Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Vitiligo

Vitiligo adalah suatu kelainan pigmentasi, dimana melanosit (sel-sel penghasil pigmen warna kulit) pada area tertentu rusak dan hilang. Vitiligo merupakan kondisi di mana kulit Anda kehilangan melanin, pigmen yang yang menentukan warna kulit, rambut dan mata Anda. Kalau sel yang memproduksi melanin mati atau tidak lagi membentuk melanin, maka perlahan-lahan akan muncul bercak putih dengan bentuk yang tidak beraturan di kulit.

Vitiligo termasuk penyakit autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel pigmen normal. vitiligo mewakili aktivitas berlebihan dari proses normal di mana salah satu sistem kekebalan tubuh mencari jalan keluar dan menghancurkan sel perkembangan awal sel kanker melanoma.

Meskipun bercak putih tampak seperti penyakit, tapi vitiligo bukan penyakit. Vitiligo adalah gangguan kelainan kulit. Maka vitiligo tidak mengganggu struktur kulit. Hampir seluruh fungsi kulit masih bekerja dengan baik. Fungsi pengeluaran keringat masih berjalan, fungsi melindungi tubuh dari kuman masih baik, organ di dalamnya juga masih bisa dilindungi, pengaturan suhu tubuh masih baik, kulit juga masih bisa menyerap bahan dari luar seperti obat. Bahkan kalau pada bagian bercak putih terdapat luka, proses penyembuhannya pun sama dengan kulit normal.

Memang dengan rusaknya sel melanosit yang memproduksi pigmen, risiko terkena radiasi sinar ultraviolet lebih besar dibanding kulit normal. Sebab, warna putih tidak hanya memantulkan tapi juga menyerap sinar. Alhasil, bagian tubuh lain juga lebih mudah terbakar sinar ultra violet sehingga bercak putih pun menyebar.

Dengan kondisi tersebut, penderita vitiligo tidak boleh terlalu lama terpajang di bawah sinar matahari. Berlama-lama di bawah paparan sinar matahari bagi penderita vitiligo akan memicu kanker kulit. Kendati demikian, kanker kulit pada penderita vitiligo sangat jarang ditemui. Kanker kulit lebih sering ditemui pada penderita albino alias vitiligo seluruh tubuh.

Biasanya vitiligo mulai nampak di daerah kecil yang kehilangan pigmen yang seiring dengan waktu melebar dan semakin membesar. Perubahan pada kulit ini bisa menyebabkan stress dan rasa khawatir terutama berkenaan dengan penampilan Anda.

Secara medis, saat ini tidak ada obat atau cara untuk menyembuhkan vitiligo. Tujuan perawatannya lebih pada untuk menghentikan atau memperlambat kemajuan depigmentasi-nya (kehilangan pigmen), serta kalau Anda mau, berusaha untuk mengembalikan warna pada kulit Anda.

Warna mata ternyata dapat menjadi indikator apakah seseorang berisiko tinggi mengidap penyakit kulit yang serius atau tidak. Sebuah studi mengindikasikan, orang dengan mata biru cenderung tidak mengidap vitiligo. Sementara orang dengan mata coklat mungkin memiliki risiko lebih kecil menderita melanoma.

Di antara pasien dengan vitiligo, sekitar 27 persen memiliki mata berwarna biru atau abu-abu, sedangkan 43 persen memiliki mata cokelat dan 30 persen memiliki mata hijau, yang secara signifikan berbeda dengan distribusi normal warna mata orang Amerika ras Non-Hispanic keturunan Eropa, di mana sekitar 52 persen diantaranya memiliki mata biru/abu-abu, 22 persen memiliki mata hijau dan 27 persen memiliki mata cokelat.

Orang-orang dengan vitiligo memiliki risiko lebih tinggi mengidap berbagai penyakit autoimun lainnya, seperti penyakit tiroid, diabetes tipe 1, reumatoid artritis dan lupus. Bahkan, kerabat dekat pasien dengan vitiligo juga berada pada risiko yang sama untuk penyakit tersebut, sekalipun mereka tidak memiliki vitiligo.

Hingga saat ini, faktor utama terjadinya vitiligo dianggap disebabkan oleh gangguan imunitas tubuh atau secara autoimun dari dalam tubuh penderitanya sendiri dimana sel-sel pigmen tersebut dihancurkan sendiri oleh tubuh. Bercak-bercak putih ini dapat muncul begitu saja tanpa didahului adanya gejala klinis, dan seringkali sulit disembuhkan dan dikembalikan ke keadaan normal dengan cepat.

Menghambat penyebarannya juga merupakan hal yang sulit karena faktor autoimun yang belum dapat dijelaskan sepenuhnya tersebut. Dalam beberapa kasus, vitiligo juga bisa menyerang rambut akibat kerusakan sel pigmen tersebut. Ada banyak pendapat yang menghubungkannya dengan pengaruh paparan sinar matahari, gangguan emosi, iritasi berlanjut, trauma fisik dan beberapa penyakit lain seperti penyakit Addison, diabetes, anemia pernisiosa dan tiroid, namun ini pun belum sepenuhnya bisa dibuktikan.

Vitiligo akan menyebar secara cepat atau lambat. Pada umumnya vitiligo muncul dalam tiga pola :

• Lokal : Depigmentasi terbatas hanya pada daerah tertentu tubuh Anda.
• Segmental : Hilangnya warna kulit hanya pada salah satu sisi tubuh
• Menyeluruh : Kehilangan pigmen meluas di banyak tempat dari tubuh Anda.

Perbedaan Vitiligo dan Albino

Dari segi proses terjadinya, antara vitiligo dengan albino sebenarnya tidak ada perbedaan. Sebab bercak putih yang timbul dari kedua gangguan kulit tersebut disebabkan oleh terhentinya produksi pigmen pembentuk warna kulit oleh sel melanosit.

« Albino

Bercak putih karena albino biasanya sudah mulai timbul ketika anak masih bayi dan letaknya menyebar dan merata hampir di seluruh tubuh. Faktor keturunan memegang peranan utama terjadinya albino.

• Karena bercak putih menyebar di seluruh tubuh, penderita vitiligo lebih rentan terhadap radiasi sinar ultra violet.
• Banyak penderita albino yang berlanjut terkena kanker kulit.
• Karena bercaknya merata di seluruh permukaan kulit, terapi untuk merangsang melanosit dan pensamaran pun tidak mungkin dilakukan.
• Penggunaan kosmetik pada penderita albino dilakukan dengan tujuan, agar bercak putih kemerahan tidak tampak jelas.

« Vitiligo

Bercak putih bisa saja muncul saat masih bayi, tapi lokasinya hanya pada bagian tubuh tertentu dan tidak menyebar. Tapi hingga saat ini, jarang sekali kasus vitiligo yang ditemui pada bayi baru lahir. Penderitanya rata-rata berumur antara10-30 tahun.

• Vitiligo bisa berhenti, bisa juga terus berkembang. Tegantung pada kondisi sel melanosit penderitanya.
• Karena letaknya berpencar dan tidak merata seperti albino, vitiligo masih bisa disamarkan dengan terapi, dan kosmetik.
• Vitiligo tidak dipengaruhi faktor keturunan. Meskipun ada dugaan dari 30% vitiligo disebabkan faktor keturunan.

Penyebab

Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan sistem kekebalan (reaksi autoimun). Pada kasus yang lain, kehilangan pigmen bisa mempengaruhi sebagian besar permukaan kulit Anda. terdapat beberapa faktor pemicu yang dapat meningkatkan risiko timbulnya vitiligo. Seperti sinar matahari yang terik, stres, emosional.

Vitiligo juga bisa terjadi setelah trauma fisik yang tidak biasa, terutama cedera kepala dan cenderung timbul bersamaan dengan penyakit tertentu, seperti: – penyakit Addison
• diabetes
• anemia pernisiosa
• penyakit tiroid

Tingginya risiko terkena vitiligo juga bisa disebabkan karena faktor keturunan. Kurang lebih 30 persen dari penderita vitiligo memiliki keluarga yang menderita hal serupa dan biasanya vitiligo terjadi pada rentang usia 10-30 tahun. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan vitiligo terjadi sebelum atau sesudah jarak usia tersebut.

Tanda – Tanda Vitiligo

Tanda-tanda utama vitiligo adalah kehilangan pigmen sehingga menyebabkan timbulnya bercak berwarna putih susu (depigmentasi) pada kulit.
Tanda-tanda lain yang kadang muncul adalah :

• Terjadinya pemutihan pada rambut, alis mata, bulu mata atau kumis dan janggut.
• Hilangnya warna pada jaringan yang membatasi bagian dalam mulut Anda (selaput mukus).
• Hilang atau berubahnya warna lapisan dalam mata Anda (retina).

Penderita Vitiligo sebaiknya tidak sering terpapar sinar matahari, jadi harus selalu menggunakan tabir surya apabila akan beraktivitas di luar rumah. Jika daerah terkena vitiligo hanya sedikit, losion penggelap kulit (sun-tanning lotion) bisa digunakan sebagai alternatif tapi sifatnya hanya kosmetika saja.

Faktor Risiko Vitiligo

Hingga saat ini faktor penyebab vitiligo secara pasti belum diketahui. Namun sejumlah dugaan menyebutkan vitiligo bisa terjadi setelah trauma fisik yang tidak biasa. Terutama cedera kepala dan cenderung timbul bersamaan dengan penyakit tertentu. Selain itu, beberapa faktor lain diduga menjadi penyebab penyakit kulit ini.

Faktor tersebut antara lain:

• Lebih dari 30% kasus vitiligo diduga disebabkan faktor keturunan.
• Terpapar bahan kimia khususnya merkuri menghentikan produksi melanin
• Gangguan emosi diduga juga mengakibatkan vitiligo menyebar lebih cepat
• Gangguan imun tubuh yang menyebabkan rusaknya kelenjar melanin
• Luka terbakar, dan tidak terawat kurang baik juga bisa mengakibatkan vitiligo
• Gangguan jaringan kulit yang menyebabkan pembengkakan
• Menderita penyakit tertentu seperti diabetes, kurang darah, hypo tyroid, gangguan pada kelenjar adrenalin, alopecia areata atau rontoknya rambut pada kulit.

Pengobatan

Pengobatan alami vitiligo dengan TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™
TAHITIAN NONI ® merupakan pengobatan alami vitiligo, aman tanpa efek samping dalam proses penyembuhan nya.

Peran utama herbal TAHITIAN NONI ® adalah meningkatkan daya tahan tubuh pasien dan melokalisir sel-sel yang tidak normal sehingga tidak mudah menyebar, dan lebih mudah diangkat, juga tidak bersifat toksik sehingga lebih aman untuk tubuh pasien.

M. Farhan Budiana (Ibu Susi)

M. Farhan Dan Terapi Vitiligo

M. Farhan Dan Terapi Vitiligo

Saat anak saya, M. Farhan Budiana berusia 3,5 tahun, muncul bintik putih seperti panu di bagian hidungnya yang melebar dalam waktu hanya seminggu saja. Setelah saya bawa ke dokter spesialis kulit, Farhan di vonis mengidap Vitiligo, yaitu penyakit kekurangan zat kulit (pigmen).

Mulai dari dokter spesialis kulit di rumah sakit hingga professor ataupun guru besar di bidang kulit dari universitas terkemuka, kami datangi untuk mencari kesembuhan untuk buah hati kami. Namun perubahan warna kulit masih terus aktif dan melebar sangat cepat. Dari hidung sampai wajah sebelah kiri bahkan bulu matanya sudah putih.

Selain berobat secara medis, Farhan juga menjalani pengobatan alternatif dengan menggunakan salep dan ramuan jamu yang diminum. Alhamdulillah ada kemajuan sedikit demi sedikit. Warna putihnya mulai agak berkurang. Namun setelah itu, proses penyembuhan menjadi agak lambat sehingga tidak lagi terjadi perubahan.

Akhirnya suami saya mulai mencari alternatif pengobatan lain di internet dan menemukan TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™. Kami segera menghubungi sang penulis artikel di website dan akhirnya bertemu dengan konsumen TNBB. Di bulan Februari 2011, Farhan mulai mengkonsumsi TNBB sebanyak 3 x 30 ml dalam sehari. Selain diminum, TNBB juga dioleskan ke bagian wajah Farhan yang sudah berubah warna menjadi putih. Syukur Alhamdulillah, terjadi kemajuan yang cukup signifikan dengan munculnya titik warna coklat di wajahnya dan warna putih di wajah Farhan mulai samar.

Melihat ada perkembangan yang baik, setelah satu bulan dosis penggunaan TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™ ditambah menjadi 4 x 30 ml dalam sehari dan wajah Farhan juga dikompres kain kasa dengan TNBB.

Kini bagian hidung Farhan sudah kembali berwarna coklat. Warna putih di bagian pipi juga sudah memudar walaupun belum merata benar. Dalam sebulan Farhan mengkonsumsi 4 botol TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™ 1,000 ml. Selain Farhan, kami sekeluarga juga mengkonsumsi TNBB untuk menjaga daya tahan tubuh.