Sumiyati

Pendampingan Pengobatan Medis Kanker Payudara Stadium II

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh,

Awal tahun 2009, saya mendapatkan Anugrah Tuhan Allah Subhanahu Wata’ala berupa benjolan di payudara sebelah kiri. Setelah dilakukan pemeriksaan biopsi oleh Dokter Spesialis Bedah Onkologi di Rumah Sakit, ternyata di dalam benjolan terdapat kandungan Karsinoma (Kanker) stadium 2 yang aktif. Dokter menganjurkan supaya dioperasi mengingat penyakit Kanker apabila tidak segera diambil tindakan operasi akan cepat menyebar ke jaringan organ tubuh lainnya.

Awal Maret 2009, saya mulai kemoterapi dan berakhir pada bulan Agustus 2009. Dalam menjalani kemoterapi, saya sulit mengonsumsi makanan karena sangat mual, namun Alhamdulillah ada keluarga yang datang membawa satu botol TNBB Original sambil menceritakan bahwa dalam produk tersebut terdapat kandungan nutrisi yang sangat bagus.Kemudian, saya meminum beberapa sloki dalam sehari dan ternyata sedikit demi sedikit rasa mual saya berkurang dan saya bisa mengonsumsi makanan. Selanjutnya, setiap sebelum dan sesudah kemoterapi saya meminum Morinda Liquid Supplement sebanyak 60 ml setiap 2 jam sekali, begitu juga hari-hari selanjutnya hingga kemoterapi selesai dalam satu paket (sebanyak 6 kali) dan dilakukan setiap 3 minggu sekali. Saya senantiasa berdoa semoga Allah selalu memberkahi kesehatan serta memberi rejeki yang banyak sehingga saya dan keluarga dapat membeli Morinda Liquid Supplement.

Berkat Rahmat Allah Subhanahu Wata’ala yang menciptakan tanaman Noni (Morinda) yang sangat bermanfaat bagi umat manusia, termasuk saya yang menjadi sehat kembali setelah minum Morinda Liquid Supplement. Produk Morinda sangat tinggi kandungan nutrisinya sehingga mampu memperbaiki seluruh sel yang kurang baik dalam tubuh saya, bahkan rambut saya yang gundul akibat kemoterapi saat ini sudah tumbuh dan tambah lebat. Setelah 3 tahun, saya kembali periksa laboratorium dan hasilnya dinyatakan oleh dokter sangat bagus. Saya sehat kembali!.

Alhamdullillah, saya berdua dengan suami, dengan ijin Allah SWT dapat menjalani ibadah haji untuk berterimakasih, berdoa langsung didepan Ka’bah Masjidil Haram di tahun 2012. Ya Allah terimakasih atas segala berkah dan anugrah yang telah diberikan kepada saya. Allah Maha Penentu Segala Sesuatu. Terima kasih Dokter, keluarga, teman dsb yang saya tidak bisa sebutkan satu persatu. Pengalaman saya ini benar-benar saya alami. Saya ikhlas untuk diketahui oleh pembaca. Semoga pembaca jangan mengalami sakit seperti yang saya alami. Pesan saya kepada sesama penderita dan untuk siapa saja: INGIN SEHAT? MINUM PRODUK TNBB.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh.

Hiras Simbolon

Bebas Dari Kanker Kolon

Perkenalkan, nama saya Hiras Simbolon (48 tahun). Saya adalah seorang karyawan di PTPN 5 SEI GARO PROPINSI RIAU. Pada tahun 2009, dokter mendiagnosa saya kanker usus dan harus dioperasi. Alhasill, setelah menjalani operasi saya harus menjalani kemoterapi sebanyak 6x.

Kondisi fisik saya jadi mudah lelah pasca operasi dan kemoterapi. Ternyata tindakan operasi dan kemoterapi bukan solusi masalah kesehatan yang saya alami. Terbukti pada bulan Januari 2013, dokter kembali mendiagnosa saya kanker usus dan kembali harus operasi dan kemoterapi lagi. Sebagai orang awam, saya setuju saja. Sampai akhirnya seorang tetangga memperkenalkan TNBB melalui Ibu Risma.

Pada waktu beliau datang menjenguk saya di salah satu rumah sakit di Pekanbaru, beliau mengatakan bahwa produk ini terbukti menyembuhkan karena telah dipatenkan efek terapinya untuk penyakit kanker usus. Saya dan istri tidak serta merta percaya, apalagi tanggal operasi telah ditetapkan. Tetapi saya tetap berdoa supaya mendapatkan produk yang mampu menyembuhkan penyakit saya.

Saya mulai berpikir tentang TNBB tersebut karena ibu Risma meminta hasil laboratorium saya untuk melihat tingkat keganasan dan penyebaran penyakit saya. Baru kali ini ada orang menawarkan perawatan produk herbal berdasarkan data laboratorium. Tuhan memang punya jalan sendiri untuk menyembuhkan saya. Saya akhirnya tergerak untuk mencoba TNBB pasca operasi. Saya mulai minum TNBB ketika masih dirawat di rumah sakit. Hasil lab dari rumah sakit, Ca 19-9 tidak ada datanya, yang ada hanya data CEA: 6.16, padahal nilai normalnya 5 atau dibawah 5.

Saya mulai minum TNBB dengan takaran 2×60 ml selama 42 hari. Lalu saya periksa kembali Ca 19-9: 4,9 (angka normal dibawah 37) dan CEA: 2,9

Saya begitu takjub atas kerja TNBB yang begitu cepat untuk kasus kanker seperti saya. Bahkan kondisi fisik saya sekarang jauh lebih fit dan energik, beda sekali sebelum minum TNBB.

Terima kasih Tuhan, terima kasih TNBB, terima kasih ibu Risma. GBU ALL

Yanuardi, Lc. M.Pd.

Radang Tenggorokan Akut

Berprofesi sebagai Pembimbing Jamaah Umroh dan Haji sangat memerlukan kesehatan fisik yang prima dan suara yang keras. Apalagi setiap bulan harus bolak-balik ke Saudi Arabia. Bahkan sering berangkat dua kali dalam sebulan mendampingi jamaah melaksanakan ibadah di tanah suci Makkah Al Mukarromah. Pekerjaan ini sudah saya lakoni semenjak tahun 2007 sampai sekarang.

Semenjak 2007 itu pula saya menderita penyakit radang tenggorokan akut. Akibatnya, kalau minum air dingin satu teguk saja, atau mengonsumsi makanan yang berminyak maka akan berakibat batuk kering. Dan batuk itu sembuhnya paling cepat satu bulan dan yang lebih parah lagi suara saya akan hilang. Maka semenjak saya menderita penyakit ini, saya selalu sedia obat antibiotik terbaik dan termahal. Akan tetapi, ketergantungan obat ini membuat saya tidak nyaman. Dan kadang kala saya merasakan efek samping seperti perih
di lambung kalau pagi dan juga penyakit ambeien juga mulai terasa. Bermacam-macam obat sudah dicoba mulai dari obat kimia maupun herbal yang tradisional, hanya saja semua itu tidak memberikan hasil yang memuaskan, kadang malah membuat kekhawatiran datang menghantui.

Pada tahun 2012, tepatnya 14 Januari, saya mulai minum TNBB Original untuk mengatasi masalah yang selama ini saya rasakan.

Pada awalnya, saya belum sepenuhnya percaya dengan kehebatan TNBB. Akan tetapi setelah 2 minggu saya minum TNBB, satu persatu keluhan yang selama ini saya rasakan mulai teratasi, terutama radang tenggorokan yang selama ini saya rasakan, setelah berkali-kali saya minum air es, tidak lagi terjadi apa yang selama ini saya alami. Dan yang lebih dahsyat lagi, semua keluhan yang selama ini saya rasakan sudah tidak datang lagi. Radang tenggorokan, Alhamdulillah sudah tidak datang lagi, perih di perut kalau pagi juga tidak ada lagi, ambeien pun sudah hilang.

Ketika saya sudah merasakan manfaat ini maka setiap kali saya berangkat ke Saudi Arabia untuk mendampingi Jamaah melaksanakan ibadah umroh saya selalu bawa TNBB Original. Dan apabila ada jamaah yang merasa kecapean atau mengalami sakit selama di tanah Raja Abdullah itu maka saya berikan mereka TNBB. Alhamdulillah itu pun sangat membantu mereka.

Kejutan demi kejutan di keluarga saya pun selalu saya rasakan, anak-anak dan istri tidak lagi mengonsumsi obat-obat kimia. Bahkan dokter yang selama ini menjadi langganan pun bingung, kenapa tidak datang lagi berobat ke tempat praktek dia. Dan semenjak keluarga saya minum TNBB, mereka sudah putus hubungan dengan obat-obat kimia dan kami mulai hidup sehat.

TNBB adalah anugerah dari yang maha kuasa terutama bagi keluarga saya, dan semua ini perlu kita syukuri dan dan kita sebarkan ke seluruh alam agar anugerah ini bisa dinikmati oleh siapapun. Hanya orang yang dapat rahmatlah yang bisa mensyukuri anugerah ini serta mau berbagi kepada semua.

Hartono Rahardjo

Diabetes, dan Menjaga Kesehatan

Faktor keturunan dari almarhum Ayah saya yang telah meninggal karena Kolesterol, serta sejarah penyakit Diabetes dari adik-adik Ayah menjadi faktor pemicu bagi saya untuk semakin menjaga kesehatan. Memasuki usia 45 tahun, saya berniat untuk menjaga kesehatan sebaik-baiknya, dengan cara memperbaiki pola makan. Pada saat itu saya belum mengenal produk TAHITIAN NONI™.

Catatan: tinggi saya 170 cm, berat badan pernah mencapai 80 kg.

Saat bujangan, saya selalu donor darah setahun sekali ke PMI, agar darah saya bisa diperbarui setiap habis donor, dan darah donor saya bisa dipakai oleh orang yang membutuhkannya. Tentunya saya harus menjaga kondisi kesehatan, agar segala sesuatunya berjalan lancar dan aman. Karena saya seorang pekerja lapangan di proyek bangunan bagian Mekanikal/Elektrikal mulai dari teknisi, perencanaan sampai team konsultan dan direksi lapangan telah saya lalui dari usia 20 tahun sampai 50 tahun.

Usia saya saat ini 55 tahun, sejak tahun 2002 saya rajin cek kondisi gula darah, kolesterol, asam urat, dan lainnya, termasuk olahraga/senam. Saat itu saya sudah ada gejala diabetes (hasil sewaktu itu 143 mg/dL) dan kolesterol (200 mg), yang kondisinya naik turun setiap bulan. Dan saat itu pola makan saya sudah berubah dari makan nasi tiga kali per hari, kemudian menjadi dua kali nasi pagi dan siang sebanyak sekepal tangan kanan pasien, dan malam hari makan sayuran atau buah-buahan.

Di pertengahan tahun 2008, teman saya memperkenalkan produk Tahitian Noni™ Original. Akhirnya saya beli 2 botol. Saya tidak teratur minum Tahitian Noni™, saat itu saya minum Tahitian Noni™ Original yaitu 2 kali 60 cc per hari.

Yang paling saya ingat cara kerja Noni adalah memperbaiki sel-sel yang rusak. Selanjutnya takaran TNBB Original ditingkatkan menjadi 3 x 60 cc, atau TNBB Extra 3 x 30 cc.

Syukur Allhamdulillah Ya Allah, saya telah ‘Kau’ temukan aku dengan ‘Juice Herbal’ yang aman dan halal. Tahun 2010 saya semakin mantap untuk minum Tahitian Noni™, dan sampai kini (2013), saya minum secara kombinasi karena produknya semakin banyak macamnya yaitu Extra dan Maxidoid. Sekarang kondisi saya baik-baik saja dan saya tetap menjaga berat badan sekitar 75 kg. Allhamdulillah Ya Allah

Terimakasih atas bantuan konsultasi, dan terimakasih teman saya atas informasi-informasinya. Setelah saya mengetahui manfaat Tahitian Noni™, saya akan mengajak saudara-saudaraku, teman-temanku dan tetangga-tetangga, untuk minum Tahitian Noni™, karena Tahitian Noni™ bukan hanya untuk orang sakit, orang sehat pun perlu. Istri dan Anakku juga selalu minum Tahitian Noni™.

Miswati

Gegar Otak

Pada bulan Desember 2010 saya mengalami kecelakaan di daerah Cileungsi. Saya naik ojek tanpa pakai helm dan ditabrak dari belakang dengan motor yang ditumpangi 3 orang. Alhamdulillah, saya masih bisa berpikir pada saat itu bahwa saya harus ke rumah sakit besar. Lalu saya naik taxi menuju ke RS Mitra. Dalam perjalanan menuju RS Mitra Jatinegara, saya sempat telepon ke rumah untuk memberitahu bahwa saya kecelakaan dan meminta anak saya untuk membawa noni dengan gelas ukurnya ke RS.

Sesampainya di UGD, dokter dan suster memeriksa jari telunjuk saya yang berlumuran darah. Suster membersihkan jari tangan saya yang terus mengeluarkan darah dan dokter langsung menjahitnya. Dibutuhkan 14 jahitan untuk menutup luka robek seperti kulit pisang yang dikupas. Tanpa disadari, urat tendon saya turut terjahit sehingga sampai sekarang jari telunjuk saya cacat. Selain itu, tumit saya pun luka robek dengan 16 jahitan.

Setelah selesai dijahit, saya dibawa ke tempat rontgen kepala. Setelah rontgen kepala, saya sempat minum 35 ml Tahitian Noni. Kemudian saya dibawa ke ruang ICU karena tensi darah saya terus menurun. Tapi yang saya rasakan saat itu adalah mual hebat, tapi tidak bisa muntah. Begitu sampai di ruang ICU dan keadaan lebih tenang, saya menghubungi konsultan produk yang merekomendasikan minum Tahitian Noni™ 35 ml setiap setengah jam sekali sebelum menjalani operasi. Jika saya lupa, maka suster membangunkan saya untuk minum Tahitian Noni™.

Tepat jam 3 pagi, saya dibawa menuju ruang operasi (sebelumnya saya masih sempat minum 40 ml Tahitian Noni™). Setelah seminggu di ICU, kesadaran dan daya ingat saya semakin membaik. Menurut dokter kemajuannya sangat pesat, dan saya diizinkan dipindah ke ruang perawatan. Di ruang ini saya memajang botol Tahitian Noni. Jika ada yang menanyakan, saya dengan lancar menjelaskan kehebatan Tahitian Noni Original yang fantastik ini.

Setelah 2 minggu di ruang perawatan, saya minta diizinkan untuk belajar duduk. Beberapa hari kemudian saya diizinkan belajar jalan, dengan semangat dan pengawasan suster saya jalan tertatih tatih dengan bantuan tiang infus. Saya tetap rutin minum Tahitian Noni™ 2 x 35 ml. Dan setelah tiga minggu dalam perawatan dokter spesialis bedah syaraf, dokter spesialis penyakit dalam, dokter THT dan dokter mata, saya memohon diizinkan pulang. Dengan pertimbangan yang berat, dokter mengizinkan pulang. Maka hari itu juga saya pulang diantar ambulans dengan kepala dipenuhi perban. Dua hari kemudian saya diharuskan kontrol setiap hari dengan dokter yang berbeda.

Demikian kesaksian saya tentang Gegar Otak yang saya alami. Saya bersyukur kepada ALLAH SWT yang masih memberikan saya kehidupan dan bertemu dengan Produk yang telah membantu saya dalam proses pemulihan.

Muhammad Asbar Sabrie

Hipertensi Berat

Akibat pola hidup dan pola makan yang salah, ditambah kebiasaan merokok berlebihan dan tidak pernah ke dokter atau melakukan medical check up, ternyata tanpa sadar Saya adalah penderita hipertensi berat. Masalahnya, tidak seperti penderita hipertensi pada umumnya, Saya tidak pernah merasakan gejala hipertensi seperti sakit di kepala atau tengkuk, pusing atau sesak nafas.

Sampai pada tahun 2003, saat Saya berumur 59 tahun, Saya hampir terkena stroke setelah Saya memakan durian dalam jumlah yang banyak. Setelah memeriksakan diri ke dokter, ternyata tekanan darah saya 170/110. Oleh dokter Saya diberi obat yang katanya harus dikonsumsi seumur hidup. Namun obat ini mempunyai efek samping yang menjengkelkan karena Saya terus menerus batuk dsebabkan tenggorokan selalu terasa gatal. Saya minta diganti obatnya tapi obat yang baru mengakibatkan jantung Saya selalu berdebar-debar.

Akhirnya saya beralih ke pengobatan alternatif seperti refleksi yang menyakitkan sampai mengunjungi praktek dokter yang tidak menggunakan obat-obat kimiawi, tapi obat-obat jamu yang dikemas dalam tablet yang jumlahnya 5 macam dan setiap macam diminum 3 tablet. Semua ini ternyata juga tidak berhasil mengatasi masalah hipertensi Saya.

Pada suatu pagi di tahun 2008, saya mengunjungi seorang teman, Bapak Fattah Zarkoni yang pada saat itu adalah upline Saya pada suatu perusahaan MLM. Pak Fattah sendiri adalah penderita hipertensi dan dirumahnya ada alat pengukur tekanan darah. Iseng-iseng saya minta diukur tekanan darah Saya. Hasilnya sangat mengejutkan karena ternyata menunjukkan angka 200/120. Pak Fattah meminta Saya untuk meminum sebuah tablet yang biasa dikonsumsinya. Kemudian saya disuruh istirahat. Sejam kemudian tekanan darah saya diukur ulang dan hasilnya bukan turun, malah naik drastis menjadi 250/150.

Pak Fattah menjadi sangat khawatir dan segera membawa Saya ke rumah sakit terdekat di daerah Kalimalang. Di rumah sakit, tekanan darah saya diukur lagi dan hasilnya masih tetap 250/150. Pak dokter geleng-geleng kepala setelah saya beritahu bahwa Saya tidak merasakan sakit kepala atau tengkuk, pusing maupun sesak nafas. Oleh dokter Saya diharuskan opname dan diinfus serta diberi 2 macam obat untuk menurunkan tekanan darah Saya. Saya dirawat selama 3 hari dan setelah keluar dari rumah sakit, Saya diharuskan mengkonsumsi 2 macam obat yang harganya sangat mahal.

Tahitian Noni Sangat Menolong
Dari Internet, Saya menemukan artikel tentang TNBB dan cara kerjanya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Saya mencoba menghubungi orang yang mempunyai situs itu dan meyakinkan Saya untuk mencoba TNBB.

Semula dosis yang Saya gunakan adalah 3x30ml. Setelah meminum 2 botol, Saya mulai merasakan peningkatan kesehatan yang berarti. BAB Saya jadi lancar dan ketika diperiksakan ke klinik, tekanan darah Saya adalah 140/90. Hanya sakit pinggang Saya yang masih terasa belum berubah. Atas usul konsultasi Saya, dosisnya Saya tambah menjadi 3×60. Nah sakit pinggang Saya beberapa hari kemudian mulai berkurang dan lama-lama menjadi hilang.

Akhirnya Saya memberitahu ke keluarga besar dan ke teman-teman dekat. Pak Fattah yang terkena serangan jantung dan harus dioperasi, akhirnya mau meminum Noni dan Alhamdulillah sehat kembali setelah minum TNBB selama dua bulan. Sekarang Pak Fattah sudah sehat. Sekarang umur Saya 68 tahun dan tetap mengkonsumsi TNBB untuk menjaga kesehatan.

Asmiati

Sembuh Dari Diabetes Melitus Type 2

Gajala penyakit Diabetes Melitus Type 2 (DM2) yang Saya alami dimulai sekitar dua tahun yang lalu, ketika Saya merasa cepat letih, sering buang air kecil siang ataupun malam, rasa pusing yang datang tiba-tiba dan kesemutan pada jari kaki.

Saya pergi berobat ke praktek dokter dan rumah sakit di Pekanbaru selama sekitar dua tahun. Namun, gejala penyakit DM2 justru semakin parah. Puncaknya adalah pada tanggal 5 Juli 2012 ketika Saya merasakan pusing kepala yang luar biasa, muntah-muntah dan hampir seperti mau mati saja rasanya. Walaupun Saya belum tahu bagaimana rasanya mati. Saya dibawa suami ke rumah sakit swasta dalam  keadaan gawat darurat. Pada waktu diperiksa, kadar gula darah Saya adalah 700mg% (sedangkan normalnya adalah 120mg%) sehingga saya harus dirawat inap di RS selama 10 hari. Esok harinya, badan Saya merasa lemas karena kadar gula saya drop atau turun tiba-tiba jadi 70mg% akibat terlalu banyak mengonsumsi obat penurun kadar gula darah. Penurunan kadar gula darah yang sangat drastis ini membahayakan diri Saya sehingga Saya diberi minum air gula supaya kadar gula naik lagi. Keadaan Saya pada waktu itu adalah betis kaki kanan Saya menggelembung dan menghitam, panas sekali rasanya.

Sehingga dokter yang merawat mengharuskan operasi untuk betis kaki kanan Saya dan dikatakan untuk satu atau dua kali operasi belum tentu bisa sembuh dan harus bersabar serta kemungkinan juga bisa diamputasi. Mendengar keterangan dokter tersebut Saya jadi ketakutan dan minta pulang walaupun dalam keadaan sakit semakin parah karena Saya tidak mendapatkan solusi yang aman di RS tempat di rawat inap.

Pada waktu masih di RS ada teman yang membawakan TNBB dan saya minum 30cc dua kali sehari. Walaupun sering dihalangi oleh perawat RS dan dikatakan nanti kalau ketahuan dokter akan dimarahi dan ini membuat Saya kesal.

Setelah pulang di rumah, Saya teringat bahwa kira-kira setahun yang lalu Pak Yanuar pernah memberitahu TNBB kepada suami Saya dan katanya bisa membantu berbagai macam penyakit kronis, termasuk DM2 yang Saya derita.

Foto betis kaki Saya yang bengkak dan menghitam (banyak nanah dan darah kotor di dalamnya)

Saya disarankan minum TNBB dengan dosis sebagai berikut : 4 hari pertama 1 botol TNBB 1.000ml sehari, hari ke 5 sampai dengan hari ke 8 dosis 500ml perhari, hari ke 9 dosisnya 250ml perhari selama 30 hari/lebih.

Setelah hari pertama Saya minum TNBB satu botol sehari, besoknya borok atau luka di betis kaki kanan saya tersebut pecah dan mengeluarkan nanah dan darah kotor hampir satu gelas. Selama 14 hari terus keluar nanah dan darah kotor, namun saya tetap minum TNBB seperti yang disarankan dan akhirnya di hari ke 15 luka diabetes di kaki Saya mulai mengering.

Pada tanggal 3 Oktober 2012, luka diabetes Saya sembuh 100% dan Saya sangat berterima kasih sekali sehingga penyakit DM2 Saya bisa sembuh total dan terhindar dari amputasi kaki. Kesembuhan ini tidak bisa dinilai dengan uang. Terima kasih semoga tetap jaya dan menolong jutaan orang di Indonesia.

Kurniasih

ITP (Immunologic Thrombocytopenia Purpura)

Sekitar tahun 1973, di usia 23 tahun, tepatnya 3 tahun setelah melahirkan anak pertama, Ibu Kurniasih sudah merasakan sakit dengan ditandai oleh penurunan stamina, kadang-kadang pendarahan di gusi dan muncul bercak lebam ditubuh. Sekitar tahun 1995, beliau masuk rumah sakit karena kondisi fisik yang terus menurun, pendarahan di gusi yang terus menerus, dan demam. Dari 2 rumah sakit yang ada di Kuningan dan Cirebon, Ibu Kurniasih dirujuk untuk berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung atau RSCM Jakarta.

Di RSCM Jakarta, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan sampai dengan pengambilan sumsum tulang belakang, Dokter memberi keterangan bahwa produksi trombosit dalam tubuh Ibu mengalami kerusakan sehingga tidak maksimal. Dari pengobatan yang diberikan, Ibu merasa kondisi tubuhnya lebih baik, tetapi efek sampingnya ternyata badan menjadi lebih gemuk (penuh cairan) serta moon face. Untuk mengimbangi obat-obat kimia, maka berbagai cara pengobatan alternatifpun (pengobatan herbal) dilakukan, tetapi hasilnya tidak maksimal.

Tepatnya pada bulan Februari 2008, pada saat Ibu sedang berkunjung ke salah satu rumah anaknya di Tangerang, kondisi Ibu drop, muntah-muntah dan jatuh di kamar mandi. Sempat mengalami anfal di Rumah Sakit Husada Insani, Tangerang. Kemudian, Dokter ahli saraf, mengatakan kalau Ibu sudah mengalami pendarahan di otak (berdasarkan CT Scan ada 5 titik) dan Ibu tidak sadarkan diri. Trombosit pada saat itu adalah 14.000. Dokter internis darah menyebutkan bahwa nama penyakit Ibu itu ITP (Immunologic Thrombocytopenia Purpura). Dalam kasus ITP, trombosit dalam tubuh penderita dianggap sebagai “makhluk asing” yang akan selalu dihabiskan oleh auto imunnya.

Pada saat mencari informasi di internet, tanpa disengaja, saya menemukan TNBB. Tanpa berpikir panjang saya langsung menghubungi contact person yang tercantum dalam website tersebut. Keesokan harinya saya langsung menemui untuk mendapatkan penjelasan tentang kehebatan TNBB dan dosis pemakaiannya (30 ml/1 jam), serta informasi yang lebih penting bahwa produk TNBB tidak bertentangan dengan pengobatan kimia dari dokter (tidak menimbulkan efek lebih maksimal karena TNBB juga berfungsi sebagai anti oksidan). Walaupun saat itu saya tidak terlalu fokus mendengarkannya, karena saya sedang mabuk (hamil muda), tanpa buang waktu akhirnya Saya masuk membeli TNBB 1 dus (4 liter).

Tanpa menghiraukan larangan Dokter rumah sakit untuk memberikan makanan atau obat-obatan  dari luar, setiap 1 jam kami memberikan Ibu TNBB dengan disuapin melalui sendok karena saat itu Ibu tidak sadarkan diri. Setiap harinya kami selalu pantau hasil pemeriksaan trombositnya.

Sebagai informasi:
Tanggal 3 Februari 2009 jumlah trombosit 14.000
Tanggal 4 Februari 2009 jumlah trombosit 10.000
Tanggal 5 Februari 2009 jumlah trombosit 147.000 dan
Tanggal 10 Februari 2009 jumlah trombosit 257.000 sehingga Ibu diperbolehkan pulang.

Ajaib dan sangat mukzijat sekali, karena setelah Ibu dinyatakan mengidap penyakit ITP, trombosit Ibu tidak pernah mencapai diatas 100.000.

Karena menganggap Ibu sudah sembuh dan TNBB dirasakan lumayan mahal bagi saya saat itu, kami menjadi kurang perhatian dan hanya membelikan Ibu TNBB ala kadarnya saja, itupun kadang-kadang saja. Akibat kelalaian itu, akhirnya pada bulan September 2009 (7 bulan kemudian), bersamaan dengan saya melahirkan, Ibu anfal lagi di Kuningan, Cirebon dan masuk ICU, dengan jumlah trombosit hanya 1.000. Ibu mengalami pendarahan di seluruh tubuhnya, buang air besar darah, buang air kecil darah, meludah darah. Saat itu Ibu seperti zombie, bagian mata yang berwarna putih sudah berubah merah karena pendarahan dan di tubuhnya pun banyak lebam di mana-mana.

Tanpa pikir panjang kami memberikan Ibu TNBB dengan cara yang sama dengan pada saat mengalami anfal pertama kalinya. Alhamdullilah, keajaiban datang untuk yang kedua kalinya, hanya 1 minggu Ibu dirawat di rumah sakit dan setelah itu Ibu dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Berpegang dari pengalaman pertama, kami sepakat untuk selalu memberikan Ibu TNBB secara rutin (30ml/1-2 kali sehari) hingga saat ini.

Saya percaya atas izin Allah SWT, melalui TNBBlah Ibu sekarang dalam keadaan sehat wal afiat, bahkan daya tahan tubuhnya sangat stabil, dimana pada waktu dulu :
– Jika digigit nyamuk saja bisa meninggalkan lebam yang lama, sekarang terbenturpun tidak ada lebam sama sekali.
– Jika sholat tidak bisa rukuk dan sujud, sekarang sholat tarawihpun berdiri.
– Jika di lingkungan ada yang terserang sakit flu, Ibu langsung drop, sekarang tidak pernah terpengaruh dengan kondisi lingkungan
– Jika mendengar ada berita yang menyedihkan atau mengagetkan langsung keluar darah dari gusi atau mimisan, sekarang menjadi orang yang sangat kuat.

Marleta (53 Tahun)

Bersyukur Bertemu Dengan TNBB Extra

Selama ini, Saya tidak merasakan keluhan apapun. Namun bermula dari keinginan untuk membebaskan diri dari IUD yang dipasang dua belas tahun, Dokter kandungan menemukan kista dan myoma dalam Rahim saya melalui USG.

Berdasarkan pengalaman beberapa teman yang pernah mengidap penyakit tersebut, mereka merasakan sakit yang luar biasa sehingga memutuskan untuk operasi. Namun saya pribadi berusaha agar saya tidak dioperasi.

Beruntung saya mengenal TNBB. Saya dijelaskan tentang manfaat TNBB untuk menjaga kesehatan dan mengatasi berbagai macam penyakit. Saya dianjurkan untuk minum TNBB Extra dengan dosis 120 ml sekali minum. Alhamdulilah, setelah 3 bulan minum TNBB Extra, kista Saya hilang dan myoma mengecil.

TNBB adalah produk yang sangat tepat untuk kesehatan. Jika ingin sehat, minum selalu TNBB.

I Wayan Partama (49 tahun)

TNBB Extra Terbukti Buat Saya

I Wayan Partama (49 tahun)
I Wayan Partama (49 tahun)

Berawal dari stroke ringan dan gangguan saraf (HNP) dan juga riwayat penyakit terdahulu yaitu gangguan ginjal, jantung, dan paru-paru, I Wayan Partama memutuskan untuk mencoba berbagai macam vitamin dam suplemen. Semua produk yang dicoba tidak memberikan hasil yang diharapkan sehingga beliau memutuskan untuk berhenti mengonsumsi produk-produk tersebut.

Dalam suatu waktu Pak I Wayan Partama memutuskan untuk membeli 1 case (4 botol) TNBB Original. Dengan dosis 3 sampai 4 x 30ml perhari, di satu minggu pertama gangguan tidur dan pegal-pegal berangsur menghilang. Walaupun sempat khawatir karena air seni yang berwarna merah selama 3 hari pertama meminum TNBB Original dan BAB berwarna hitam setelah 2 minggu meminum TNBB Original.

Setelah habis 8 botol TNBB Original, Bapak I Wayan Partama mendengar mengenai kehadiran produk baru yaitu TNBB Extra dengan kandungan iridoid yang lebih tinggi. Kemudian beliau membeli TNBB Extra dan mulai minum dengan dosis 2 sampai 3 x 30ml per hari. Detoksifikasi kembali terjadi. Bagian ginjal, jantung, dan paru terasa nyeri. Tetapi anehnya, pusing yang sering menyerang menjadi hilang. Nyeri tersebut kemudian berangsur menghilang dan sekarang beliau merasa lebih bugar, stamina meningkat, dan masalah saraf yang selama ini mengganggu tulang belakang sudah tidak pernah kambuh lagi. Dan yang paling menggembirakan adalah perbaikan dalam kemampuan berpikir dan konsentrasi sehingga banyak pemikiran baru yang menunjang pekerjaan.

Konsumsi TNBB Extra memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Pak Wayan. Hal inilah yang membuat beliau tidak ragu untuk menceritakan manfaat TNBB Extra dalam setiap kesempatan.

DAFTAR PRODUK TAHITIAN NONI®

TNBB Original
Tahitian Noni® Bioactive™ Beverage Original

Isi Botol : 1.000 ml atau 1 liter
Mengandung 30 mg iridoid per 60 ml
Harga 1 Botol: Rp.  545.000
Harga 2 Botol: Rp.  870.000
Harga 4 Botol: Rp.1.740.000

—–

TNBB Extra™
Tahitian Noni® Extra™ Bioactive Beverage
Tahitian Noni® Bioactive Beverage Extra
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 60 mg iridoid per 60 ml atau 2 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 Botol: Rp.  600.000
Harga 2 Botol: Rp.  890.000
Harga 4 Botol: Rp.1.780.000

—–

Maxidoid®
Maxidoid® Bioactives
Maxidoid®
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 120 mg iridoid per 60 ml atau 4 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 Botol: Rp.  670.000
Harga 2 Botol: Rp.1.040.000
Harga 4 Botol: Rp.2.080.000

—–

PEMESANAN PRODUK TAHTIAN NONI HUBUNGI:

Halimah:

SMS/TELP: 0856 2992 264, 0812 2994 4676, 0817 547 3100
PIN BB: 579e4177

Pemesanan silakan melalui telpon atau SMS, bila sms silakan kirim SMS dengan format:

Pesan[spasi]JenisProduk[spasi]JumlahBotol[spasi]Nama[spasi]Alamat[spasi]NomorTelp

HARGA DI ATAS BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM, GRATIS ONGKOS KIRIM UNTUK KOTA TERTENTU
DAFTAR HARGA ONGKOS KIRIM BISA DILIHAT DI HALAMAN BERIKUT:
http://tn-bb.com/ongkos-kirim