Diagnosis Edema Paru

Edema paru biasanya didiagnosis oleh sinar-X dada. Sebuah foto toraks normal (X-ray) terdiri dari daerah putih sentral yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah utamanya plus tulang dari ruas tulang belakang, dengan bidang paru menunjukkan sebagai bidang gelap di kedua sisi, tertutup oleh struktur tulang dinding dada.

Sebuah dada yang khas X-ray dengan edema paru mungkin menunjukkan penampilan yang lebih putih di atas kedua bidang paru daripada biasanya. Kasus yang lebih parah dari pulmonary edema dapat menunjukkan kekeruhan yang signifikan (whitening) atas paru-paru dengan visualisasi minimal bidang paru-paru normal. Whitening ini merupakan pengisian alveoli sebagai akibat dari edema paru, tetapi dapat memberikan informasi minimal tentang kemungkinan penyebab.

Untuk mengidentifikasi penyebab edema paru, evaluasi menyeluruh terhadap gambaran klinis pasien sangat penting. Sebuah riwayat medis berhati-hati dan pemeriksaan fisik seringkali memberikan informasi berharga mengenai penyebabnya.

Alat diagnosa lainnya yang digunakan dalam menilai penyebab edema paru meliputi pengukuran plasma B-peptida natriuretik tipe (BNP) atau N-terminal pro-BNP. Ini adalah penanda protein (hormon) yang akan meningkat dalam darah akibat peregangan dari bilik jantung. Elevasi nanogram BNP (satu miliar gram) per liter lebih besar dari beberapa ratus (300 atau lebih) sangat sugestif edema paru jantung. Di sisi lain, nilai kurang dari 100 pada dasarnya mengesampingkan gagal jantung sebagai penyebabnya.

Metode yang lebih invasif kadang-kadang diperlukan untuk membedakan antara edema paru jantung dan noncardiac dalam situasi lebih rumit dan kritis. Sebuah kateter arteri pulmonalis (Swan-Ganz) adalah tabung tipis panjang (kateter) dimasukkan ke dalam vena besar dari dada atau leher dan maju melalui ruang sisi kanan jantung dan bersarang ke dalam kapiler paru (cabang kecil pembuluh darah paru-paru). Perangkat ini memiliki kemampuan secara langsung mengukur tekanan di dalam pembuluh paru, disebut tekanan baji arteri pulmonalis.

Sebuah tekanan baji dari 18 mmHg atau lebih tinggi adalah konsisten dengan edema paru kardiogenik,
sedangkan tekanan baji kurang dari 18 mmHg biasanya nikmat penyebab non-kardiogenik edema paru.
Sebuah penempatan dan data kateter Swan-Ganz interpretasi dilakukan hanya dalam unit perawatan intensif (ICU) setting.

Pengobatan untuk edema paru

Pengobatan edema paru sangat tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan.

Sebagian besar kasus edema paru jantung diperlakukan dengan menggunakan diuretik (pil air) bersama dengan obat lain untuk gagal jantung. Dalam sebagian besar situasi, pengobatan yang tepat dapat dicapai sebagai pasien rawat jalan dengan menggunakan obat oral. Jika edema paru lebih parah atau tidak responsif terhadap obat-obat oral, maka rumah sakit dan penggunaan obat diuretik intravena mungkin diperlukan.

Perawatan untuk penyebab noncardiac edema paru bervariasi tergantung pada penyebabnya. Misalnya, infeksi berat (sepsis) perlu diobati dengan antibiotik dan langkah-langkah pendukung lainnya, atau gagal ginjal harus dievaluasi dan dikelola.

Suplemen oksigen kadang diperlukan jika tingkat oksigen yang diukur dalam darah terlalu rendah. Dalam kondisi serius, seperti ARDS, menempatkan pasien pada mesin pernapasan buatan diperlukan untuk mendukung pernapasan mereka sementara langkah-langkah lain yang diambil untuk mengobati edema paru dan penyebab yang mendasarinya.

Komplikasi edema paru

Kebanyakan komplikasi edema paru mungkin timbul dari komplikasi yang terkait dengan penyebab yang mendasari. Lebih khusus, edema paru dapat menyebabkan terancam oksigenasi dari darah oleh paru-paru. Ini oksigenasi miskin (hipoksia) berpotensi dapat menyebabkan pengiriman oksigen ke organ berkurang tubuh yang berbeda, seperti otak.

Pencegahan edema paru

Dalam hal tindakan pencegahan, tergantung pada penyebab edema paru, beberapa langkah dapat diambil. Pencegahan jangka panjang penyakit jantung dan serangan jantung, elevasi lambat untuk dataran tinggi, atau menghindari overdosis obat dapat dianggap preventif.

Di sisi lain, beberapa penyebab mungkin tidak sepenuhnya dapat dihindari atau dicegah, seperti ARDS akibat infeksi berat atau trauma.

Sekilas Edema paru

Edema paru biasanya disebabkan oleh pengisian alveoli di paru-paru dengan cairan bocor keluar dari darah.
Edema paru dapat disebabkan oleh beberapa kondisi jantung atau non-jantung.
Kesulitan bernapas adalah manifestasi utama edema paru.
Pengobatan penyebab edema paru adalah suatu langkah penting dalam pengelolaan edema paru.