Cara Terapi Pengobatan Dan Penyembuhan Glukoma

Glukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan. Glaucoma suatu kelainan pada mata yang ditandai oleh meningkatnya tekanan dalam bola mata (Tekanan Intra Okular = TIO) yang disertai pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang.

Glukoma adalah penyebab utama dari kebutaan yang tidak dapat diubah lagi. Faktanya, sebanyak 6 juta individu-individu yang buta dikedua matanya dari penyakit ini.

Penyebab

Glukoma diakibatkan tingginya tekanan cairan di dalam bola mata. Penyebab terbesar adalah kelainan anatomi, termasuk cacat bawaan (sejak lahir) atau komplikasi dari penyakit mata atau operasi mata.

Penyebab lain glaukoma, yaitu:
• Keturunan (genetis) yang berperan 30-40 persen
• Kelainan anatomi, karena sudut mata terlalu sempit sehingga tekanan mata menjadi tinggi.
• Trauma
• Usia
• Komplikasi operasi di mata

Glukoma ini disebabkan:

  • Bertambahnya produksi humor akueus (cairan mata) oleh badan siliar
  • Berkurangnya pengeluaran humor akueus (cairan mata) di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil.

Terdapat 4 jenis glukoma:

• Glukoma Sudut Terbuka
Glukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat. Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif.

• Glukoma Sudut Tertutup
Glukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus terhalang oleh iris.

• Glukoma Kongenitalis
Glukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan pada saluran humor aqueus. Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.

• Glukoma Sekunder.
Glukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat:
– Infeksi
– Peradangan
– Tumor
– Katarak yang meluas
– Penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor aqueus dari bilik anterior.

  • Pemeriksaan mata yang biasa dilakukan adalah:

• Pemeriksaan dengan oftalmoskop bisa menunjukkan adanya perubahan pada saraf optikus akibat glukoma
• Pengukuran tekanan intraokuler dengan tonometri.
Tekanan di dalam bilik anterior disebut tekanan intraokuler dan bisa diukur dengan tonometri.
Biasanya jika tekanan intraokuler lebih besar dari 20-22 mm, dikatakan telah terjadi peningkatan tekanan.
Kadang glukoma terjadi pada tekanan yang normal.
• Pengukuran lapang pandang
• Ketajaman penglihatan
• Tes refraksi
• Respon refleks pupil
• Pemeriksan slit lamp
• Pemeriksaan gonioskopi (lensa khusus untuk mengamati saluran humor aqueus.

Gejala

Gejala-gejala yang ada antara lain :
• Penyempitan lapang pandang
• Penglihatan kabur  mendadak
• Nyeri hebat
• Mual
• Muntah
• Melihat halo (pelangi disekitar objek)

Faktor resiko

Faktor resiko glukoma di antaranya adalah :
• Riwayat glukoma di dalam keluarga.
• Adanya tekanan bola mata tinggi
• Miopia (rabun jauh)
• Diabetes (kencing manis)
• Mempunyai Hipertensi (tekanan darah tinggi)
• Menderita migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk)
• Kecelakaan atau operasi pada mata yang sebelumnya pernah dilakukan
• Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama
• Memiliki usia lebih dari 45 tahun
• Keturunan ras hitam
• Nearsightedness (derajat tinggi dari myopia), adalah ketidakmampuan untuk melihat jelas benda-benda yang jauh
• Pemakaian cortisone (steroids), di mata atau secara sistimatis (melalui mulut atau disuntik)
• Farsightedness (hyperopia), melihat benda-benda jauh lebih jelas dari yang dekat (orang dengan penglihatan jauh mungkin mempunyai filtering angles yang sempit, yang memberikan mereka kecenderungan mendapat serangan akut (tiba-tiba) dari closed-angle glukoma).

Glukoma

Ibu Picay (80 Tahun) – Paten TNBB Terbukti pada Mama

Tahitian Noni ® Bioactive Beverage Original ™ Solusi Herbal Alami

Sering bertambahnya usia, kinerja organ tubuh semakin berkurang. Kesigapan dan kemampuan yang diberikan masing-masing organ perlahan menurun. Secara alami, manusia akan mengalami hal tersebut. Tapi, itu bukanlah hal yang harus ditakuti, karena semua ada solusinya.

Mengatur pola hidup sejak dini merupakan langkah bijak dalam mengantisipasi penurunan fungsi organ tubuh lebih cepat. Kalaupun hal ini sudah dibilang terlambat, kita harus mencari solusinya dengan langkah yang lebih bijak. Seperti yang dialami oleh ibu Picay. Melalui anaknya Rama Hada, 59 tahun, ibu Picay mengisahkan tentang perjuangannya melawan glukoma yang mendera matanya.

Sebagai istri seorang perwira, mendapatkan fasilitas pengobatan secara gratis sudah semestinya diterima mama saya. Namun menjelang akhir tahun 2009 lalu, mama saya mendapatkan informasi yang mengecewakannya dari sebuah rumah sakit di jakarta. Dia berujar pada saya bahwa, glukoma yang ada di matanya sudah percuma untuk di operasi.

Sebagai pengamat kedokteran dan dokter mental, saya memberikan informasi yang gamblang kepada mama saya, “mah, Dokter mama itu tidak jujur. Sebetulnya bukan percuma, tapi memang glukoma menurut pengertian pakar dari seluruh dunia, sudah sangat sulit dikembalikan fungsinya. Saya berusaha memberikan pengertian sampai mama saya mengerti. Mama syok mendengarnya.

Singkat cerita saya akhirnya mengetahui khasiat dan manfaat TNBB. Betapa kagetnya saya, bahwa jus noni dari Tahiti yang bukan tergolong obat medis, memiliki paten yang sudah diuji coba dan berhasil pada penyakit glukoma. Semakin tertarik menelusurinya, semakin mengerti bagaimana TNBB tersebut.

Berbekal dosis meneteskan TNBB (cairan yang bening) kemata mama saya pada pagi dan sore hari serta meminumkannya satu sendok makan 3 kali sehari membuahkan hasil. Tiga hari setelah mengonsumsi, mama mengatakan bahwa di dalam matanya ada yang bergerak. Saya berfikir khasiat TNBB sedang bekerja. Sepuluh hari berikutnya, mama sudah bisa membedakan warna taplak meja yang ada di teras serta membedakan warna baju saya. Dua puluh hari berikutnya lensa mata mama saya sudah berangsur mengembalikkan fungsinya, kini mama sudah bisa melhat tubuh walau belum fokus.

Tidak hanya glukoma yang dibenahi TNBB dalam tubuh mama saya, bahkan syaraf dan otot mama saya yang sempat bermasalah karena efek stroke yang menderanya sebanyak 3 kalipun ikut dibenahi. Tadinya kalau mama saya naik taksi, kaki kanan harus diangkat dulu. Tapi sekarang, dia bisa mengangkat sendiri kakinya untuk masuk ke dalam mobil.

Jadi terbukti bahwa TNBB, tidak hanya membantu membenahi sel-sel tubuh, namun organ yang merupakan muara sel juga ikut di benahi TNBB. Dan secara langsung saya ungkapkan bahwa paten yang terdapat pada TNBB benar adanya serta terbukti secara langsung, khususnya pada keluarga saya terlebih pada mama tercinta. Terima kasih TNBB.