Asma Mengintai Pencinta Makanan Cepat Saji

Menurut penelitian terbaru, konsumsi fast food sebanyak 3 kali atau lebih dalam seminggu bisa meningkatkan risiko asma dan eksim. Namun, bila dikonsumsi sambil makan buah dengan frekuensi yang sama ternyata bisa memberikan efek perlindungan. Temuan tampaknya bisa memiliki implikasi besar bagi kesehatan masyarakat.

Data penelitian ini dikumpulkan pada lebih dari 319.000 remaja (13-14 tahun) dari 51 negara, dan lebih dari 181.000 anak-anak (6-7 tahun) dari 31 negara. Seluruh partisipan ini terlibat dalam International Study of Asthma and Allergies in Childhood (ISAAC), sebuah proyek penelitian kolaboratif yang dipimpin oleh Auckland selama lebih dari 20 tahun dan saat ini sudah melibatkan lebih dari 100 negara dan hampir 2 juta anak, sehingga ini merupakan studi terbesar dari jenisnya.

Dalam penelitian ini, para remaja dan orang tua mereka ditanya tentang prevalensi gejala asma (mengi), rhinoconjunctivitis (pilek atau hidung tersumbat disertai dengan mata gatal dan berair) dan eksim atau eksema, serta pola makan mingguan. Pola makan ini termasuk asupan daging, ikan, buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, sereal, roti dan pasta, nasi, mentega, margarin, kacang, kentang, susu, telur, dan makanan fast food/burger.

Setelah memperhitungkan faktor tersebut, analisis ini menunjukkan bahwa fast food adalah satu-satunya jenis makanan yang terbukti memiliki hubungan dengan risiko terkena penyakit asma di kedua kelompok usia tersebut.