Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Kanker Sumsum Tulang Belakang

Kanker tulang belakang adalah pertumbuhan sel kanker maupun sel non kanker di dalam sumsum tulang belakang atau dekat rangkaian tulang belakang. Inilah salah satu penyakit terlangka di dunia. Bayangkan hanya 2-3 orang per 100.000 jiwa saja yang mungkin terkena kanker ganas ini. Penyebab dan obatnya pun belum ditemukan.

Kanker tulang belakang sangat jarang ditemui. Kasus kanker tulang belakang yang paling banyak terjadi adalah adalah metastasis, yaitu kanker berasal dari bagian lain dari tubuh dan menyebar ke tulang belakang. Ketika kanker menyebar atau berasal di daerah ini, biasanya mempengaruhi satu atau lebih bagian tulang belakang. Jika seseorang mengembangkan kanker tulang belakang, baik primer atau sekunder, ia akan menunjukkan gejala penyakit yang berbeda.

Jika seseorang mengembangkan kanker tulang belakang, baik primer atau skunder, ia akan menunjukkan gejala penyakit berbeda. kanker tidak hanya merusak tulang-tulang belakang tetapi juga merusak sumsum tulang belakang penderitanya.

Kanker tulang primer di tulang belakang jarang terjadi. Kanker pada tulang belakang dapat menyebabkan  hancurnya sel-sel sehat tulang penderita. Tumor kanker tidak hanya merusak tulang tulang belakang tetapi juga merusak sumsum tulang belakang penderitanya. Gejala kanker tulang di tulang belakang termasuk rasa sakit, patah tulang dan mati rasa atau kelemahan.

Tanda paling umum dari kanker tulang di tulang belakang adalah nyeri pada leher atau punggung. Rasa sakit akan terus-menerus dan disertai gejala lainnya. Nyeri ini bisa hanya di daerah belakang, bisa juga menyebar ke anggota badan lain.

Pengembangannya tergantung hanya pada lokasi pertumbuhan abnormal. Jika kanker menyebabkan sejumlah kecil peradangan dan iritasi, rasa sakit biasanya tetap di belakang. Jika kanker menekan saraf, rasa sakit berdifusi keluar ke “dahan” yang terkait. Tidak peduli sumber rasa sakit, kanker tulang belakang menyebabkan ketidaknyamanan kronis.

Gejala kanker di sumsum tulang belakang kadang tidak spesifik. Nyeri yang datang biasanya hilang muncul tapi kebanyakan akan merasakan nyeri saat beraktivitas atau pada malam hari.

Tanda dan gejala tumor tulang belakang antara lain :

• Sulit berjalan
• Hilang fungsi usus atau kandung kemih
• Sakit punggung, sering menyebar ke bagian lain tubuh dan memburuk di malam hari
• Scoliosis atau kecacatan tulang punggung lain berupa pembesaran, tetapi merupakan tumor jinak
• Lemah otot, khususnya pada kaki
Jika kanker tempat cukup tekanan pada saraf, seseorang akan menderita kelemahan. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh gangguan pada impuls dari tulang belakang.
• Berkurangnya sensitivitas terhadap rasa sakit, panas dan dingin
Kanker tulang belakang dapat mempengaruhi sensasi sentuhan. Karena sumsum tulang belakang adalah saraf pusat, peradangan atau tekanan di daerah ini dapat mengakibatkan pengurangan sensasi.
• Kelumpuhan yang terjadi pada tingkatan yang bervariasi dan pada bagian tubuh yang berbeda-beda, berdasarkan syaraf mana yang tertekan

Studi terbaru belum memastikan penyebab kanker sumsum tulang belakang ini. Namun ada beberapa faktor risiko berkembangnya myeloma, seperti paparan bahan kimia atau kuman, perubahan gen, dan kegemukan.
Ilmuwan meyakini bahwa tumor tulang belakang menurun dalam keluarga dan berhubungan dengan sindrom kanker di dalam keluarga, antara lain :
• Neurofibromatosis 2. Adalah tumor jinak yang menurun dalam keluarga. Terbentuk pada atau di dekat syaraf yang berhubungan dengan pendengaran.
• Von Hippel-Lindau disease. Adalah gangguan multisistem yang berhubungan dengan tumor pembuluh darah jinak pada otak, retina dan tulang belakang, serta tumor lain seperti tumor ginjal dan kelenjar adrenal

Penyebab lain kanker sumsum tulang belakang menurut hasil penelitian :
– orang yang terpapar radiasi sangat tinggi dan zat kimia industri (misalnya benzena dan formaldehida) memiliki tingkat risiko leukemia yang lebih besar.
– pasien yang dirawat dengan obat-obatan anti-kanker (seperti bahan-bahan alkilasi) terkadang terkena leukemia beberapa tahun mendatang.
– pasien yang terkena virus leukemia sel-T manusia (HTLV-I/Human T-cell leukemia virus-I) juga rentan terhadap penyakit ini.
– Faktor-faktor risiko lainnya termasuk orang dengan genetika tertentu (misalnya sindroma Down) atau kelainan darah tertentu (seperti sindroma myelodysplastic).

Kanker Sumsum Tulang Belakang

Keyla Diandra (28 Tahun)
Punya Tulang Lagi
“Ketika check up ke dokter, sel-sel kankernya tak terlihat lagi, sel-sel baik di tubuhnya meningkat drastis menjadi 70%”

Tahitian Noni ® Bioactive Beverage Original ™ Solusi Herbal Alami

MUNGKIN tak banyak orang yang mengalami apa yang di alami oleh Keyla. Pada tahun 2008 lalu, ia tiba-tiba pingsan setelah terantuk (semacam) polisi tidur. Keyla merasa kakinya merasa teramat ngilu, lalu tiba-tiba tak sadarkan diri. Ia koma seminggu penuh dan harus di rawat di rumah sakit sejak Oktober sampai Desember 2008. Selama terbaring, Keyla tak bisa mengangkat tangan dan kakinya. Sekujur badannya lemah tak berdaya. Ia bisa bicara, tapi hanya sepatah dua patah kata yang keluar dari mulutnya.

Diagnosa awal dokter, Keyla menderita anemiaplastic, keadaan di mana sel darah merah dalam tubuh tidak berfungsi, sehingga sel darah putih menjadi lebih dominan. Akibatnya, Keyla seperti orang anemia yang lemah dan mudah pingsan, hanya keadaanya jauh lebih parah. Penyakit ini muncul ketika Keyla dalam kondisi tubuh yang drop karena lelah bekerja.

Beberapa waktu kemudian, diagnosa ini berubah. Keyla divonis mengidap kanker sumsum tulang belakang. Menurut hasil pemeriksaan, sel-sel baik dalam tubuhnya tinggla 30% lagi, sedangkan 70% sisanya sudah rusak. Karena kondisinya tak kunjung membaik, keluarga memutuskan agar Keyla dipulangkan dan dirawat di rumah saja. Keadaannya masih parah. Ia tak bisa berjalan tegap. Terantuk meja atau kursi atau meja bisa membuatnya lemas seketika. “Saya seperti tak punya tulang,” ucap Keyla.

Ayahnya lalu memutuskan untuk mencoba memberikan TNBB (TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™ – Original) pada Keyla. Keyla pun mulai meminum TNBB empat kali sehari, masing-masing dalam dosis 60 ml. “Tiga jam setelah minum TNBB, saya pusing, berkeringat dingin dan muntah-muntah. Rasanya seperti akan pingsan,” kenang Keyla. Ayahnya panik dan segera mencari info. “Ternyata itu memang reaksi normal. Karena itu saya tetap meneruskan minum TNBB. Apapun akan saya lakukan untuk bisa sembuh.”

Seminggu setelah rutin meminum TNBB Keyla merasa jauh lebih sehat. Untuk pertama kalinya setelah berbula-bulan, ia segar bugar, tubuhnya pun ‘bertulang’ lagi alias kembali kuat. Debar-debar jantungnya yang sebelumnya begitu hebat ini mereda. Sebulan setelah itu, tepatnya Maret 2009, kondisi Keyla sudah normal kembali. Ia bahkan sudah bisa bekerja lagi. Ketika check up ke dokter, sel-sel kankernya tak terlihat lagi. Sel-sel baik di tubuhnya meningkat drastis menjadi 705. Bahkan ketika melakukan medical check up sebagai syarat melamar ke sebuah bank, hasil lab menunjukkan Keyla sehat. Tak terdeteksi satu penyakitpun dalam tubuhnya.

Hingga kini, kondisi Keyla terus terjaga. Ia masih tetap meminum TNBB, sedikitnya satu kali dalam sehari. “Saya amat bersyukur, tentu saja yang menyembuhkan saya adalah Tuhan. Namun TNBB juga menjadi semacam sugesti bagi saya. Kalau kita percaya bahwa sesuatu akan menjadi media penyembuh, kita pasti akan sembuh.”