Nungki

"Radang paru, Thyphus dan Gejala Malaria"

Nungki

Kesehatan & Kepercayaan Diri Kembali Berkat Morinda Extra

Saya ingin berbagi pengalaman masalah kesehatan yang saya alami. Kejadiannya terjadi pada bulan September 2012, saat saya menderita Radang paru, Thyphus dan Gejala Malaria. Adapun diantara ketiga gangguan penyakit ini, yang positif adalah Radang paru dan Tipes. Hal ini berdasarkan hasil laboratorium yakni Rongent paru-paru dan hasil pemeriksaan darah, dimana laju endap darah yang 137 mm/jam ( normal : < 20 mm/jam) serta Widal tes untuk tipes 1160 (normalnya : negatif).

Sedangkan gejala malaria masih dalam keadaan suspek atau masih diduga sebagi pemicu masalah kesehatan. Dan satu-satunya yang mendukung ke arah Malaria saat saya sebelum sakit yaitu pada saat mengadakan training di salah satu Bank di daerah pulau Sumatra dan lokasinya merupakan darah endemis Malaria. Adapun gejalanya demam dalam keadaan temperatur yang naik dan turun. Gejala ini khas terjadi pada Malaria yaitu sehari demam dan besok sehari tidak. Mengingat akan tugas dan permintaan untuk melakukan training garfologi yang cukup padat, maka seperti biasanya suami (dr. Suwardi, red) selalu mewanti-wanti agar menjaga stamina dengan mengkomsumsi Morinda Extra, sebab Noni Extra yang paling kuat dibanding Tahitian Noni Juice dan saat itu belum diproduksi Morinda Maxidoid. Dr. Suwardi selalu mengingat kondisi istri yang tidak kunjung sembuh malah batuk dan sesak semakin berat, maka beliau putuskan untuk konsul ke dokter ahli paru (Pulmonologi) di RS Swasta yang ternama.

Oleh dokter, diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan rongent paru dan darah. Hasilnya sungguh membuat dr. Suwardi tidak banyak berbicara. Kata dokter ahli paru (Pulmonolog) istri saya harus minum obat selama 6 bulan pertama. Jika tidak minum obat selama 6 bulan dan di komsumsi setiap hari maka istri saya akan meninggal. Dr. Suwardi sontak kaget mendengar vonis dokter ini. Sebagai orang yang beriman, percaya dan yakin bahwa yang menyembuhkan itu Tuhan Yang Maha Kuasa, yang menentukan hidup matinya seseorang. Alasan dokter memvonis istri saya begitu karena melihat hasil rongent parunya sangat buruk yaitu hampir seluruh lapangan pandangan ke dua paru sangat terinfeksi.

Mungkin dari pengalaman dokter ahli paru ini sehingga dia berkesimpulan demikian. Vonis dokter paru ini tidak boleh remehkan, tetapi juga tidak boleh menyerah. Namun masalahnya minum obat setiap hari selama 6 bulan, dengan jumlah obat 6 jenis tiga diantaranya adalah antibiotik dosis tinggi. Maka dr. Suwardi berpikir ini buruk bagi tubuh sang istri. Karena dia lebih tahu tubuh istrinya yang tidak toleran terhadap obat.

Obat yang standar saja tubuh istri nya tidak kuat, apalalagi 6 macam dengan antibiotic dosis tinggi. Namun untuk mengatasi kuman yang ganas ini diperlukan antibiotik. Maka tanpa sepengetahuan dokter ahli paru (Pulmonolog), dr. Suwardi dan istri sepakat, antibiotik hanya dikonsumsi seperlunya saja, tetapi di back-up dengan Noni Ektra 1 botol per hari. Alhamdulillah setelah sebulan terapi antibiotik setiap hari selama 3 minggu dan Noni Ekstra 1 botol sehari selama sebulan. Kondisi ibu Nungki semakin membaik, batuk dan sesak reda, serta fi siknya berangsur-angsur pulih. Bahkan petugas rongent rumah sakit yang bertugas merongent ibu Nungki kaget. Kok, hanya dalam sebulan terapi perubahannya sangat besar sekali. Tidak pernah ditemukan kasus seperti ini. Demikian pula dengan penyakit Tyhphus dan gejala Malarianya sembuh. Sudah tidak demam lagi. Widal tipesnya negatif dan laju endap darahnya normal.

Setelah sebulan terapi, obat medis dr. Suwardi menghentikan dan Morinda Exstra diteruskan dengan dosis maintenens 60 ml dua kali sehari sampai tiga bulan. Dan selanjutnya dosis rutin 60 ml sehari sampai kondisinya fit betul. Tapi jika istri banyak kegiatan dosis Noni ditingkatkan menjadi 3x 60 ml. Sebagai catatan, efek konsumsi antibiotik dosis tinggi, liver ibu Nungki mengalami gangguan dimana hasil laboratorium SGOT dan SGPT meningkat dan terjadi gangguan fungsi saraf berupa menurunnya daya ingat dan memori.

Hal ditunjukakan dengan berhitung dengan bilangan sederhana saja ibu Nungki tidak sanggup. Ketika ditanya suatu lokasi yang biasa kami datangi beliau tidak kenal. Namun dengan konsumsi Noni semua masalah ini dapat teratasi di samping kami selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kesembuhan dan kesehatan dan ikhtiar kami dengan konsusmsi Noni adalah suatu langkah yang tepat. Terima kasih Tuhan atas kesembuhan ini, dan Morinda sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan menuju kearah yang lebih baik.

Kisah Serupa:

Rita Larasati
Pembuluh Darah Pecah “Mengonsumsi TNBB 30 ml setiap jam meminimalkan biaya rumah sakit yang membengkak” ULANG TAHUN Rita ketujuh belas pada 2008 lalu menjadi momen yang takkan terlupakan olehnya Pasalnya, saat itu Rita justru jatuh sakit. Demamnya naik turun selama seminggu. Namun belum ada bercak-bercak merah di kulitnya, sehingga keluarga tak mengira Ia menderita DBD. Akhirnya Ia di larikan ke rumah sakit. Di sana, Rita pingsan. Setelah diperiksa, trombositnya tinggal 2....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Kisah Lainnya:

Berbagi Cerita - Berbagi Pengalaman

Apa kata mereka yang sudah pernah meminum produk tn-bb.com

Selengkapnya Klik Di Sini!

tn-bb.com