Diet tanpa Garam

Penggunaan garam meja yang mengandung natrium dan klorida memang penting untuk kesehatan. Sebab natrium mineral yang terkandung dalam garam meja, dalam jumlah kecil mampu memberi kontribusi untuk fungsi otot, saraf dan keseimbangan cairan yang diperlukan dalam tubuh.

Namun mengonsumsi banyak sodium seperti yang terkandung dalam garam meja dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan lebih berisiko mengalami stroke. Di Amerika konsumsi sodium per hari rata-rata sekitar 3.436 miligram. Rekomendasi tersebut untuk menjaga asupan natrium di bawah 2.400 miligram (satu sendok teh garam) dalam satu hari.

American Heart Association bahkan menyarankan target natrium lebih rendah dari 1.500 miligram sehari, apalagi jika seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Kalau tidak, penggunaan garam berlebih akan meningkatkan risiko gangguan jantung.  Ternyata, untuk menurunkan berat badan, diet ini efektif dilakukan.

Seorang peserta diet ini mengaku berhasil menurunkan berat badan karena mengikuti diet tanpa garam ini. Diet ini dilakukan dengan cara meminimalisasi atau meniadakan garam dalam konsumsi sehari-hari. Mungkin awalnya kurang menyenangkan, namun diet seperti ini terbukti manjur.

Berikut pilihan makanan bagi Anda yang ingin melakukan diet tanpa garam:

• Sayur-sayuran
Sayuran merupakan pilihan terbaik untuk diet tanpa garam. Untuk sayuran beku, sebaiknya Anda memeriksa daftar bahannya dan pastikan tak ada garam atau natrium yang ditambahkan ke dalam sayur. Sementara untuk sayuran kaleng biasanya sudah mengandung garam sebanyak 400 hingga 500 miligram per setengah gelas porsinya. Hal ini bisa diatasi dengan mencuci bersih sayuran, meski tak menghilangkan garam mencuci sayuran dapat mengurangi kadar garam pada sayur. Akan lebih baik jika Anda menggunakan sayuran organik.

• Padi-padian
Nasi putih, pasta, oatmeal dan biji-bijian merupakan pilihan yang juga baik untuk diet tanpa garam. Namun, beras dalam kemasan yang siap untuk dimasak di dalam microwave atau hidangan pasta beku juga harus dihindari. Sebab makanan dalam kemasan tersebut umumnya mengandung banyak garam. Bahkan paket oatmeal polos atau yang memiliki rasa, mengandung sekitar 180 miligram sodium. Intinya, sebaiknya belilah biji-bijian dalam bentuk alami.

• Keju
Keju merupakan salah satu pilihan kurang baik dalam diet tanpa garam. Sebab keju mengandung sejumlah garam yang ditambahkan ke dalam setiap produknya. Sehingga sebaiknya Anda hati-hati membaca label bahan saat membeli keju. Keju mengandung natrium sekitar 455 miligram per setengah gelasnya. Sementara keju cheddar dan keju rendah lemak mengandung 150-175 miligram sodium per 29 gram. Waspadalah, memakan dua ons keju dapat meningkatkan dua kali lipat asupan natrium Anda.

• Daging, Unggas, Ikan, Kacang dan Kacang
Daging segar, unggas dan ikan merupakan makanan bebas natrium. Kecuali untuk sosis, ikan kaleng atau ayam dan ikan yang dilapisi tepung roti. Selain itu, ikan, daging, dan unggas yang disajikan dengan saus juga memiliki kandungan natrium yang tinggi. Contohnya, 85 gram daging tanpa lemak mengandung 1.025 miligram sodium. Kacang kalengan dan asin juga mengandung banyak natrium. Untuk mengurangi asupan sodium dan mendukung diet tanpa garam Anda, sebaiknya beli kacang kering dan masak sendiri di rumah.

• Garam Laut dan Bumbu
Garam meja dan garam laut memiliki kandungan yang sama yakni, natrium dan klorida. Meskipun garam laut dikatakan sebagai pilihan yang lebih alami, garam laut juga mengandung jumlah natrium yang sama dengan garam meja. Lebih baik bumbui makanan Anda dengan bumbu yang bebas sodium seperti merica, air jeruk nipis, cuka apel, dan rempah-rempah.