Bientarti Mangkoe Sasmito

"Trigeminal Neuralgia"

Penderitaan akibat penyakit ini seperti cabut gigi tanpa dibius”

Cabut gigi, bagi sebagian orang pasti merupakan sebuah momok. Rasa sakit setelah tindakan pencabutan sangat mengganggu kenyamanan. Tapi apa rasanya jika cabut gigi tanpa dilakukan pembiusan. Membayangkannya saja pasti merinding. Nah rasa sakit inilah yang di rasakan oleh Ibu Bientarti Mangkoe Sasmito, 56 tahun.

Tahun 2000 menjadi awal permulaan penderitaan yang dialami Ibu Mangkoe. Durasi sakit yang dialami memang hanya sebentar, Kurang lebih sekitar 50 detik. Namun rasa sakit itu bisa membuatnya menangis. Curiga bahwa ada masalah di giginya, Ibu Mangkoe langsung memeriksakan ke dokter gigi. “Dokter mengatakan gigi saya baik-baik saja, tapi anak saya curiga akan syaraf yang berada di sekitar mulut. Karena bisa jadi ada syaraf yang terjepit,” cerita Ibu Mangkoe.

Namun Dokter syaraf yang didatangipun belum bisa memastikan sakit tersebut. Selang beberapa waktu, anaknya membaca artikel tentang trigeminal neuralgia, gejalanya mirip dengan yang diderita Ibu Mangkoe. “Curiga akan trigeminal itu, kami langsung melakukan pemeriksaan di rumah sakit di Jakarta. “Hingga akhirnya diketahui bahwa ada syaraf kelima yang berada di bawah rahang Ibu Mangkoe yang tertindih pembuluh darah. “Dokter syaraf menyarankan untuk dilakukan operasi pemindahan syaraf, namun saya menolak. Menurut dokter hanya ini jalan satu-satunya,” katanya.

Selama hampir lima tahun saya terus ditemani oleh obat pengurang rasa sakit. Dalam sehari, sakit itu datang sebanyak 6-7 kali. Intervalnya pun tidak bisa di duga-duga. “Hingga saya bertemu dengan TNBB pada 19 Desember 2008 silam.” Dosis yang dikonsumsi Ibu Mangkoe sekitar 3×60 ml. “Selama sebulan saya tunggu, TNBB tak juga membuahkan hasil. Namun badan terasa lebih bugar dan stamina saya lebih baik. Tapi saya terus meminumnya”. Menginjak bulan kedua meminum TNBB. Ibu Mangkoe mulai merasakan kondisinya lebih baik. Sakit itu menjadi jarang dan sekarang malah tidak ada lagi.

Bahkan sejak saya meminum TNBB, saya meninggalkan obat medis. Alhamdulillah berkat TNBB, semua penderitaan saya selama hampir 8 tahun sirna. Terima kasih TNBB.

Kisah Serupa:

I Wayan Partama (49 tahun)
I Wayan Partama (49 tahun) Berawal dari stroke ringan dan gangguan saraf (HNP) dan juga riwayat penyakit terdahulu yaitu gangguan ginjal, jantung, dan paru-paru, I Wayan Partama memutuskan untuk mencoba berbagai macam vitamin dam suplemen. Semua produk yang dicoba tidak memberikan hasil yang diharapkan sehingga beliau memutuskan untuk berhenti mengonsumsi produk-produk tersebut. Dalam suatu waktu Pak I Wayan Partama memutuskan untuk membeli 1 case (4 botol) TNBB Original. Dengan dosis 3 sampai 4 x 30ml perhari, di satu minggu pertama gangguan tidur dan pegal-pegal berangsur menghilang....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Rokoyah (39 Tahun)
“Terhindar Dari Kelumpuhan” “Sudah, Yah. Cari saja pengganti saya untuk jadi ibu anak-anak.” Kalimat itu terlontar dari bibir Rokoyah pada suaminya, sekitar Maret 2009. Saat itu, ia sedang putus asa karena kondisi kesehatannya. Sebenarnya sudah sejak Oktober 2008 Rokoyah merasa kakinya linu. Tapi ia tak menyangka gejala ini serius. Menginjak Desember 2008, sakit kakinya semakin parah. Dari pinggang sampai kaki terasa sakit Ia tak sanggup berjalan lama. Rasa sakit ini memang tidak terus-menerus, tapi ketika sakitnya menyerang, Rokoyah merasa amat nyeri, bahkan sampai menggigil....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Bambang Irianto
Tahitian Noni® Bioactive Beverage yang dikenal Bambang Irianto pada Desember 2008 mampu merubah kondisi kesehatan ia dan isterinya secara signifikan. Istrinya menjadi peminum pertama Tahitian Noni® Bioactive Beverage dalam memerangi syaraf kejepit yang diderita sejak september 2008. “Isteri Saya sampai tidak bisa berjalan. Alhamdulillaah setelah 3 hari mengonsumsi 4×15 cc, pinggangnya sudah terasa lebih baik. Seminggu kemudian kakinya sudah bisa digerakkan“, ungkap Bambang. Kini semua keluhan istri Bambang seperti kadar kolesterol yang tinggi serta gangguan pencernaan tak lagi ia keluhkan....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Moh. Agus Chirnu
Saya menderita saraf kejepit pada tulang belakang posisi L5 yang dampaknya berupa nyeri luar biasa pada pinggang dan kaki [kiri]. Dokter saraf merekomendasikan untuk dioperasi tetapi saya keberatan dan berusaha mencari alternative penyembuhan mulai dari pijat saraf, fisio terapi dan pengobatan alternative lainnya tetapi belum memberikan hasil yang memuaskan. Sementara saya sudah tidak masuk kerja selama 3 minggu. Saya mengenal Tahitian Noni® Juice dari searching di internet dengan kata kunci “pengobatan saraf kejepit”....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Rudi Rundengan
Rudi Rundengan (62 Tahun) – Sehat Adalah Kekayaan “Sekian lama hdup dengan tiga penyakit sampai akhirnya berkenalan dengan TNBB dan bisa menikmati hidup setelah berpuluh tahun menderita.” Riwayat asma Rudi berawal dari penyakit bronkitis yang menyerangnya sewaktu bertugas di hutan Kalimantan yang lembap pada era 70-an. Penyakit ini lambat laun berkembang menjadi asma yang tak kunjung membaik meskipun sudah diobati bertahun-tahun. Ia pernah berkeliling ke beberapa klinik asma dan alergi, mendapat obat suntik selama satu bulan (seminggu 2 kali), mencoba terapi pemanasan, namun asmanya tetap sering kambuh, terutama ketika stres atau berada di tempat dingin....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Kisah Lainnya:

Berbagi Cerita - Berbagi Pengalaman

Apa kata mereka yang sudah pernah meminum produk tn-bb.com

Selengkapnya Klik Di Sini!

tn-bb.com