Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Keracunan Bisa Ular

Racun adalah zat atau senyawa yang masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara yang menghambat respons pada sistem biologis dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, penyakit, bahkan kematian.

Di sekeliling kita ada racun alam yang terdapat pada beberapa tumbuhan dan hewan. Salah satunya adalah gigitan ular berbisa yang sering terjadi di daerah tropis dan subtropis.

Bisa adalah suatu zat atau substansi yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan sekaligus juga berperan pada sistem pertahanan diri. Bisa tersebut merupakan ludah yang termodifikasi, yang dihasilkan oleh kelenjar khusus. Kelenjar yang mengeluarkan bisa merupakan suatu modifikasi kelenjar ludah parotid yang terletak di setiap bagian bawah sisi kepala di belakang mata. Bisa ular tidak hanya terdiri atas satu substansi tunggal, tetapi merupakan campuran kompleks, terutama protein, yang memiliki aktivitas enzimatik.

Efek toksik bisa ular pada saat menggigit mangsanya tergantung pada spesies, ukuran ular, jenis kelamin, usia, dan efisiensi mekanik gigitan (apakah hanya satu atau kedua taring menusuk kulit), serta banyaknya serangan yang terjadi.

Berdasarkan sifatnya pada tubuh mangsa, bisa ular dapat dibedakan menjadi bisa hemotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi jantung dan sistem pembuluh darah; bisa neurotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi sistem saraf dan otak; dan bisa sitotoksik, yaitu bisa yang hanya bekerja pada lokasi gigitan.

Tidak ada cara sederhana untuk mengidentifikasi ular berbisa. Beberapa spesies ular tidak berbisa dapat tampak menyerupai ular berbisa. Namun, beberapa ular berbisa dapat dikenali melalui ukuran, bentuk, warna, kebiasaan dan suara yang dikeluarkan saat merasa terancam. Beberapa ciri ular berbisa adalah bentuk kepala segitiga, ukuran gigi taring kecil, dan pada luka bekas gigitan terdapat bekas taring.

Gejala dan tanda-tanda gigitan ular akan bervariasi sesuai spesies ular yang menggigit dan banyaknya bisa yang diinjeksikan pada korban. Gejala dan tanda-tanda tersebut antara lain adalah tanda gigitan taring (fang marks), nyeri lokal, pendarahan lokal, memar, pembengkakan kelenjar getah bening, radang, melepuh, infeksi lokal, dan nekrosis jaringan (terutama akibat gigitan ular dari famili Viperidae).

Serum Anti Bisa Ular (Snake Anti Venom) merupakan produk biologis yang digunakan dalam pengobatan gigitan ular berbisa. Serum anti bisa ular dibuat dengan mengambil racun dari ular yang diinginkan, kemudian racun tersebut diencerkan dan disuntikkan ke kuda, domba, kambing atau kucing. Hewan subjek akan mengalami reaksi kekebalan terhadap racun, menghasilkan antibodi terhadap molekul aktif bisa ular dan kemudian anti bisa ular dapat diambil dari darah hewan tersebut untuk mengobati keracunan bisa ular.

Anti bisa ular diberikan ketika seorang pasien terbukti atau diduga telah digigit ular dengan satu atau lebih tanda berikut ini :

Keracunan sistemik

· Kelainan hemostatik seperti : perdarahan sistemik spontan (klinis), koagulopati atau trombositopenia (laboratoris).
· Tanda neurotoxik : ptosis, opthalmoplegia eksternal, paralisis, dll.
· Kelainan kardiovaskular : hipotensi, syok, aritmia kordis (klinis), kelainan EKG.
· Gagal ginjal : oliguria/anuria (klinis), peningkatan ureum / kreatinin dalam darah (laboratoris).
· Hemoglobin/mioglobin-uria : dark brown urine (klinis), urin dipstik, bukti lain adanya hemolisis intravaskular atau generalised rhabdomyolisis (nyeri otot, hiperkalemia)

Keracunan lokal

· Bengkak pada lebih dari separuh anggota tubuh yang digigit ular dalam waktu 48 jam setelah digigit (tanpa dipasang torniket). Bengkak setelah gigitan pada jari.
· Bengkak yang terjadi dengan cepat (contohnya : bengkak sudah melampaui pergelangan tangan atau kaki dalam beberapa jam setelah digigit ular pada tangan atau kaki).
· Adanya pembesaran limphonodi disekitar anggota tubuh yang digigit ular.

Pengobatan

Pengobatan alami keracunan bisa ular dengan TAHITIAN NONI ® Bioactive Beverage ™

TAHITIAN NONI ® merupakan pengobatan alami keracunan bisa ular, aman tanpa efek samping dalam proses penyembuhannya.

TAHITIAN NONI ® kaya akan kandungan bioaktif seperti Damnakantal, Anthraquinone & Scopoletin, Terpenes, Xeronine, Proxeronine, dan Hipokolestemi yang sangat efektif meredam berbagai penyakit dan ujung kepala hingga ujung kaki. TAHITIAN NONI ® tidak saja mengusir penyakit, tetapi mampu mengembalikan sistem susunan sel/syaraf yang rusak. TAHITIAN NONI ® mampu meningkatkan aktifitas regenerasi sel, meningkatkan asupan nutrien di dalam sel otak, mampu membuang racun, membantu proses perbaikan, dan meningkatkan komunikasi antar sel.

DAFTAR PRODUK TAHITIAN NONI®

TNBB Original
Tahitian Noni® Bioactive™ Beverage Original

Isi Botol : 1.000 ml atau 1 liter
Mengandung 30 mg iridoid per 60 ml
Harga 1 Botol: Rp.  545.000
Harga 2 Botol: Rp.  870.000
Harga 4 Botol: Rp.1.740.000

—–

TNBB Extra™
Tahitian Noni® Extra™ Bioactive Beverage
Tahitian Noni® Bioactive Beverage Extra
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 60 mg iridoid per 60 ml atau 2 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 Botol: Rp.  600.000
Harga 2 Botol: Rp.  890.000
Harga 4 Botol: Rp.1.780.000

—–

Maxidoid®
Maxidoid® Bioactives
Maxidoid®
Isi Botol : 750 ml atau 3/4 liter
Mengandung 120 mg iridoid per 60 ml atau 4 kali lipat kandungan iridoid TNBB Original
Harga 1 Botol: Rp.  670.000
Harga 2 Botol: Rp.1.040.000
Harga 4 Botol: Rp.2.080.000

—–

PEMESANAN PRODUK TAHTIAN NONI HUBUNGI:

Halimah:

SMS/TELP: 0856 2992 264
PIN BB: 579e4177

 

Pemesanan silakan melalui telpon atau SMS, bila sms silakan kirim SMS dengan format:

Pesan[spasi]JenisProduk[spasi]JumlahBotol[spasi]Nama[spasi]Alamat[spasi]NomorTelp

HARGA DI ATAS BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM, GRATIS ONGKOS KIRIM UNTUK KOTA TERTENTU
DAFTAR HARGA ONGKOS KIRIM BISA DILIHAT DI HALAMAN BERIKUT:
http://tn-bb.com/ongkos-kirim

Keracunan Bisa Ular

Yosia Yosafat (5 Tahun)
Berpacu Dengan Waktu
“Inilah Pertolongan Yang Maha Kuasa”

Tahitian Noni ® Bioactive Beverage Original ™ Solusi Herbal Alami

Yosia belum genap berusia empat tahun ketika mata kaki kanannya dipatuk ular berbisa. Menurut ibu Yosia –Poppy Bintang Puspita–, ular itu berwarna hijau dan buntutnya merah. Ukurannya tidak terlalu panjang. Yosia langsung dilarikan ke rumah sakit. Balita itu seharusnya segera mendapatkan serum anti bisa ular, namun harga serum yang mahal membuat ibunya berpikir dua kali. “Saya tidak kuat membayarnya. Saya berasal dari kalangan ekonomi lemah,” tutur Bintang.

Akhirnya, Yosia kecil hanya diinfus dan diberi suntikan. “Kaki anak saya bengkak dan berwarna kebiruan. Seiring waktu, bengkaknya merambat keatas. Mula-mula hanya bengkak dari kaki sampai lutut, lalu pahanya ikut bengkak. Lama-lama penisnya juga bengkak. Kadar trombositnya juga turun terus,” jelas Bintang. Bintang lalu menelepon pihak gerejanya untuk meminta bantuan. Betty, rekan segerejanya, lalu memberinya sebotol TNBB (TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™ – Original). Kata Betty, TNBB dapat menetralisir racun. Betty menyuruh Bintang memberikan satu sloki TNBB kepada Yosia. Tapi karena panik, Bintang tak menyimak. Ia hanya memberikan dua sendok makan TNBB setiap jam pada putranya. Ia juga mengompres bagian-bagian yang bengkak dengan kain yang dibasahi TNBB.

Yosia pertama kali meminum TNBB pada hari minggu. Esoknya, hari Senin, kaki Yosia yang tadinya sekeras kayu mulai melunak. Di bagian kaki yang terpatuk ular, keluar cairan berwarna hijau bercampur darah. Ia juga mulai lancar buang air kecil dan besar. Sebelumnya, karena dubur dan penisnya bengkak, ia sulit membuang hajat. Namun pada hari Selasa, tubuhnya mulai bengkak lagi. Trombositnya semakin menurun. Bintang akhirnya memutuskan untuk memberikan serum anti bisa yang relatif mahal itu pada putranya. Ia juga menaikkan dosis TNBB menjadi satu sloki per jam. Selain itu, setiap Yosia menjerit kesakitan, ia langsung memberinya dua sendok makan TNBB. Hari rabu, Bintang tak henti-hentinya mengompres Yosia dengan TNBB. Dua botol TNBB langsung kandas hari tiu.

Keesokannya, bagian-bagian yang bengkak mulai mengempis. Kadar trombosit Yosia perlahan-lahan merambat naik. Pada hari Sabtu, trombositnya sudah berada di angka normal. Hari Minggu, Yosia diperbolehkan pulang. Walaupun masih sedikit bengkak, kondisinya sudah jauh membaik. Beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit, barulah bengkak-bengkaknya kempis total. Warna biru kehitaman yang menjalar di kakinya juga lenyap. Biru-biru itu adalah sel darah merah yang di rusak oleh bisa ular.

Kini Bintang dapat memeluk putranya dengan lega. Sampai kapanpun, ia takkan melupakan masa-masa menegangkan saat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan anaknya, “Inilah pertolongan Yang Maha Kuasa,” katanya lirih.