Haposan Simanjuntak

"Diabetes, Flu dan Batuk"

Pengalaman Berharga dari Sebuah Minuman Bioaktive “Original & Maxidoid”

Nama saya Haposan Simanjuntak, saat ini saya berusia 72 tahun. Saya mengenal Tahitian Noni dari seorang teman pada tahun 2008 dikala saya menderita penyakit Diabetes. Setiap makan saya selalu membatasinya dan kalau makan sedikit saya akan gemetaran. Tapi setelah saya minum Tahitian Noni hal itu tidak terjadi lagi. Saya merasa aman dengan tubuh saya. Saya sudah tidak takut lagi minum kopi, tubuh baik-baik saja walaupun saya minum kopi. Setelah meminum noni secara teratur gula darah saya terkontrol dengan baik.

Selain Diabetes, ada satu penyakit yang sudah 20 tahun lebih saya derita dan tidak sembuh-sembuh. Ada luka kecil dekat dengan dubur dan ketika saya memeriksakan hal itu ke dokter, ternyata luka itu tembus sampai ke usus. Dokter mengatakan jika luka tersebut dapat bertambah besar. Saya memberikan salep antibiotik, tapi salep tersebut jika menutupi lubang membuat luka bernanah yang mengeluarkan bau tidak sedap. Hal inilah yang membuat saya selalu mandi walaupun sudah tengah malam karena baunya yang tidak enak itu dan agar lukanya tidak membesar. Saya sudah mencoba banyak obat dan juga minum bermacam herbal tapi hasilnya nihil. Sampai akhirnya dokter menyarankan agar luka kecil tersebut dioperasi, tapi saya menolak dan memilih mencari cara pengobatan lain. Sampai akhirnya saya mulai meminum Tahitian Noni, awalnya saya meminumnya untuk Diabetes saya dan saya tidak terlalu memperhatikan pengaruhnya pada luka kecil ini.

Saya meminum Tahitian Noni Original, meminumnya teratur 2-3 x sehari @ 30ml dan kemudian berganti ke Tahitian Noni yang Family. Tanpa saya sadari ternyata luka kecil itu sembuh. Bahkan saya tidak tahu persis kapan luka itu sembuh, karena saya tidak memperhatikan lagi.

Pengalaman berikutnya tentang Tahitian Noni, dialami oleh istri saya. Tahun lalu saya mulai mengganti Tahitian Noni Family dengan TruAge Maxidoid. Istri saya didiagnosa menderita hepatitis C pada tahun 2007. Dokter menyarankan pengobatan dengan suntikan interferon, tapi karena tidak ada jaminan sembuh padahal biayanya sangat tinggi kami memutuskan untuk tidak mengikuti anjuran dokter, hanya melakukan pengobatan dengan obat-obatan herbal dan minum Tahitian Noni. Tapi istri saya kurang percaya dengan Tahitian Noni, dia lebih percaya pada herbal yang dia dapat setiap bulan. Jadi dia meminum Tahitian Noni kadangkadang saja kalau dia ingat.

Tahun lalu 2014, istri saya kondisi kesehatannya menurun. Kami berangkat ke Penang karena ada pendarahan di matanya yang harus segera dioperasi sekaligus operasi katarak juga. Istri terlihat tua sekali dan mudah capek sehingga suka menolak jika diajak pergi kepesta-pesta adat batak kalau kami mendapat undangan. Pada satu waktu, istri saya mengalami sakit atau nyeri di punggung belakang sampai rasa sakitnya tembus ke ulu hati bagian depan dan ini terjadi pada malam hari. Beberapa kali hal ini terjadi. Suatu malam ketika istri saya mengalami nyeri seperti itu lagi, saya bingung harus berbuat apa sehingga saya memberi istri saya Maxidoid 40ml, 30 menit kemudian nyeri luar biasa yang dirasakan istri saya hilang dan dia bisa tidur. Setelah itu, atas anjuran staff konsultan Tahitian Noni istri saya mulai rutin minum Maxidoid 2x sehari @ 60ml. Dan sampai hari ini nyeri punggung sampai ke ulu hati itu tidak pernah di rasa lagi.

Pengalaman yang lain terjadi dengan dua cucu saya. Mereka sering sekali panas dan terserang flu dan batuk. Ibu mereka hanya memberikan obat penurun panas. Suatu hari saya memberi Tahitian Noni Original kepada mereka sebanyak 10 ml dan sekarang mereka sudah jarang sekali panas dan terkena flu dan batuk. Di sekolah mereka juga berprestasi dengan baik. Setiap ada kesempatan bertemu mereka saya selalu memberi mereka Tahitian Noni 10ml. Seluruh anggota keluarga di rumah saya meminum Tahitian Noni, dan kami setiap bulannya menghabiskan lebih kurang 12 botol Maxidoid. Puji Syukur pada Tuhan saya bisa mengetahui tentang Tahitian Noni. Inilah pengalaman saya bersama Tahitian Noni selama lebih kurang 8 tahuni. Semoga bisa menjadi pengalaman berharga untuk kita dan makin banyak orang-orang yang mengalami pengalaman kesehatan yang baik bersama Tahitian Noni.

Kisah Serupa:

Purnomo Trilaksono
MAXIDOID MEMBERIKAN PEMULIHAN YANG SEMPURNA TERHADAP DIABETES Purnomo Trilaksono Perkenalkan nama saya Purnomo Trilaksono, sekarang berusia 38 tahun. Pekerjaan saya adalah seorang wiraswasta. Awalnya, saya tidak menduga akan mengalami Diabetes seperti orang tua saya, karena saya dulu aktif olahraga sampai saya masuk kuliah. Namun di tahun kedua kuliah, saya merasakan ada yang aneh dengan metabolisme saya. Saya gampang sekali berkeringat, kemudian pada puncaknya saya sering buang air kecil dalam frekuensidan jumlah yang banyak....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Ronny
TAHITIAN NONI Membawa Pada Kebaikan Pertengahan tahun 2014 tepatnya di bulan Agustus, saat usia saya menginjak 41 tahun, seringkali saya bercermin dan melihat betapa berat tumbuh saya sudah kelebihan berat badan. Ini bisa dilihat dari gemuknya tubuh, perut buncit, pipi tembem. Padahal saya suka berolahraga, tidak merokok, tidak minum kopi apalagi alkohol. Saya merasakan kondisi seperti itu tepat pada awal buan puasa tahun 2014 dan saya menjalankan ibadah puasa sebulan penuh....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Hartono Rahardjo
Faktor keturunan dari almarhum Ayah saya yang telah meninggal karena Kolesterol, serta sejarah penyakit Diabetes dari adik-adik Ayah menjadi faktor pemicu bagi saya untuk semakin menjaga kesehatan. Memasuki usia 45 tahun, saya berniat untuk menjaga kesehatan sebaik-baiknya, dengan cara memperbaiki pola makan. Pada saat itu saya belum mengenal produk TAHITIAN NONI™. Catatan: tinggi saya 170 cm, berat badan pernah mencapai 80 kg. Saat bujangan, saya selalu donor darah setahun sekali ke PMI, agar darah saya bisa diperbarui setiap habis donor, dan darah donor saya bisa dipakai oleh orang yang membutuhkannya....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Asmiati
Gejala penyakit Diabetes Melitus Type 2 (DM2) yang Saya alami dimulai sekitar dua tahun yang lalu, ketika Saya merasa cepat letih, sering buang air kecil siang ataupun malam, rasa pusing yang datang tiba-tiba dan kesemutan pada jari kaki. Saya pergi berobat ke praktek dokter dan rumah sakit di Pekanbaru selama sekitar dua tahun. Namun, gejala penyakit DM2 justru semakin parah. Puncaknya adalah pada tanggal 5 Juli 2012 ketika Saya merasakan pusing kepala yang luar biasa, muntah-muntah dan hampir seperti mau mati saja rasanya....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Kasminten (Rifqi Tri Harjo)
Nenek saya, Ibu Kasminten (82th) jatuh dari kamar mandi dan mengalami patah tulang pada lengan sehingga harus dioperasi. Karena beliau menderita diabetes, bekas jahitan operasi menjadi luka yang susah kering, memborok, gatal dan bernanah. Berbulan-bulan kami sekeluarga sangat prihatin dengan keadaan ini. Apalagi keadaan beliau juga sangat lemah sehingga harus sering berbaring dan menggunakan kursi roda. Hingga akhirnya saya mengenal TAHITIAN NONI® Bioactive Beverage™ (TNBB). Awalnya saya tidak yakin. Namun karena penjelasan produk yang masuk akal akhirnya kami meminumkan TNBB pada nenek dengan dosis 60 ml pagi dan menjelang tidur....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Ernst Evert Manuputty (69 Tahun)
Hampir Diamputasi “Pelan-pelan ia melepas ketergantungannya pada obat” Riwayat sakit Ernst sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia bahkan sudah sakit sebelum putrinya –Yatrix Magdalena Manuputty– lahir, 27 tahun lalu. Namun kondisinya memburuk pada tahun 2007. Sebulan, ia keluar masuk rumah sakit sampai lima kali. Awalnya Ernst anfal di rumah. Dadanya sesak, sulit bernafas dan ia merasa seperti ditenggelamkan dalam air. Teriakannya mebuat keluarganya panik. Ia langsung di masukkan ke RS, ruang ICU kelas A....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Jimmy Williams
Diabetes, Kegemukan Pada tahun 1996, berat badan Jimmy Williams mencapai 420 pounds. Dia mengidap penyakit Tekanan Darah Tinggi dan Lupus. Jimmy harus menggunakan Steroid untuk menangani Lupus. Akibat pemakaian steroid ini, Jimmy mengalami kerusakan pankreas. Jimmy mendapat penyakit baru, yaitu Diabetes. Jimmy harus menggunakan 45 unit insulin dua kali setiap hari. Jimmy benar-benar menjadi orang yang sangat menderita. Masalah berat badan, dan berbagai penyakit bersarang di dalam tubuhnya. Jimmy sangat membutuhkan mujizat, dia benar-benar tidak berdaya....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Aminudin
Aminudin – Waspada Kesehatan Diusia Senja “Saya menjalani diet ketat untuk mengatasi masalah diabetes. Inilah puncak penderitaan saya.” Usia senja menjadi momok bagi kesehatan untuk sebagian orang. Begitu pula yang dialami oleh Aminudin. Menginjak usia senja Aminudin mulai khawatir akan kesehatan yang semakin menurun, “Bertambahnya usia bukan berarti bertambahnya pula nikmat yang diberikan Allah SWT,” tegasnya. Sejak usia 50 tahun, kesehatan Aminudin mulai menurun. Mulanya Aminudin menderita tekanan darah tinggi....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Sriyati
Diabetes Komplikasi Ganggren VONIS AMPUTASI sudah sempat dilayangkan pihak medis kepada Ibunda kami, Sriyati, ujar M.S Yahya, Putra Sriyati yang menetap di Blitar, Jawa Timur. Sejak Saya duduk dibangku SMA, Ibu sudah menderita diabetes. Bulan puasa 2007 menjadi puncak penderitaan Ibu Kami. Gula darah dalam tubuhnya mencapai angka 474. Ibu sempat tidak bisa berjalan karena bengkak dan luka di kakinya, hal tersebut juga membuatnya mendapatkan vonis amputasi oleh tim dokter....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Ir. Imron Sofyan
Terhindar dari Cuci Darah “Diabetes kronis, asam lambung tinggi, jantung membesar dan ginjal yang bocor, belum lagi gangguan fungsi pankreas.” Mendengarkan cerita mengenai vonis komplikasi yang nyaris merenggut jiwanya, Ir. Imron tak lantas diam, melainkan berusaha keras mengurangi diabetes kronis, asam lambung tinggi, jantung membesar dan ginjal yang bocor. Belum lagi gangguan fungsi pankreas. ”Semua itu bermula sejak Mei 2007 yang lalu”, cerita Ir. Imron. Pola hidup tidak sehat yang selama ini Ia jalani ternyata justru memperparah penyakit diabetes yang diidapnya sejak tahun 1990....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Sarpono (52 tahun)
Keluar Batu Sebesar Biji Pepaya “Sayangnya, mungkin batu dalam ginjal saya sudah terlalu besar, jadi TNBB perlu waktu agak lama untuk menghancurkannya.” Sekitar Januari 2009, Sarpono merasa sakit setiap buang air kecil. Ia pun berobat jalan ke dokter. Atas saran dari temannya, Sarpono mulai meminum TNBB (Tahitian Noni ® Bioactive Beverage-Original ™) pada bulan Maret. “Sayangnya, mungkin batu dalam ginjal saya sudah terlalu besar, jadi TNBB perlu waktu agak lama untuk menghancurkannya,” tutur Sarpono....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Vinsensia
Bersyukur Bebas Dari Asma Di Saat Hamil Vinsensia atau lebih akrab di panggil Vivien (30 tahun) sebetulnya sudah 1 tahun yang lalu dikenalkan TNBB. Akhir september lalu Vivien diceritakan kembali tentang manfaat TNBB oleh kakak ipar yang mana beliau sembuh dari diabetesnya setelah 3 bulan meminum TNBB secara rutin. Dan anaknya yang baru berumur 3 hari sembuh dari sakit kuning hanya dalam waktu 1 hari. Akhirnya vivien dan suami memutuskan untuk mencoba TNBB....
Baca Lebih Lanjut Di Sini!

Kisah Lainnya:

Berbagi Cerita - Berbagi Pengalaman

Apa kata mereka yang sudah pernah meminum produk tn-bb.com

Selengkapnya Klik Di Sini!

tn-bb.com