Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Prostat

Prostat adalah kelenjar seks pria yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kencing (uretra). Ukuran organ ini sebesar biji kemiri dengan diamater empat sentimeter. Semakin bertambah usia, ukuran prostat akan semakin membesar. Pada pria usia 25-30 tahun prostat mencapai berat maksimal, sekitar 25 gram.

Kelenjar prostat merupakan salah satu organ reproduksi pada pria. Cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat membantu memberi nutrisi pada sperma dan membantu kesuburan.

Perkembangan kelenjar prostat, dimulai dengan seukuran kacang polong pada bayi baru lahir & berkembang sangat lambat sampai saat masa pubertas, kemudian bertambah 2 kali lipat. Menjelang usia 40 tahun, kelenjar prostat biasanya akan membesar kembali. Faktor yang mempengaruhi perkembangan & fungsi dari kelenjar prostat terdiri dari banyak hormon, tetapi yang terutama adalah hormon seksual pria, yaitu testosteron.

Prostat memegang peranan sangat penting dalam memproduksi cairan mani. Ada beberapa permasalahan yang sering terjadi pada prostat. Menurut beberapa referensi, sekitar 90 persen laki-laki yang berusia 40 tahun ke atas mengalami gangguan berupa pembesaran kelenjar prostat. Inilah yang biasa disebut hiperplasia prostat jinak atau BPH (benign prostate hyperplasia).

Prostat normal pada pria mengalami peningkatan ukuran yang lambat dari lahir sampai pubertas pada waktu itu, ada peningkatan yang cepat dalam ukuran, yang kontinu sampai usia akhir 30-an.

Prostat, terdiri dari jaringan otot dan kelenjar. Fungsi utamanya adalah menghasilkan cairan semen (semen itu berisi sperma dan cairan lain). Pada waktu ejakulasi terjadi kontraksi otot sehingga keluarlah cairan prostat ke dalam uretra (saluran kemih).

Ada tiga masalah yang paling umum mengenai prostat.

BPH

Ketika seorang pria mendekati usia 45 tahun, prostatnya mungkin mulai membesar. Dalam kasus tertentu, ukurannya bisa mencapai seperti buah jeruk dan menekan aliran kemih yang melalui uretra. Kondisi ini disebut benign prostatic hyperplasia (BPH), dan ini merupakan masalah prostat yang paling umum.

Mengapa prostat membesar?

Sebagian dokter berpendapat kecenderungan kelenjar ini untuk membengkak boleh jadi berhubungan dengan hormon pria testosteron. Orang yang dikebiri (orang kasim) tidak pernah menderita BPH. Namun bagi sebagian besar pria lain, kondisi ini sesuatu yang lazim. Kondisi ini menimpa hingga 15 persen pria 40 tahunan dan 60 persen pria 50 tahunan.

Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan pada prostat akibat infeksi yang sering menyertai hipertrofi prostat jinak. Infeksi prostat juga mengakibatkan pembengkakan jaringan prostat sehingga menghambat aliran air seni.

Lalu, apa yang terjadi bila usia Anda baru 35 tahun tetapi Anda telah mendapatkan masalah atau terlalu sering buang air kecil? Dalam hal ini Anda mungkin mengalami infeksi pada prostat yang disebut bacterial prostatitis.

Bacterial prostatitis  menyerang pria semua umur. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh menyebarnya infeksi dalam kandung kemih atau uretra. Walaupun dokter tidak tahu dengan pasti bagaimana infeksi ini masuk ke saluran kemih, ada yang menduga bahwa pembendungan pada uretra atau seks anal tanpa alat pengaman dapat meningkatkan risikonya. Selain masalah dalam perkemihan, gejala lainnya bisa meliputi nyeri perut atau punggung bagian bawah, rasa tidak nyaman pada testis dan demam. Dalam beberapa kasus, infeksi bisa menjadi kronis, dan seseorang dapat mengalami serangan prostatitis berulang-ulang sepanjang hidupnya.

Kanker Prostat

Kanker Prostat adalah kanker/tumor ganas yang berkembang di dalam kelenjar prostat. Kelenjar prostat terdapat di bawah kandung kemih pria, berfungsi untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menghasilkan air mani.

Kanker prostat merupakan kanker paling umum di kalangan pria di atas  50 tahun dan menjadi pembunuh terbesar kedua di antara kanker-kanker yang menyerang pria di Amerika Serikat. Lebih dari separuh pria di atas 70 tahun di AS telah mengalaminya. Kanker prostat jarang menyerang pria di bawah 45 tahun kecuali bila ada di antara keluarga Anda yang demikian. Penyakit ini biasanya dapat disembuhkan bila terdeteksi dalam tahap dini.

Celakanya, kanker ini sering tumbuh  diam-diam dalam kelenjar prostat tanpa gejala apa pun sampai setelah menyebar ke tulang dan jaringan di sekitarnya. Itu sebabnya penting sekali bagi pria usia 50 tahun untuk menjalani uji rektal digital yang memungkinkan dokter menemukan benjolan atau pembesaran pada prostat, dan prostate-specific antigen blood test, uji darah untuk mendeteksi sejenis protein yang keluar dari prostat apabila ada tumor.

Kanker prostat merupakan penyebab kematian akibat kanker no 3 pada pria dan merupakan penyebab utama kematin akibat kanker pada pria diatas 74 tahun. Pria yang memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker prostat adalah pria kulit hitam yang berusia diatas 60 tahun.

Kanker prostat dikelompokkan menjadi:

Stadium A: benjolan/tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik, biasanya ditemukan secara tidak sengaja setelah pembedahan prostat karena penyakit lain.

Stadium B: tumor terbatas pada prostat dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan fisik atau tes PSA.

Stadium C: tumor telah menyebar ke luar dari kapsul prostat, tetapi belum sampai menyebar ke kelenjar getah bening.

Stadium D: kanker telah menyebar (metastase) ke kelenjar getah bening regional maupun bagian tubuh lainnya (misalnya tulang dan paru-paru).

Penyebab Kanker Prostat

Penyebab kanker prostat hingga saat ini masih misterius dan belum dapat dipastikan. Penelitian memperkirakan, kanker ini terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti turunan, etnis, hormon, makanan dan lingkungan.

Faktor Resiko

• Pria berusia di atas 60 tahun
• Pria kulit hitam dan kulit putih lebih beresiko terkena kanker prostat dibandingkan pria Asia
• Faktor genetik: jika ayah atau saudara Anda terkena kanker prostat di usia muda, maka resiko Anda lebih tinggi
• Diet tinggi lemak dan rendah serat
• Paparan logam kadmium
• Obesitas / kegemukan

Gejala Kanker Prostat

Gejala prostat:
• kesulitan untuk memulai kencing
• meningkatnya frekuensi kencing
• nyeri saat kencing
• pancaran kencing melemah, atau bahkan hanya menetes
• rasa penuh pada kandung kencing walaupun baru saja kencing. Hal ini terjadi karena kandung kencing tidak dikosongkan dengan sempurna
• Nyeri perut
• Penurunan berat badan.
• Nyeri ketika buang air besar
• Nokturia (berkemih pada malam hari)
• Inkontinensia uri (beser)
• Timbul komplikasi misalnya : Ambeien (wasir), Hernia (kondor, purus), timbul batu pada kandung seni dll
• Nyeri tulang atau tulang nyeri jika ditekan
• Gejala lain yang jarang terjadi adalah:
– ditemukannya darah di dalam air kencing
– nyeri saat ejakulasi, atau timbul impoten
– Hematuria (darah dalam air kemih)
– Nyeri punggung bagian bawah

Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia.
Kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya.

Pada beberapa kasus, kanker prostat baru terdiagnosis setelah menyebar ke tulang (terutama tulang panggul, iga dan tulang belakang) atau ke ginjal (menyebabkan gagal ginjal). Kanker tulang menimbulkan nyeri dan tulang menjadi rapuh sehingga mudah mengalami fraktur (patah tulang).

Tips Merawat Prostat
Anda dapat mengurangi kemungkinan dan meringankan dampak gangguang prostat melalui beberapa perubahan pola makan dan gaya hidup. Berikut adalah caranya :

• Ejakulasi secara teratur
• Menurunkan kolesterol
• Kurangi asupan lemak
• Jangan kekurangan seng
• Batasi makanan sangat merangsang dan alkohol
• Berolahraga
• Jangan duduk terlalu lama
• Hindari minum banyak di malam hari
• Berendam

Cara mendeteksi secara dini :
Pria berusia > 50 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan PSA total (Prostate Specific Antigen) dan pemeriksaan Digital Rectal Examination atau DRE(1) setiap setahun sekali. Bila ada keluarga yang menderita kanker prostat, skrining dianjurkan sejak usia 40 tahun.

Untuk mengurangi resiko terkena kanker prostat, ada baiknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
– biasakan pola hidup sehat
– jangan makan daging merah / lemak / minyak  berlebih, – perbanyak konsumsi buah dengan kadar serat dan antioksidan tinggi.
– Cukupi kebutuhan lemak esensial. Asam lemak omega 3, seperti produk kacang- kacangan contohnya tahu sutra dan kacang kedelai, tomat dan makanan yang mengandung saus tomat, sayur-sayuran seperti brokoli, kembang kol dan kol serta ikan salmon, tuna dan sarden.
– Seringlah mengonsumsi kubis-kubisan
– Periksakan kesehatan prostat secara rutin ke dokter
– meminum teh hijau, serta suplemen seperti vitamin D dan E serta selenium.
– Minum banyak air
– Makan makanan yang mengandung beta karoten seperti wortel
– kurangi stres dan depresi.
– Makan makanan yang banyak mengandung likopen, contohnya tomat dan buah bit

Prostat

Bachtiar M, 73 tahun
Masih Mampu menyetir Selama 6 Jam
“Bagi saya TNBB merupakan one stop solution bagi kesehatan tubuh”

Tahitian Noni ® Bioactive Beverage Original ™ Solusi Herbal Alami

Beruntung bagi anak-anak muda yang telah mengenal TNBB sejak dini dan mengonsumsinya secara teratur untuk menjaga staminanya. Baginya TNBB merupakan one stop solution bagi kesehatan tubuh.

Hal itu di buktikan sendiri oleh Bachtiar Martamulia yang Februari lalu menginjak usia 73 tahun. TNBB telah benar-benar membuktikan khasiatnya untuk mengatasi masalah prostatnya. Penyakit yang akrab dengan kaum adam menjelang hari tua ini, tergolong momok yang cukup menyeramkan. Bayangkan jika kita kesulitan buang air kecil. Pasti, tersika sekali rasanya.

Inilah yang dialami Bachtiar. Kakek lima orang cucu ini mendadak kesulitan buang air kecil. “Kejadian itu terjadi pada 18 juli 2007, dan hampir seminggu sebelumnya, air seni saya hanya keluar setetes demi setetes. Hingga pada tanggal 18 itulah, seharian air seni tidak bisa keluar,” ceritanya.

Keseokan harinya Bachtiar dilarikan ke rumah sakit di Surabaya. “Dokter memeriksa bahwa PSA atau ukuran pertanda tumor prostat di tubuh saya mencapai angka 57,35. Sementara normalnya hanya kisaran angka 4. Sudah berapa kali puluh kali lipat besarnya. Pastinya medis menyarankan untuk operasi. Namun saya tolak dengan berbagai macam alasan,” katanya

Bachtiar yang memang sudah mengenal TNBB, spontan ingat dan berkonsultasi dengan seseorang teman yang mengerti tentang TNBB. “Sedikit meraba mengenai dosisnya, saya minum TNBB satu botol dalam sehari. Dalam 4 hari, saya kembali memeriksakan PSA saya, hasilnya sungguh mencengangkan PSA saya turun menjadi 52,74. Hari kelima dosis saya turunkan menjadi 500cc (0,5) liter sehari. Dalam 8 hari saya periksakan menjadi 19,9 kemudian saya turunkan lagi dosisnya menjadi 250 cc perhari. Dalam 3 bulan PSA saya tinggal 6,35. Enam bulan kemudian turun lagi menjadi 5.65 dan terakhir saya periksa pada 3 Desember 2009, PSA saya sangat normal di angka 3,23,”ujarnya.

Tak hanya prostat yang akhirnya teratasi. Asam urat yang kerap mendera kakinya juga ikut teratasi. Bahkan di usianya yang sekarang ini, Bachtiar masih mampu menyetir mobil hingga 6 jam. “Karenanya saya berpesan, bagi teman-teman dan adik-adik, minumlah TNBB sejak dini. Karena TNBB mampu menjaga stamina tubuh dan membantu kita menjalani aktivitas sehari-hari.”

PENGALAMAN PROSTAT LAINNYA :

Santosa Suparma
Terhindar Dari Operasi Prostat
“Detik-detik menjalang operasi prostat saya diselamatkan oleh TNBB.”

Tahitian Noni ® Bioactive Beverage Original ™ Solusi Herbal Alami

WALAU usianya sudah tidak muda lagi, namun semangat Santosa Suparma untuk menjalani hidup tidak beda dengan anak-anak remaja. Bahkan prostat yang PSA nya sudah mencapai 8,17 dan hampir membuatnya hampir tergolek di meja operasi karena kesulitan buang air kecil, tidak juga membuatnya pupus semangat. Keinginannya akan kesehatan prima selalu mengajak tubuh rentanya terus berjuang melawan rongrongan penyakit.

Pada bulan Januari 2008 Santosa sudah menjadwalkan operasi prostat dengan Dokternya. Namun seminggu menjelang eksekusi operasinya, anaknya, Amon Gari Permana mendapat anjuran dari teman istrinya agar ayahnya meminum TNBB, cerita Amon. Tetapi Amon terus meminta Ayahnya agar mau meminum TNBB. Alhamdulillah usahanya berhasil. Sang ayah mau meminum TNBB, “katanya tidak ada salahnya dicoba,” ujar Amon.

Baru tiga hari meminum TNBB, kondisi kesehatan ayah Amon semakin berangsur membaik. “Ayah sudah mulai lancar buang air kecil,” ungkap Amon. Kondisi fisik ayah Amon juga semakin fit. “Karenanya saya menyarankan ayah untuk mengundur operasi yang cukup memakan biaya itu, ujar Amon. Dalam waktu dua bulan PSA prostat yang awalnya mencapai 8,17 turun menjadi 5,04. “Padahal jika PSA tersebut mencapai angka 9, maka otomatis sudah masuk ke fase kanker,” tambah Amon.

Sampai cerita ini diturunkan Santosa masih tetap meminum TNBB dan kesehatannya semakin meningkat. “Sebagai anaknya saya merasa bahagia, jika ayah sudah bisa tersenyum gembira. Bahkan saya bisa berbagi cerita tentang TNBB kepada teman-teman tentang manfaat dan khasiat TNBB. Tidak sedikit dari mereka yang juga mencoba TNBB untuk keluarga mereka. terima kasih TNBB.”