengadopsi gaya hidup sehat sejak dini sebelum kehamilan dan rajin mengontrol tekanan darah.