Antibiotik Tidak Efektif untuk Pengobatan Sinusitis

Penelitian mengungkapkan bahwa pemberian antibiotik tidak mempercepat penyembuhan sinusitis. Sinusitis yang berlangsung singkat (akut) ternyata kurang efektif jika diatasi dengan pemberian antibiotik. Ini karena sebagian besar sinusitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau pun alergi. Penelitian secara random terhadap pasien dewasa yang didiagnosis menderita sinusitis akut. Setelah dibandingkan dengan pemberian plasebo ternyata tidak ada perbedaan dengan terapi antibiotik.

Kendati begitu sekitar satu dari lima resep antibiotik yang beredar di Amerika Serikat ternyata ditujukan untuk mengobati sinusitis. Sinusitis akut memang tidak menyenangkan. Sehingga kebanyakan orang ingin penyakitnya menghilang dan antibiotik dianggap bisa mempercepat penyembuhan. Padahal, sinusitis kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus sehingga antibiotik tak banyak membantu. Sinusitis merupakan inflamasi yang terjadi pada lapisan sinus. Rasa sakit di dekat mata, sakit kepala, dan sulit bernapas merupakan gejala yang umum diderita. Pilek dan alergi merupakan penyebab sinusitis yang paling sering, meski terkadang juga dipicu oleh bakteri.

Menurut panduan dari Center for Disease Control and Prevention, pemberian antibiotik hanya ditujukan untuk sinusitis dengan gejala yang moderat atau berat. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dikhawatirkan akan meningkatkan resistensi antibiotik. Penelitian yang dilakukan melibatkan 166 pasien yang menderita sinusitis akut. Mereka dibangi dalam dua kelompok, yakni yang mendapat antibiotik dan mendapatkan obat plasebo alias obat yang tidak memiliki zat aktif. Kebanyakan orang yang menderita sinusitis akut akan sembuh sendiri tanpa obat. Tapi mereka merasa jika tidak mendapat antibiotik tidak ada yang bisa dilakukan.

Padahal, menurut dia ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan sinusitis. Misalnya menghangatkan wajah atau menggunakan obat dekongestan yang disemprotkan ke dalam saluran hidung. Infeksi saluran pernapasan atas biasanya terjadi satu atau dua minggu. Perawatan yang diperlukan disesuaikan dengan gejalanya. Tetapi jika keluhannya bertahan sampai lebih dari dua minggu, sebaiknya konsultasikan pada dokter.