Deteksi Dini Kanker Usus

Penderita kanker usus dapat disembuhkan bila keganasan itu terdeteksi sejak dini. Pemeriksaan konvensional, seperti colok dubur dan tes darah samar, dapat mendeteksi kanker itu tetapi pada stadium lanjut. Kini diperkenalkan teknik pemeriksaan yang dapat mendeteksi kanker ini secara dini. Kanker usus besar (karsinoma kolorektal) merupakan keganasan yang terjadi di usus besar hingga dubur. Waktu pertumbuhan kanker ini perlahan, 15-20 tahun.

Bila terdeteksi sejak dini, kemungkinan pasien sembuh sangat besar. Sebanyak 95 persen kasus kanker usus besar dapat diatasi jika ditemukan dini lewat tes dan pemeriksaan rinci. Sayangnya, hal ini belum terjadi di Indonesia. Mayoritas pasien terdiagnosis kanker usus besar datang berobat ketika sudah stadium lanjut. Lebih dari 50 persen penderita kanker tidak sadar dan terlambat mengetahui penyakit itu.

Ada gejala awal yang dapat digunakan untuk mendeteksi awal kanker usus, antara lain penurunan berat badan diiringi perubahan kebiasaan buang air besar dan atau buang air besar berdarah. Gejala lain berupa diare atau sembelit tanpa sebab jelas lebih dari enam minggu, merasa sakit di bagian belakang perut, rasa kembung, atau perut masih terasa penuh meski sudah buang air besar.

Kebanyakan orang yang merasakan gejala-gejala itu enggan memeriksakan diri ke dokter. Mereka juga tak mau pemeriksaan colok dubur yang dirasa memalukan. Padahal, cara ini paling sederhana untuk mendiagnosis kanker usus besar.

Deteksi dini

Pemeriksaan colok dubur dilakukan untuk mengetahui adanya polip pada lubang pengeluaran sekaligus untuk mengetahui adanya kelainan pada prostat. Pemeriksaan darah samar dilakukan di laboratorium pada contoh tinja pasien untuk mendeteksi adanya darah yang berasal dari polip. Dua cara tersebut dapat membantu memberi gambaran akan pengobatan yang lebih baik dan efektif. Selain cara non-invasif itu—sebelum peneropongan usus (kolonoskopi) dilakukan—diperkenalkan dua cara lain, yaitu deteksi biomolekuler dan pemeriksaan dengan radioisotop barium.

Pemeriksaan enema barium, yaitu memasukkan barium cair ke usus besar melalui dubur lalu diidentifikasi dengan foto rontgen. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi kanker dan polip yang besarnya melebihi 1 cm. Belakangan ini diperkenalkan pemeriksaan biomolekuler untuk kanker usus besar pada contoh tinja pasien, yaitu tes tumor M2-PK (M2 pyruvates kinase), yang merupakan penanda (biomarker) metabolik tumor.

Gen penanda ini ditemukan E Eigenbrodt dari Jerman tahun 1992, kemudian dikembangkan Schebo Biotech. Pada pemeriksaan diukur aktivitas metabolisme tumor usus besar pada stadium awal. Metode ini dapat mendeteksi polip atau adenoma yang tidak berdarah.

Di dunia, kanker usus besar mengakibatkan kematian sekitar 608.000 orang. Jumlah ini mencapai 8 persen dari seluruh kematian akibat kanker dan peringkat keempat jenis kanker yang menyebabkan kematian. Hampir 60 persen kasus ditemukan di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Terkait pola makan

Kalangan muda pun berisiko tinggi terkena kanker usus besar. Bahkan, ditemukan pada anak 13 tahun. Hal ini erat kaitannya dengan perubahan pola makan dan gaya hidup yang kebarat-baratan, terutama di perkotaan. Cara diet yang salah dan tak sehat, yaitu terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat, sering terpapar bahan pengawet makanan dan pewarna yang bukan untuk makanan. Selain itu, gaya hidup yang berisiko kanker usus besar adalah kebiasaan merokok, jarang berolahraga, dan banyak duduk/kurang gerak.

Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Kanker Usus Besar

Tahitian Noni ® merupakan antioksidan terbaik yang merupakan anti bakteri, anti virus, serta anti jamur karena kaya akan  bioactive yaitu iridoid. Kandungan iridoidnya yang bekerja di tingkat sel dan bersifat adaptogen mampu bekerja sebagai anti kanker dengan memperbaiki sel agar tidak membelah secara radikal (proses apoptosis), mampu sebagaiHMG-CoA reductase inhibition (kaitannya dengankolesterol), sebagai antihepatotoxic, analgesic (paint killer), antitumor, antiradangdll. iridoid mampu memberikan efek penyembuhan dan pertahanan terhadap kanker.

Damnacanthal adalah suatu substansi di dalam Tahitian Noni ® sebagai agen anti-kanker. Sebagai tambahan, riset telah membuktikan bahwa Tahitian Noni ® merangsang tubuh untuk memproduksi elemen-elemen yang melawan kanker seperti nitrix oxide, interleukin (mediator sistem imunitas yang dibuat oleh dan memperbaruhi limtosit ), interferon (sitokin yang mencegah terjadinya super inteks oleh virus lain), faktor nekrosis tumor, lipopolisakarida dan sel-sel pembunuh alami.

Pengobatan

Cara terapi Penyembuhan dan pengobatan kanker usus besar dengan Tahitian Noni

3 Komponen Penting Tahitian Noni dalam Penyembuhan

Alizarin : Pemutus hubungan pembuluh darah & Nutrisi Sel Kanker sehingga Jaringan kanker akan kering/luruh dan mati

Damnacanthal : Anti Kanker dan Anti Biotik alami, menjaga organ tubuh yg belum terserang kanker utk menolak kanker (Melokalisir kanker untuk tidak merambat ke bag oragan lain)

Proxeronine : Meregenerasi Sel yang rusak pada organ yang hancur karena kanker sehingga pulih kembali.

Dosis penggunaan Tahitian Noni untuk Terapi Kanker usus besar

Dalam riset Dr.Neil Solomon juga menemukan “RESEP NONI” yang telah digunakan oleh para pasien penderita kanker untuk meningkatkan energi tubuh mereka secara maksimal. Resep ini datang dari rekan sejawat dari profesional media, Orlando Pile, M.D. Resepnya sebagai berikut:

Tahap 1: 1 Liter Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari pertama
Tahap 2: ½ Liter Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari berikutnya
Tahap 3 : 240 cc Tahitian Noni Juice sehari selama 30 hari berikutnya atau
Tahap 4: 105 cc untuk selanjutnya.

Tahitian Noni Juice menjadi “ The Top Ten Cancer Treatment” yang direkomendasikan Asosiasi Kanker Amerika Serikat.

DAFTAR PRODUK TAHITIAN NONI®

TNBB Original
Tahitian Noni® Bioactive™ Beverage Original

Isi Botol : 1.000 ml atau 1 liter
Mengandung 30 mg iridoid per 60 ml
Harga Rp. 545.000

—–

TNBB Extra™
Tahitian Noni® Extra™ Bioactive Beverage
Tahitian Noni® Bioactive Beverage Extra
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 60 mg iridoid per 60 ml atau 2 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 botol Rp:

—–

Maxidoid®
Maxidoid® Bioactives
Maxidoid®
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 120 mg iridoid per 60 ml atau 4 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 botol Rp: 690.000

—–

PEMESANAN PRODUK TAHTIAN NONI HUBUNGI:

Halimah:

SMS/TELP: 0856 2992 264
PIN BB: 579e4177

Alamat:

Jl. Magelang Km. 5, Selokan Mataram Gang Sambung Rasa No. 1
Dusun Gedongan, Mlati, Sinduadi
Yogyakarta
Kode Pos 55284

Pemesanan silakan melalui telpon atau SMS, bila sms silakan kirim SMS dengan format:

Pesan[spasi]JenisProduk[spasi]JumlahBotol[spasi]Nama[spasi]Alamat[spasi]NomorTelp

HARGA DI ATAS BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM, GRATIS ONGKOS KIRIM UNTUK KOTA TERTENTU
DAFTAR HARGA ONGKOS KIRIM BISA DILIHAT DI HALAMAN BERIKUT:
http://tn-bb.com/ongkos-kirim