Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Sirosis Hati

Sirosis merupakan suatu kondisi di mana jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang terbentuk melalui proses bertahap. Jaringan parut ini memengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati. Sel-sel hati menjadi rusak dan mati sehingga hati secara bertahap kehilangan fungsinya. Pada sirosis dini biasanya hati membesar, teraba kenyal, tepi tumpul, dan terasa nyeri bila ditekan.

Sirosis hati merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena menganggu pelaksanaan fungsi-fungsi di atas. Selain itu, jika anda memiliki penyakit sirosis hati anda beresiko mengembangkan kanker ati (hepatocellular carcinoma). Risiko terbesar adalah pada sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, diikuti dengan sirosis yang disebabkan oleh hemokromatosis.

Sirosis merusak kemampuan hati untuk mengendalikan infeksi dan mengolah nutrisi, hormon serta obat. Penyakit itu juga dapat disebabkan virus hepatitis B atau C, penyakit metabolik atau gangguan sistem kekebalan tubuh.  Penyebab sirosis hati paling banyak adalah penyalahgunaan alkohol.

Pada usia 45-65 tahun, sirosis merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung dan kanker.
Di beberapa negara Asia dan Afrika, penyebab utama dari sirosis adalah hepatitis kronis. Di Indonesia, sirosis hati lebih sering dijumpai pada laki-laki daripada perempuan.

Hati (liver) sebagaimana diketahui adalah organ di bagian kanan atas perut yang memiliki banyak fungsi, di antaranya:

« Menyimpan glikogen (bahan bakar untuk tubuh) yang terbuat dari gula. Bila diperlukan, glikogen dipecah menjadi glukosa yang dilepaskan ke dalam aliran darah.
« Membantu proses pencernaan lemak dan protein.
« Membuat protein yang penting bagi pembekuan darah.
« Mengolah berbagai obat
« Membantu membuang racun dari tubuh.

Penyebab

Penyebab paling umum penyakit sirosis adalah kebiasaan meminum alkohol dan infeksi virus hepatitis C. Sel-sel hati berfungsi mengurai alkohol, tetapi terlalu banyak alkohol dapat merusak sel-sel hati. Infeksi kronis virus hepatitis C menyebabkan peradangan jangka panjang dalam hati yang dapat mengakibatkan sirosis. Berdasarkan penelitian, 1 dari 5 penderita hepatitis C kronis dapat berkembang menjadi sirosis.

Penyebab lain sirosis hati meliputi:
« Genetik
« Penyalahgunaan alkohol
« Penyumbatan saluran empedu
« Kelebihan zat besi
« Kencing manis
« Infeksi kronis virus hepatitis B
« Beberapa racun dan polusi lingkungan
« Infeksi tertentu yang disebabkan bakteri dan parasit
« Penggunaan obat-obatan tertentu
« Gagal jantung parah yang dapat menyebabkan tekanan balik darah di hati.
«  Hepatitis autoimun.  Hepatitis autoimun adalah sistem kekebalan tubuh yang tidak terkendali sehingga membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan sirosis.
« Non-alcohol steato-hepatitis (NASH). Ini adalah kondisi  di mana lemak menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis. Kelebihan berat badan (obesitas) meningkatkan risiko Anda mengembangkan non-alcohol steato-hepatitis.
« Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati, sepertihemokromatosis (kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh) dan penyakit Wilson (kondisi yang menyebabkan penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian lain tubuh).

Faktor Resiko

Faktor risiko lainnya untuk kanker hati, termasuk:
« Jenis kelamin (pria/wanita): pria lebih beresiko tinggi kanker hati daripada wanita
« Berat badan Anda: Obesitas dapat meningkatkan risiko untuk kanker hati
« Ras Anda: kanker hati umum terjadi pada ras Asia & Oceania
« Penggunaan steroid anabolic: hormon yang disalahgunakan oleh para atlet untuk mengembangkan otot ini, sedikit dapat meningkatkan risiko kanker hati dalam jangka panjang.
« Riwayat diabetes: studi telah menyatakan adanya hubungan antara diabetes dan kanker hati.
« Penyakit metabolik yang diwariskan: terbukti dapat meningkatkan risiko kanker hati
« Penyakit langka: Penelitian telah menemukan hubungan antara kanker hati dan beberapa penyakit langka seperti defisiensi alfa-1-antitrypsin, tyrosinemia, dan penyakit Wilson.

Gejala

Sirosis ringan tidak menimbulkan gejala sehingga penderitanya terlihat sehat selama bertahun-tahun. Sebagian penderita hanya merasa badan tidak sehat, kurang semangat untuk bekerja, rasa kembung, mual, mencret kadang sembelit, tidak selera makan, berat badan menurun, otot-otot melemah, dan cepat lelah.
Pada tahap itu sirosis kadang ditemukan pada waktu melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (general check-up) karena memang tidak ada keluhan sama sekali.

Gejala dini
« Kegagalan membuat cukup protein seperti albumin yang membantu untuk mengatur komposisi cairan di dalam aliran darah dan tubuh.
« Kegagalan membuat bahan kimia yang cukup diperlukan untuk pembekuan darah.
« Kurang mampu mengolah limbah kimia dalam tubuh seperti bilirubin sehingga menumpuk di dalam tubuh.
« Kurang mampu memproses obat, racun, dan bahan kimia lainnya yang kemudian bisa menumpuk di dalam tubuh.

Pada tahap akhir, sirosis hati terkait dengan banyak gejala. Sebagian besar gejalanya adalah akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati. Gejala yang dapat timbul pada fase ini adalah:
« Kelelahan
« Kelemahan
« Cairan yang bocor dari aliran darah dan menumpuk di kaki (edema) dan perut (ascites)
« Kehilangan nafsu makan, merasa mual dan ingin muntah
« Kecenderungan lebih mudah berdarah dan memar
« Penyakit kuning karena penumpukan bilirubin
« Gatal-gatal karena penumpukan racun
« Gangguan kesehatan mental dapat terjadi dalam kasus berat karena pengaruh racun di dalam aliran darah yang memengaruhi otak. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kepribadian dan perilaku, kebingungan, pelupa dan sulit berkonsentrasi.

Pencegahan Sirosis

« Mengkonsumsi suatu diet yang seimbang dan satu multivitamin setiap hari
« Hindari obat-obat (termasuk alkohol) yang menyebabkan kerusakkan hati
« Basmi virus-virus hepatitis B dan hepatitis C dengan menggunakan obat-obat anti-virus
« Hindari obat-obat anti-peradangan nonsteroid, nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs, contohnya ibuprofen)
« Menekan sistim imun dengan obat-obat seperti prednisone dan azathioprine (Imuran) untuk mengurangi peradangan hati pada hepatitis autoimun
« Rawat pasien-pasien dengan PBC dengan suatu preparat asam empedu, ursodeoxycholic acid (UDCA), juga disebut ursodiol (Actigall)
« Imunisasi pasien-pasien dengan sirosis terhadap infeksi hepatitis A dan B untuk mencegah suatu kemunduran/kemerosotan fungsi hati yang serius

Sirosis dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan kanker hati(karsinoma hepatoseluler). Tetapi penyakit itu lebih sering terjadi pada penderita sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B atau C, kelebihan zat besi (hemokromatosis) dan penyakit penimbunan glikogen yang berlangsung lama. Kanker hati juga bisa terjadi pada penderita sirosis karena penyalahgunaan alkohol.

HJ. PUJI SUWATI

Ditahun 90-an, Ibu saya sering merasakan sesak di dada dan kadang perut terasa membesar. Dokter tidak memberitahu dengan jelas penyakit yang diderita Ibu saya dan obat yang diresepkan hanya memberikan kesembuhan semu karena masalah kesehatan selalu muncul kembali. Pada tahun 2005, Ibu saya pernah divonis sakit jantung dengan gejala sesak di dada dan sempat dirawat.

Tahun 2010, bapak kami meninggal dunia. Semenjak itulah perut Ibu saya terus membesar. Setelah diperiksa, vonis dokter saat itu adalah Hepatitis dan Ibu saya harus dirawat karena cairan dalam perut akibat kebocoran pada hati. Di rumah sakit Ibu dikasih obat agar cairan tersebut keluar melalui air seni.

Sepulang dari rumah sakit, perut Ibu saya mengecil tapi dalam hitungan minggu kembali membesar. Dokter yang menangani pun bingung. Dokter tersebut kemudian memberikan rujukan Kedokter di Rumah Sakit lain. Di Eumah Sakit yang baru, dokter yang baru melakukan rontgen dan lain-lain. Setelah ditliti, Ibu saya divonis menderita Sirosis hati, penyakit yang berkaitan dengan kebocoran pada hati. Dan penyakit itu sebenarnya sudah ada sejak lama namun tidak terdeteksi dini.

Semenjak itu, Ibu saya harus disedot cairannya setiap dua bulan sekali. Setiap disedot, kira-kira lima liter cairan keluar dari perut Ibu saya. Dokter bilang sakit ini tidak bisa sembuh total, kecuali CANGKOK HATI. Ibu saya tambah stress.

Juli 2011 saya bekerja sebagai staff IPC Morinda Bioactivities. Beliau memberikan saya Produk TNBB untuk konsumsi saya pribadi. Tapi TNBB itu saya berikan ke Ibu dan saya bilang ke Ibu saya : “Ibu semoga ini ikhtiar terakhir dan yang paling manjur dari obat-obat dokter. Ibu harus yakin kalau TNBB bisa membantu kesembuhan Ibu. Jangan setengah-setengah yakinnya karena Ibu mau sembuh total kan? Bukan sembuh setengah-setengah” Sejak saat itu, Ibu minum TNBB sebanyak 30 cc x 3 dalam sehari.

Tiga hari kemudian, Ibu menghubungi saya dan bilang bahwa perutnya sudah tidak kembung lagi dan tidak merasa sesak di dada. Saat itulah saya memutuskan untuk bergabun dengan Morinda Bioactivities. Dan hanya dalam hitungan bulan, perut ibu terus mengecil, gula darahnya normal. Kesembuhan Ibu saya mungkin dibantu dengan datangnya bulan puasa pada saat itu. Ibu saya seringkali hanya berbuka dengan TNBB dan air putih saja dan baru makan setelah 30 menit. Namun walau demikian, Ibu saya tetap rajin kontrol ke dokter, dan dokter pun mulai menurunkan dosis obatnya karena cairan di dalam perut Ibuy saya teruys berkurang.

Ucapan terima kasih saya  kepada Allah SWT yang mempercayakan TNBB sebagai jalan kesembuhan Ibu saya. Ibu saya kini sudah kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa. Sekarang bagi Ibu saya, tiada hari tanpa bicara TNBB ke orang-orang.

DAFTAR PRODUK TAHITIAN NONI®

TNBB Original
Tahitian Noni® Bioactive™ Beverage Original

Isi Botol : 1.000 ml atau 1 liter
Mengandung 30 mg iridoid per 60 ml
Harga 1 Botol: Rp.  545.000
Harga 2 Botol: Rp.  870.000
Harga 4 Botol: Rp.1.740.000

—–

TNBB Extra™
Tahitian Noni® Extra™ Bioactive Beverage
Tahitian Noni® Bioactive Beverage Extra
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 60 mg iridoid per 60 ml atau 2 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 Botol: Rp.  600.000
Harga 2 Botol: Rp.  890.000
Harga 4 Botol: Rp.1.780.000

—–

Maxidoid®
Maxidoid® Bioactives
Maxidoid®
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 120 mg iridoid per 60 ml atau 4 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 Botol: Rp.  670.000
Harga 2 Botol: Rp.1.040.000
Harga 4 Botol: Rp.2.080.000

—–

PEMESANAN PRODUK TAHTIAN NONI HUBUNGI:

Halimah:

SMS/TELP: 0856 2992 264, 0812 2994 4676, 0817 547 3100
PIN BB: 579e4177

Pemesanan silakan melalui telpon atau SMS, bila sms silakan kirim SMS dengan format:

Pesan[spasi]JenisProduk[spasi]JumlahBotol[spasi]Nama[spasi]Alamat[spasi]NomorTelp

HARGA DI ATAS BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM, GRATIS ONGKOS KIRIM UNTUK KOTA TERTENTU
DAFTAR HARGA ONGKOS KIRIM BISA DILIHAT DI HALAMAN BERIKUT:
http://tn-bb.com/ongkos-kirim