Faktor Penyebab Infeksi Gigi

Gigi yang berlubang dan berwarna kehitaman tentu bisa mengganggu kepercayaan diri Anda. Sayangnya hal ini tidak bisa diatasi dengan mudah, sehingga Anda perlu memperhatikan alasan dibalik infeksi yang menyebabkan kerusakan gigi. Gigi yang rusak biasanya disebabkan oleh karies gigi, yaitu sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi.

Padahal jika tidak ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan nyeri, gigi tanggal, infeksi, berbagai kasus berbahaya lainnya, dan bahkan kematian.

Berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan karies gigi antara lain:

« Genetika
Genetika memiliki pengaruh penting terhadap setiap perkembangan fisiologis alami manusia. Gen tidak hanya bisa menentukan warna rambut dan tinggi tubuh tetapi juga nertanggung jawab pada kondisi gigi.

Kekerasan enamel gigi juga dipengaruhi oleh faktor genetika, sehingga seberapa keras usaha untuk menjaga kesehatan gigi, berbeda dari orang ke orang. Penyakit periodontal yang disebut penyakit gusi, juga telah dikaitkan dengan genetika. Penyakit gusi tersebut bisa menyebabkan kerusakan serius pada jaringan dan tulang dari mulut sehingga mengakibatkan infeksi parah dan kehilangan gigi.

Tentu saja, gen bukanlah satu-satunya faktor yang memicu penyakit gusi. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok juga bisa memicu peradangan pada gusi dan menyebabkan kerusakan sel dan jaringan.

« Usia
Studi terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Illinois menemukan bahwa air liur bayi mengandung sejumlah bakteri yang bisa menyebabkan karies gigi pada balita. Sehingga perawatan gigi harus diperkenalkan sejak usia 19 bulan, tetapi penelitian ini menegaskan bahwa perawatan gigi harus dimulai sejak belum tumbuh gigi.

Orang dewasa juga bisa mengembangkan karies gigi karena beberapa alasan, diantaranya mengembangkan penyakit gusi yang mengekspos gigi terhadap bakteri. Faktor risiko yang lebih umum pada orang dewasa adalah kurangnya air liur, yang berisi cairan penetralisir asam dan membantu membersihkan sisa-sisa makanan.

Konsumsi obat seperti penurun tekanan darah tinggi dan obat untuk masalah jantung bisa mengurangi aliran air liur. Sikatlah gigi secara teratur dan batasi konsumsi minuman bersoda karena mengandung pemanis dalam jumlah tinggi yang berisiko terhadap karies gigi.

« Makanan asam
Makanan asam seperti jeruk bisa berkontribusi terhadap kerusakan gigi. Makanan asam berbahaya karena bisa menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi bakteri jahat dalam mulut. Makanan asam bisa mengikis enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Hindari makan makanan yang terlalu asam atau segera netralkan kondisi mulut setelah makan makanan asam.

Jangan langsung menyikat gigi setelah makan makanan asam, karena asam bisa melembutkan enamel dan membuatnya lebih rentan ketika disikat. Sebaliknya, bilas mulut Anda dengan air atau obat kumur dan tunggu hingga 30 menit sebelum menyikat gigi.

« Makanan manis
Mulut dihuni oleh bakteri pemakan gula yang sangat menyukai makanan manis. Bakteri pemakan gula tersebut akan mengubah gula dan menyebabkan kondisi asam pada mulut yang bisa mengikis enamel gigi.

Hanya dalam waktu sekitar 20 detik setelah mengonsumsi makanan manis, bakteri sudah mengubah kondisi mulut menjadi asam yang bisa bertahan sampai setengah jam. Sehingga penting untuk menggosok gigi setelah makan makanan manis.

« Kebiasaan menggosok gigi
American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan bahwa seorang anak harus memulai menjaga kebersihan mulut jauh sebelum tumbuh gigi. Bau mulut, noda pada gigi, atau gigi berlubang disebabkan karena perawatan mulut yang buruk sejak balita. Ajari anak menyikat gigi setiap 30 menit setelah selesai makan atau setidaknya 2 kali sehari.